Serangan Wereng Ancam Sawah Petani Sukadiri, Poktan Minta Pemkab Tangerang Turun Tangan

Anggota Poktan Rawakidang Lor 1 menyebut sedikitnya tiga hektare sawah telah dilaporkan terdampak. Luasan keseluruhan masih didata karena laporan dari petani dan kelompok tani lainnya belum seluruhnya masuk.

banner 468x60

TANGERANG — Petani padi di Kampung Rawakidang, wilayah Desa Sukadiri dan Desa Rawakidang, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, mengeluhkan serangan hama wereng yang mulai menyebabkan sebagian tanaman menguning dan mengering. Petani khawatir serangan semakin meluas dan mengancam hasil panen apabila tidak segera ditangani.

Ajat Sudrajat, anggota Kelompok Tani (Poktan) Rawakidang Lor 1, mengatakan sedikitnya sekitar tiga hektare lahan anggota kelompoknya telah dilaporkan mengalami serangan wereng.

banner 336x280

Menurut Ajat, angka tersebut belum menggambarkan keseluruhan luas lahan terdampak karena masih terdapat areal milik anggota lain serta kelompok tani lainnya yang belum seluruhnya masuk dalam pendataan.

“Di Poktan Rawakidang Lor 1 yang sudah dilaporkan ada sekitar tiga hektare. Itu belum dihitung dari anggota lain dan Poktan lainnya,” kata Ajat dalam keterangannya, Selasa (22/9/2026).

Ia menyebut serangan wereng juga terlihat di sejumlah hamparan persawahan sekitar Kampung Rawakidang. Apabila penyebaran terus berlanjut dan tidak segera dikendalikan, petani khawatir luas lahan terdampak akan semakin bertambah.

Tanaman Mulai Menguning dan Mengering

Berdasarkan dokumentasi lapangan yang diterima, terlihat sebagian rumpun padi mengalami perubahan warna dari hijau menjadi kekuningan hingga kecokelatan. Pada sejumlah bagian lahan, tanaman juga tampak mulai mengering.

Kondisi tersebut membuat petani khawatir produktivitas tanaman menurun menjelang masa panen. Namun, tingkat serangan dan luas kerusakan secara menyeluruh masih perlu diperiksa langsung oleh petugas pertanian.

Petani berharap pemeriksaan lapangan segera dilakukan untuk memastikan tingkat serangan wereng, luas areal terdampak serta langkah pengendalian yang paling tepat.

Sudah Dilaporkan ke Penyuluh Pertanian

Ajat mengatakan kondisi lahan tersebut telah dilaporkan kepada penyuluh pertanian dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sepatan, Sulaeman.

Laporan tersebut diharapkan segera ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung, pendataan luas lahan terdampak serta pendampingan kepada petani agar serangan tidak semakin meluas.

“Kami berharap ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Dinas Pertanian. Jangan sampai serangan semakin luas baru dilakukan penanganan,” ujar Ajat.

Ia juga meminta pemerintah kecamatan mengetahui kondisi yang dihadapi petani agar koordinasi penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Kerugian Dikhawatirkan Mencapai Puluhan Juta Rupiah

Petani memperkirakan potensi kerugian dapat mencapai puluhan juta rupiah apabila tanaman yang terserang tidak mampu menghasilkan panen secara optimal.

Meski demikian, nilai kerugian tersebut masih berupa perkiraan petani dan belum merupakan hasil perhitungan resmi dari pemerintah maupun petugas pertanian.

Begitu pula dengan luas keseluruhan sawah yang terdampak. Laporan yang telah tercatat dari Poktan Rawakidang Lor 1 baru sekitar tiga hektare, sementara lahan anggota lain dan kelompok tani lainnya masih belum seluruhnya terdata.

Karena itu, dugaan bahwa serangan telah mencapai puluhan hektare masih perlu dipastikan melalui pendataan lapangan.

Poktan Minta Pemkab Tangerang Turun Tangan

Ajat bersama Ketua Poktan Kidang Kencana, Nerin atau Sukri, berharap Dinas Pertanian Kabupaten Tangerang segera menurunkan petugas untuk melakukan pemeriksaan dan penanganan.

Petani membutuhkan arahan mengenai pola pengendalian hama, langkah penyelamatan tanaman serta upaya mencegah penyebaran wereng ke hamparan sawah lainnya.

Mereka juga berharap pemerintah tidak hanya melakukan pendataan, tetapi memberikan pendampingan teknis apabila kondisi tanaman membutuhkan penanganan khusus.

Petani Khawatir Gagal Panen

Serangan wereng yang terjadi di tengah masa pertumbuhan tanaman menimbulkan kekhawatiran akan penurunan hasil panen, bahkan potensi gagal panen apabila kerusakan semakin berat.

Petani berharap penanganan dilakukan sedini mungkin sebelum kondisi meluas dan berdampak terhadap pendapatan keluarga petani.

Menurut Ajat, perhatian pemerintah sangat dibutuhkan karena kerugian akibat gagal panen tidak hanya berkaitan dengan hilangnya hasil produksi, tetapi juga biaya pengolahan lahan, benih, pupuk dan perawatan yang telah dikeluarkan sejak awal musim tanam.

Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari Dinas Pertanian Kabupaten Tangerang maupun BPP Sepatan mengenai luas total serangan, tingkat kerusakan serta langkah penanganan yang akan dilakukan.

(Red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *