Jakarta — Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pembina Perkumpulan Bumi Alumni Universitas Padjadjaran (UNPAD), Bambang Soesatyo atau Bamsoet, mendukung penyelenggaraan Golf Tournament & UMKM Exhibition 2026 bertajuk “Swing to Grow 2026” yang dijadwalkan berlangsung di Imperial Klub Golf, Lippo Village, Tangerang, Banten, pada 3 Oktober 2026.
Kegiatan yang digagas Perkumpulan Bumi Alumni UNPAD tersebut dirancang tidak hanya sebagai turnamen olahraga, tetapi juga sebagai ruang silaturahmi, perluasan jejaring bisnis, promosi produk UMKM, serta pengembangan peluang kolaborasi ekonomi. Rangkaian kegiatan juga direncanakan menghadirkan agenda sosial berupa pernikahan massal dalam semangat menyambut Hari Sumpah Pemuda.
Dukungan tersebut disampaikan Bamsoet saat menerima Ketua Umum Perkumpulan Bumi Alumni, Ary Zulfikar, beserta jajaran di Jakarta, Rabu (12/8/2026).
“Kegiatan ini memiliki nilai strategis karena olahraga dapat menjadi sarana membangun komunikasi, memperluas jejaring, sekaligus membuka peluang kolaborasi ekonomi. Semangatnya sejalan dengan nilai Sumpah Pemuda, yaitu persatuan, kebersamaan, dan gotong royong yang harus terus kita hidupkan dalam kegiatan produktif bagi masyarakat dan bangsa,” ujar Bamsoet.
Menurut Bamsoet, konsep yang memadukan olahraga dan pameran UMKM dapat memberikan nilai tambah apabila pertemuan antara pelaku usaha, komunitas profesional, investor, dan jaringan alumni benar-benar diarahkan untuk membuka akses pasar serta peluang kerja sama baru.
Ia menilai UMKM masih menghadapi tantangan besar dalam memperluas pasar, memperoleh pembiayaan, mengadopsi teknologi, memperkuat standardisasi produk, serta masuk ke dalam rantai pasok yang lebih luas. Karena itu, kegiatan pameran tidak seharusnya berhenti pada aktivitas promosi, tetapi perlu menghasilkan koneksi bisnis yang berkelanjutan.
Bamsoet memaparkan bahwa perekonomian Indonesia sepanjang 2025 tumbuh 5,11 persen, meningkat dibandingkan pertumbuhan 2024 sebesar 5,03 persen. Produk Domestik Bruto atas dasar harga berlaku pada 2025 mencapai Rp23.821,1 triliun dengan PDB per kapita sekitar Rp83,7 juta.
Sementara pada triwulan I-2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat 5,61 persen secara tahunan. Konsumsi masyarakat tetap menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan tersebut.
“Pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61 persen pada triwulan I-2026 harus kita jadikan semangat untuk memperkuat sektor riil. Jangan sampai pertumbuhan ekonomi hanya terlihat dalam angka makro, sementara pelaku usaha di lapangan masih menghadapi persoalan akses pasar, modal, teknologi, dan distribusi,” kata Bamsoet.
Karena itu, ia berharap Golf Tournament & UMKM Exhibition 2026 mampu menjadi titik temu antara potensi usaha dan peluang ekonomi. Pelaku UMKM dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkenalkan produk, membangun jaringan, menemukan calon mitra, serta membuka kemungkinan kolaborasi dengan dunia usaha yang lebih besar.
Bamsoet yang juga Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia menilai penguatan UMKM merupakan salah satu fondasi penting dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional.
Data pemerintah menunjukkan sektor UMKM memiliki kontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto dan menyerap sebagian besar tenaga kerja nasional. Namun, kontribusinya terhadap ekspor masih relatif terbatas, sehingga peluang untuk meningkatkan daya saing UMKM di pasar global masih terbuka luas.
Menurut Bamsoet, tantangan tersebut harus dijawab melalui peningkatan kualitas produk, sertifikasi dan standardisasi, digitalisasi usaha, dukungan pembiayaan, penguatan manajemen, serta kemudahan akses terhadap rantai pasok nasional dan internasional.
“Posisi UMKM dalam perekonomian nasional sangat besar. Karena itu, pengembangan UMKM harus ditempatkan sebagai bagian dari strategi ekonomi nasional. Kita perlu mendorong UMKM dari sekadar bertahan menjadi usaha yang produktif, terdigitalisasi, memiliki standar mutu, dan mampu menembus pasar yang lebih luas,” tegasnya.
Menurut Bamsoet, jaringan alumni perguruan tinggi juga memiliki potensi besar dalam mendukung proses tersebut. Alumni yang berasal dari beragam profesi dan sektor usaha dapat membangun ekosistem kolaborasi, mempertemukan pelaku UMKM dengan pasar, sekaligus memberikan pendampingan dalam pengembangan bisnis.
Melalui tema “Swing to Grow 2026”, Perkumpulan Bumi Alumni UNPAD diharapkan mampu menghadirkan semangat tumbuh bersama, yakni menjadikan olahraga sebagai pintu masuk bagi terbangunnya relasi yang lebih produktif antara pelaku usaha, profesional, komunitas, dan masyarakat.
Agenda pernikahan massal yang turut disiapkan juga memperkuat dimensi sosial kegiatan. Dengan demikian, rangkaian acara tidak hanya berorientasi pada jejaring ekonomi, tetapi turut membawa semangat kepedulian dan gotong royong dalam membantu masyarakat.
Bamsoet berharap kegiatan tersebut dapat menjadi contoh bahwa peringatan Hari Sumpah Pemuda dapat diterjemahkan melalui aktivitas nyata yang memperkuat persatuan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi.
“Semangat Sumpah Pemuda harus terus dihidupkan dalam bentuk kolaborasi yang produktif. Persatuan bukan hanya slogan, tetapi kekuatan untuk membangun kesempatan usaha, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Bamsoet.
