Jakarta, 14 Mei 2026 | Rilis Berita Resmi
JAKARTA – Dalam upaya memperkokoh kedaulatan ekonomi bangsa, Tim Ekonom Pancasila beserta jajaran akademisi dari berbagai perguruan tinggi yang dipimpin oleh Prof. Yudhie Haryono menggelar audiensi tingkat tinggi dengan Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman. Pertemuan strategis ini berlangsung di Kantor Staf Presiden (KSP), Jakarta, pada Rabu (13/5/2026).
Audiensi tersebut mengusung dua agenda krusial bagi arah masa depan negara. Pertama, penyerahan draft Rancangan Undang-Undang Perekonomian Nasional (RUUPN) yang digagas oleh kaukus ekonom dan difasilitasi oleh lembaga Nusantara Centre. Kedua, pematangan rencana peluncuran buku bertajuk “Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan”, sebuah karya yang dirancang sebagai ujung tombak penajaman wacana kedaulatan perekonomian nasional.
Membangun Fondasi Kemandirian Ekonomi
Lahirnya draft RUUPN ini merupakan hasil kristalisasi pemikiran yang panjang. Dokumen ini dirumuskan melalui rangkaian forum diskusi kelompok terarah (FGD) oleh Nusantara Centre yang melibatkan ragam kepakaran: mulai dari akademisi, ekonom, hingga para pemikir kebangsaan. Rekam jejak intelektual kaukus ini tidak diragukan lagi; mereka telah menelurkan lebih dari seribu artikel bertema ekonomi nasional, seratusan temu ilmiah, 50 jurnal terakreditasi, hingga empat buku referensi utama.
Lebih dari itu, penyusunan draft ini menjadi bagian integral dari tindak lanjut gagasan besar ekonomi nasional yang diamanatkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, melalui tim ekonomi yang dikomandoi oleh Burhanuddin Abdullah.
Dalam forum tersebut, ekonom muda Agus Rizal mendapat kehormatan memaparkan poin-poin fundamental RUUPN di hadapan Kepala Staf Kepresidenan. Paparannya menyoroti urgensi transformasi arah pembangunan ekonomi yang harus berbasis pada kemandirian, kedaulatan perencanaan, kemerdekaan implementasi, percepatan industrialisasi nasional, serta penguatan sektor ekonomi rakyat sebagai benteng menghadapi dinamika global.
Tonggak Kebangkitan Ekonomi Pancasila
Selain fokus pada regulasi struktural, pertemuan juga mematangkan perhelatan peluncuran buku Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan. Buku ini hadir sebagai tafsir kontemporer atas gagasan bernas ekonomi Pancasila dari mendiang Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo—Begawan Ekonomi Indonesia sekaligus ayahanda dari Presiden Prabowo Subianto.
Menyambut inisiatif tersebut, KSP Dudung Abdurachman menyatakan kesediaannya untuk hadir dan bertindak sebagai keynote speaker dalam acara peluncuran yang direncanakan berlangsung dalam waktu dekat. Perhelatan ini diproyeksikan menjadi simpul pertemuan akbar yang melibatkan 700 tokoh dari seluruh Indonesia, meliputi 100 ekonom, 100 dekan fakultas ekonomi, 100 pelaku UMKM, 100 bankir, 100 akuntan, 100 aktivis koperasi, dan 100 mahasiswa terpilih. Sebuah kolaborasi raksasa yang diyakini akan menjadi tonggak sejarah baru bagi kebangkitan Ekonomi Pancasila.
Sinergi Menuju Indonesia Bermartabat
Audiensi yang berlangsung selama kurang lebih dua jam tersebut diwarnai diskusi intelektual yang intens, diselingi canda hangat yang mencerminkan visi dan kepedulian yang sama terhadap masa depan republik. Para ekonom dan aktivis menilai pertemuan ini sebagai langkah esensial untuk mensinergikan pemikiran strategis kaum cendekiawan dengan dapur perumusan kebijakan negara.
Melalui kolaborasi dan sinergi yang terjalin, diharapkan fondasi ekonomi nasional akan berdiri makin kokoh dan pemerintah bekerja makin solid. Muaranya jelas: agar warga negara semakin sejahtera dan benar-benar menjadi tuan di negerinya sendiri.
“Kami berharap forum ini menjadi arus balik Nusantaraisme. Bahwa bangsa ini layak untuk lebih sejahtera, sentosa, bermartabat, adil, dan langgeng. Visi ini selaras dengan warisan pemikiran para pendiri bangsa yang merumuskan pijakan 5M: Merdeka, Mandiri, Modern, Martabatif, dan Manusiawi.”
— Prof. Yudhie Haryono
