Bangkalan — Dukungan terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) datang dari masyarakat pekerja di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Sekitar 200 warga yang tergabung dalam Relawan Madura Pengawal Program Presiden Prabowo (RMP4) menyatakan siap membawa aspirasi mereka ke Jakarta.
Warga yang mengikuti konsolidasi tersebut berasal dari berbagai profesi, mulai dari tukang becak, buruh bangunan, pekerja peternakan, sopir hingga karyawan penjualan. Mereka menilai program MBG memberikan manfaat langsung kepada keluarga, khususnya anak-anak yang menjadi penerima manfaat.
RMP4 berencana berangkat dari Madura menuju Jakarta pada Kamis, 27 Agustus 2026. Mereka menyebut agenda tersebut sebagai aksi damai untuk menyampaikan dukungan terhadap program prioritas pemerintah sekaligus meminta sejumlah kekurangan dalam pelaksanaan MBG diperbaiki.
Siapkan 500 Tiket Menuju Jakarta
Koordinator Lapangan RMP4, Mahrus Ali, mengatakan pihaknya menyiapkan sekitar 500 tiket untuk keberangkatan warga dari Madura menuju Jakarta.
“Tanggal 27 Agustus kami akan berangkat dari Madura ke Jakarta untuk menggelar aksi damai, jaga Jakarta, jaga Indonesia. Kami akan siapkan 500 tiket saat pemberangkatan nanti,” ujar Mahrus.
Menurut RMP4, keberangkatan tersebut bukan ditujukan untuk menciptakan kegaduhan, melainkan membawa suara masyarakat yang merasa memperoleh manfaat dari program-program pemerintah.
Salah satu program yang menjadi perhatian utama mereka adalah MBG. Bagi sebagian keluarga pekerja, keberadaan makanan bergizi di sekolah dinilai membantu pemenuhan kebutuhan anak sekaligus mengurangi sebagian pengeluaran harian rumah tangga.
“Anak Kami Butuh MBG”
Mahrus mengatakan keluarga penerima manfaat merasakan dampak program tersebut karena anak memperoleh makanan bergizi selama mengikuti kegiatan sekolah.
Menurutnya, uang yang sebelumnya digunakan untuk sebagian kebutuhan makan atau uang saku dapat dialihkan untuk keperluan keluarga lainnya.
“Program MBG sangat dibutuhkan anak-anak kami. Bukan program MBG-nya yang harus dihentikan, namun pengawasan SPPG harus lebih ditingkatkan,” kata Mahrus.
RMP4 berpandangan bahwa apabila ditemukan kekurangan dalam pelaksanaan program, langkah yang seharusnya dilakukan adalah memperbaiki sistem dan memperketat pengawasan, bukan menghentikan keseluruhan program.
Minta SPPG Diawasi Lebih Ketat
Meski menyatakan dukungan terhadap MBG, RMP4 tidak menutup mata terhadap persoalan yang dapat muncul dalam implementasinya.
Mereka meminta pemerintah memperkuat pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), terutama berkaitan dengan kualitas bahan pangan, kebersihan dapur, proses pengolahan, distribusi, keamanan makanan serta kepatuhan terhadap standar yang telah ditetapkan.
Menurut kelompok tersebut, dukungan terhadap suatu program pemerintah tidak berarti menutup ruang evaluasi. Sebaliknya, evaluasi dinilai diperlukan agar manfaat program semakin besar dan kelemahannya dapat segera diperbaiki.
Pesan yang hendak mereka bawa ke Jakarta adalah mempertahankan program yang dirasakan bermanfaat sambil mendorong pembenahan tata kelola secara serius.
Respons atas Dinamika Kritik terhadap MBG
Gerakan warga Bangkalan tersebut muncul di tengah dinamika kritik terhadap pelaksanaan program MBG. Sebelumnya, aksi mahasiswa di Jakarta pada 18 Agustus 2026 juga membawa sejumlah tuntutan dan evaluasi terhadap kebijakan pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis.
RMP4 memilih menyampaikan pandangan dari perspektif masyarakat yang merasa memperoleh manfaat program.
Mereka menilai suara penerima manfaat juga penting didengar dalam proses evaluasi kebijakan sehingga pembahasan mengenai MBG tidak hanya berpusat pada persoalan yang muncul, tetapi juga dampak program terhadap keluarga penerima.
Dengan demikian, evaluasi terhadap MBG dinilai perlu diarahkan pada perbaikan kualitas pelayanan, keamanan pangan, pengawasan anggaran dan profesionalitas pengelola.
Prabowo Tegaskan MBG Tetap Dilanjutkan
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan pemerintah tetap melanjutkan program Makan Bergizi Gratis karena dinilai penting untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak Indonesia.
Di sisi lain, Presiden juga mengakui adanya potensi penyimpangan dalam pelaksanaan program dan meminta pemerintah daerah hingga tingkat desa turut mengawasi operasional dapur SPPG.
Pengawasan menjadi penting karena MBG merupakan program berskala besar yang melibatkan jaringan pelayanan, penyedia bahan pangan, pengelola dapur, tenaga kerja, distribusi serta jutaan penerima manfaat.
Aspirasi dari Masyarakat Akar Rumput
Rencana keberangkatan warga Bangkalan memperlihatkan bahwa perdebatan mengenai MBG tidak hanya berlangsung di tingkat pemerintah, parlemen maupun kelompok mahasiswa, tetapi juga menyentuh masyarakat penerima manfaat.
Bagi warga yang tergabung dalam RMP4, dukungan terhadap program tidak berarti mengabaikan evaluasi. Mereka justru meminta agar pengawasan dan tata kelola diperketat sehingga manfaat MBG dapat diterima masyarakat secara aman dan tepat sasaran.
RMP4 menegaskan aksi yang direncanakan berlangsung pada 27 Agustus akan dilakukan secara damai dengan membawa semangat “Jaga Jakarta, Jaga Indonesia”.
Mereka berharap pemerintah tetap melanjutkan program prioritas yang menyentuh masyarakat sekaligus terbuka terhadap evaluasi dan pembenahan apabila ditemukan persoalan di lapangan.
Pada akhirnya, aspirasi warga Bangkalan tersebut membawa satu pesan utama: program yang dinilai memberikan manfaat tidak perlu dihentikan, tetapi tata kelola, kualitas pelayanan dan pengawasannya harus terus diperbaiki.
(Red)













