Terima PT John Toys Indonesia, Bamsoet Dorong Kolaborasi Kampus dan Dunia Usaha

Bamsoet mendorong Universitas Perwira Purbalingga dan PT John Toys Indonesia membangun program magang, pelatihan industri, serta pengembangan kompetensi mahasiswa agar semakin siap memasuki dunia kerja.

banner 468x60

Jakarta — Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan pendiri Universitas Perwira Purbalingga (UNPERBA), Bambang Soesatyo atau Bamsoet, mendorong penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia usaha melalui kerja sama UNPERBA dengan PT John Toys Indonesia, perusahaan manufaktur berorientasi ekspor yang beroperasi di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

Kolaborasi tersebut diarahkan pada pengembangan program magang, pelatihan industri, peningkatan kompetensi mahasiswa, serta pembelajaran berbasis pengalaman kerja nyata. Langkah ini diharapkan dapat memperkecil kesenjangan antara kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia industri.

banner 336x280

Hal tersebut disampaikan Bamsoet saat menerima perwakilan PT John Toys Indonesia di Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Menurut Bamsoet, perguruan tinggi tidak cukup hanya membekali mahasiswa dengan teori akademik. Perubahan kebutuhan tenaga kerja yang berlangsung cepat menuntut mahasiswa memahami langsung budaya kerja, proses produksi, manajemen kualitas, target perusahaan, hingga standar industri yang terhubung dengan pasar global.

“Pendidikan tinggi harus semakin dekat dengan dunia industri. Mahasiswa perlu memperoleh kesempatan untuk melihat, merasakan, dan memahami secara langsung bagaimana sebuah perusahaan bekerja, bagaimana produk dibuat dengan standar tertentu, bagaimana kualitas dijaga, serta bagaimana perusahaan memenuhi tuntutan pasar,” ujar Bamsoet.

Bamsoet menilai kemitraan antara UNPERBA dan PT John Toys Indonesia dapat menjadi model penerapan konsep link and match antara pendidikan dengan kebutuhan industri. Mahasiswa dapat memperoleh pengalaman kerja sejak masih kuliah, sementara perusahaan memiliki kesempatan ikut berkontribusi dalam menyiapkan sumber daya manusia sesuai kebutuhan lapangan.

Perkecil Jarak antara Kampus dan Dunia Kerja

Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 itu menjelaskan hubungan antara perguruan tinggi dan dunia usaha sebaiknya dibangun sejak mahasiswa masih mengikuti proses pendidikan.

Materi akademik tetap menjadi fondasi utama, tetapi mahasiswa juga membutuhkan pengalaman menghadapi persoalan nyata di lingkungan perusahaan, termasuk memahami target produksi, menjaga kualitas, bekerja dalam tim, mengikuti standar operasional, beradaptasi dengan teknologi, serta mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

Bamsoet berdiskusi bersama perwakilan PT John Toys Indonesia mengenai penguatan hubungan perguruan tinggi dan dunia usaha. Kolaborasi diarahkan untuk memberikan pengalaman industri secara langsung kepada mahasiswa UNPERBA.

“Industri bergerak dengan standar yang sangat dinamis. Mahasiswa perlu memahami bagaimana teori yang dipelajari di kelas diterapkan dalam proses produksi, pengendalian mutu, manajemen, hingga pelayanan kepada pelanggan,” kata Bamsoet.

Menurutnya, pengalaman tersebut akan membuat mahasiswa lebih siap ketika memasuki dunia kerja karena sudah mengenal ritme kerja, target, kedisiplinan, tanggung jawab profesional, serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan industri.

Model kerja sama seperti ini juga dinilai dapat memberikan umpan balik kepada perguruan tinggi untuk terus memperbarui kurikulum dan metode pembelajaran sesuai perkembangan kebutuhan dunia usaha.

Magang Jangan Sekadar Formalitas

Bamsoet mendorong agar program magang yang dikembangkan tidak berhenti sebagai pemenuhan kewajiban akademik, melainkan benar-benar memberikan pengalaman kerja yang terukur kepada mahasiswa.

Program dapat dirancang melalui penempatan mahasiswa pada bagian produksi, manajemen, pengendalian mutu, administrasi, pemasaran, sumber daya manusia maupun bidang lain yang sesuai dengan program studi dan kebutuhan perusahaan.

Selain itu, profesional dari dunia industri juga dapat dilibatkan sebagai praktisi pengajar, pembicara dalam kuliah industri, mentor mahasiswa, maupun mitra dalam pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan lapangan.

Sebaliknya, perguruan tinggi dapat memberikan kontribusi melalui penelitian terapan, pengembangan sumber daya manusia, inovasi manajemen, pendampingan usaha, serta berbagai kajian yang dapat meningkatkan produktivitas perusahaan.

Dengan pola tersebut, hubungan kampus dengan industri tidak bersifat satu arah, tetapi menjadi kemitraan yang saling memberikan manfaat.

Menjawab Tantangan Ketenagakerjaan

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia tersebut menambahkan, kebutuhan memperkuat hubungan antara pendidikan tinggi dan dunia kerja juga berkaitan dengan tantangan ketenagakerjaan nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip Bamsoet, pada 2025 terdapat sekitar 1,01 juta lulusan perguruan tinggi yang belum bekerja. Sementara jumlah pengangguran terbuka secara keseluruhan disebut mencapai sekitar 7,28 juta orang.

Menurut Bamsoet, angka tersebut menjadi pengingat bahwa gelar akademik perlu diikuti kemampuan praktis, keterampilan teknis, kemampuan berkomunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, penguasaan teknologi, serta karakter profesional yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

“Industri membutuhkan SDM yang kompeten, sementara perguruan tinggi membutuhkan mitra yang dapat memberikan pengalaman dunia kerja secara nyata. Kalau keduanya dipertemukan sejak mahasiswa masih kuliah, manfaatnya akan kembali kepada perusahaan, kampus, mahasiswa, serta masyarakat,” pungkas Bamsoet.

Perkuat SDM dan Ekonomi Purbalingga

Kolaborasi antara UNPERBA dan PT John Toys Indonesia juga diharapkan memberikan dampak lebih luas bagi pengembangan sumber daya manusia di Kabupaten Purbalingga.

Kehadiran perusahaan manufaktur berorientasi ekspor dapat menjadi laboratorium pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk memahami standar industri, proses produksi, pengendalian kualitas, efisiensi operasional, hingga tuntutan pasar internasional.

Pada saat yang sama, keberadaan perguruan tinggi di daerah dapat menjadi sumber talenta yang dibutuhkan industri sekaligus mendorong semakin banyak lulusan memiliki kesempatan membangun karier tanpa harus meninggalkan daerah asal.

Bamsoet berharap komunikasi antara UNPERBA dan PT John Toys Indonesia dapat ditindaklanjuti dalam bentuk program konkret sehingga kerja sama tidak berhenti pada pertemuan awal.

Menurutnya, kemitraan yang berkelanjutan antara kampus dan industri merupakan salah satu jalan penting untuk menghasilkan lulusan yang bukan hanya memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi, pengalaman, karakter profesional, dan kesiapan menghadapi persaingan dunia kerja.

Kolaborasi tersebut juga diharapkan memperkuat ekosistem pendidikan dan industri di Purbalingga sehingga perguruan tinggi, perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat tumbuh bersama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta perekonomian daerah.

(Red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *