Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Pimred KITABARU.COM Ajak Teladani Akhlak Rasulullah

Syafrudin Budiman, S.IP., mengajak masyarakat menjadikan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum memperkuat ukhuwah, menebarkan kasih sayang, menjaga amanah, dan menghadirkan kebaikan bagi sesama.

banner 468x60

Jakarta — Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah, Selasa (25/8/2026), Pimpinan Redaksi KITABARU.COM, Syafrudin Budiman, S.IP., mengajak umat Islam menjadikan momentum kelahiran Rasulullah SAW sebagai sarana memperkuat kecintaan kepada Nabi sekaligus meneladani kemuliaan akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Syafrudin, peringatan Maulid Nabi tidak semestinya berhenti pada seremoni, tetapi harus menjadi ruang refleksi untuk menghadirkan kembali nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan pribadi, sosial, bermasyarakat, maupun berbangsa.

banner 336x280

“Mari meneladani kemuliaan akhlak Rasulullah SAW, memperkuat ukhuwah, menebarkan kasih sayang, dan menghadirkan kebaikan bagi sesama,” ujar Syafrudin Budiman.

Maulid sebagai Momentum Keteladanan

Syafrudin mengatakan Rasulullah SAW memberikan teladan mengenai kejujuran, amanah, kesabaran, kasih sayang, kepedulian terhadap sesama, serta keberanian dalam memperjuangkan kebenaran dan keadilan.

Nilai-nilai tersebut dinilai tetap relevan di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, termasuk dalam menghadapi tantangan kehidupan sosial dan derasnya arus informasi di ruang digital.

Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah harus mampu tercermin dalam sikap nyata, seperti menjaga ucapan, menghormati perbedaan, membantu masyarakat yang membutuhkan, serta menghindari tindakan yang dapat menimbulkan permusuhan.

“Kecintaan kepada Rasulullah hendaknya tidak hanya diucapkan, tetapi diwujudkan dalam tindakan. Menjaga amanah, berkata jujur, menghormati sesama dan membantu mereka yang membutuhkan merupakan bagian dari keteladanan yang harus terus kita hidupkan,” katanya.

Perkuat Ukhuwah dan Persaudaraan

Dalam kehidupan bangsa yang majemuk, Syafrudin memandang semangat persaudaraan menjadi semakin penting. Indonesia memiliki keberagaman suku, budaya, bahasa, daerah, serta latar belakang masyarakat yang harus terus dirawat sebagai kekuatan bangsa.

Karena itu, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah, memperkuat silaturahmi, dan menjaga kehidupan masyarakat agar tetap damai.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk semakin bijak dalam menggunakan media sosial. Kemudahan menyampaikan informasi harus diimbangi tanggung jawab untuk tidak menyebarkan fitnah, kabar yang belum terverifikasi, ujaran kebencian maupun konten yang dapat memecah persatuan.

Keteladanan Rasulullah dalam Kepemimpinan

Syafrudin menilai ajaran dan keteladanan Rasulullah SAW juga mempunyai relevansi kuat dalam kehidupan kepemimpinan.

Pemimpin, menurutnya, harus memahami bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Kekuasaan harus digunakan untuk melayani, menghadirkan keadilan, melindungi masyarakat, serta memberikan manfaat kepada rakyat.

Nilai amanah, kejujuran dan kepedulian sosial harus menjadi bagian dari karakter setiap pemimpin, baik di lingkungan pemerintahan, organisasi, dunia usaha maupun masyarakat.

“Jabatan adalah amanah. Keteladanan Rasulullah mengajarkan bahwa kepemimpinan bukan sekadar kehormatan, melainkan tanggung jawab untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat,” tutur Syafrudin.

Pers Harus Menjaga Amanah Informasi

Sebagai Pimpinan Redaksi KITABARU.COM, Syafrudin juga mengaitkan semangat Maulid dengan tanggung jawab insan pers.

Menurutnya, media memiliki amanah besar dalam menyampaikan informasi yang benar, akurat, berimbang, dan tidak menyesatkan masyarakat.

Di tengah persaingan kecepatan informasi, pers harus tetap menempatkan verifikasi, akurasi, etika jurnalistik dan kepentingan publik sebagai prinsip utama.

Ia menilai kemajuan teknologi dan media digital justru semakin menuntut insan pers untuk menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat.

“Bagi insan pers, amanah juga berarti menjaga kebenaran informasi. Kecepatan tidak boleh mengalahkan akurasi, dan pemberitaan harus tetap memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Menebarkan Kasih Sayang dan Kepedulian Sosial

Peringatan Maulid Nabi di berbagai daerah Indonesia juga identik dengan pengajian, pembacaan shalawat, doa bersama, santunan kepada anak yatim, berbagi makanan, dan kegiatan sosial lainnya.

Syafrudin menilai tradisi tersebut memiliki nilai yang sangat baik apabila mampu memperkuat solidaritas dan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Anak yatim, masyarakat kurang mampu, lansia, penyandang disabilitas, pekerja informal, serta keluarga yang menghadapi kesulitan ekonomi perlu mendapatkan perhatian bersama.

Menurutnya, kasih sayang yang dicontohkan Rasulullah SAW harus hadir melalui tindakan nyata, bukan hanya dalam bentuk ungkapan.

Maulid Nabi dan Semangat Membangun Indonesia

Syafrudin berharap momentum 12 Rabiul Awal 1448 H juga dapat memperkuat semangat masyarakat untuk bersama-sama membangun Indonesia yang damai, berkeadilan, beradab, dan sejahtera.

Kemajuan bangsa, menurutnya, tidak hanya ditentukan oleh pembangunan ekonomi dan teknologi, tetapi juga kualitas moral, integritas, karakter dan kepedulian sosial masyarakatnya.

Karena itu, keteladanan Rasulullah SAW dapat menjadi sumber nilai dalam membangun kehidupan bangsa yang lebih harmonis.

“Semoga cahaya akhlak Rasulullah SAW senantiasa menerangi hati, menuntun langkah, dan menguatkan ukhuwah kita semua,” ujar Syafrudin.

Keluarga besar KITABARU.COM memperingati:

MAULID NABI MUHAMMAD SAW
12 RABIUL AWAL 1448 H

“Meneladani Kemuliaan Akhlak Rasulullah, Memperkuat Ukhuwah, Menebarkan Kasih Sayang, dan Menghadirkan Kebaikan bagi Sesama.”

(Redaksi KITABARU.COM)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *