Ulfa Bone Bantah Tudingan Dije terhadap Dasco, Minta Relawan Tak Terprovokasi

Ketua Umum Relawan Task Force Andalan 08 sekaligus Sekretaris Jenderal Aliansi Relawan Prabowo Gibran, Andi Ulfa Umar atau Ulfa Bone, meminta relawan tidak mudah terprovokasi oleh pernyataan yang berpotensi memperuncing hubungan antarpendukung politik.

banner 468x60

JAKARTA — Ketua Umum Relawan Task Force Andalan 08 sekaligus Sekretaris Jenderal Aliansi Relawan Prabowo Gibran (ARPG), Andi Ulfa Umar, A.Md., menanggapi pernyataan seorang bernama Dije yang mengaku sebagai relawan Joko Widodo dan mengaitkan Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad dengan gerakan Roy Suryo terkait polemik dugaan ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Andi Ulfa Umar yang akrab disapa Ulfa Bone menyatakan tidak sependapat dengan tudingan tersebut. Menurutnya, pernyataan yang mengaitkan Dasco dengan gerakan tertentu harus disertai dasar dan bukti yang jelas agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah kelompok relawan.

banner 336x280

“Karena itu, pandangan Dije yang menuduh Sufmi Dasco Ahmad terlibat dalam gerakan Roy Suryo tidak benar dan tidak memiliki dasar yang jelas. Jangan sampai pernyataan seperti ini justru menimbulkan kesalahpahaman di antara relawan,” ujar Ulfa di Jakarta, Senin (21/9/2026).

Ulfa, yang juga menjabat Wakil Ketua Umum Barisan Pembaharuan 08, menyebut berdasarkan pengetahuan organisasinya, kelompok yang disebut membawa nama relawan Jokowi tersebut tidak termasuk kelompok relawan yang diketahuinya terdata di struktur relawan pada masa Pemilu Presiden 2024.

Pernyataan tersebut merupakan klaim Ulfa berdasarkan pengalaman dan jaringan organisasinya. Hingga berita ini disusun, KITABARU belum memperoleh konfirmasi independen mengenai status organisasi yang disebut Dije maupun tanggapan langsung dari Dije atas pernyataan Ulfa.

Minta Relawan Tidak Terprovokasi

Ulfa meminta relawan Prabowo-Gibran maupun kelompok relawan yang selama ini mendukung Joko Widodo tidak mudah terpengaruh oleh pernyataan yang dapat memperuncing hubungan antarkelompok.

“Kepada seluruh relawan Prabowo-Gibran dan relawan Jokowi, jangan sampai terprovokasi dan mau diadu domba. Kita harus menjaga komunikasi dan stabilitas politik nasional,” tegasnya.

Menurut Ulfa, perbedaan pandangan politik seharusnya disampaikan secara terbuka dan berbasis fakta tanpa membangun prasangka antarkelompok pendukung.

Ia juga menilai komunikasi di antara tokoh politik pemerintahan menjadi penting dalam menjaga kelancaran agenda pemerintahan dan hubungan antarkekuatan politik.

Ulfa Soroti Komunikasi Gibran dan Dasco

Ulfa turut menyinggung interaksi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan Sufmi Dasco Ahmad dalam sejumlah agenda politik. Menurutnya, komunikasi tersebut menunjukkan hubungan kerja politik yang tetap terbangun.

“Kita memberikan apresiasi positif terhadap hubungan dan komunikasi antartokoh politik dalam pemerintahan. Koalisi Prabowo-Gibran perlu tetap solid dalam mengawal pemerintahan selama lima tahun ke depan,” ujarnya.

Penilaian mengenai soliditas politik tersebut merupakan pandangan Ulfa sebagai pimpinan organisasi relawan dan bukan kesimpulan independen KITABARU.

Dorong Relawan Fokus pada Program Pemerintah

Ulfa mengatakan konsolidasi relawan sebaiknya diarahkan untuk mengawal kebijakan pemerintah dan memastikan program-program yang dijalankan memberikan manfaat kepada masyarakat.

Ia menilai salah satu isu yang perlu mendapat perhatian adalah pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, investasi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi 6 sampai 8 persen tentu menjadi harapan bersama. Yang penting adalah bagaimana pertumbuhan tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, membuka lapangan kerja dan membawa Indonesia menuju negara maju,” katanya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 tumbuh 5,61 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada triwulan II-2026, pertumbuhan tercatat 5,29 persen secara tahunan, sementara pertumbuhan ekonomi sepanjang semester I-2026 mencapai 5,45 persen.

Ulfa menilai capaian tersebut masih perlu diperkuat melalui kebijakan yang mendorong konsumsi masyarakat, investasi, produktivitas serta penciptaan lapangan kerja.

“Pertumbuhan ekonomi harus dirasakan masyarakat secara luas. Ini menjadi bagian dari harapan mewujudkan Indonesia tumbuh dan Indonesia maju sebagaimana semangat Asta Cita menuju Indonesia Emas yang adil, makmur dan sejahtera,” ujarnya.

Relawan Diminta Jadi Kekuatan Konstruktif

Sebagai Sekretaris Jenderal ARPG dan mantan bagian dari Tim Bidang Kesehatan TKN Fanta pada Pemilu Presiden 2024, Ulfa menyatakan kelompok relawan tetap mendukung pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sekaligus mendorong pengawasan terhadap pelaksanaan program pemerintah.

“Kami mendukung kepemimpinan Prabowo-Gibran dan akan terus mengawal program-program pemerintahan. Bagi kami, relawan harus menjadi kekuatan konstruktif yang menjaga stabilitas sekaligus mengawasi agar program pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat,” pungkas Ulfa.

Hingga berita ini diterbitkan, KITABARU belum memperoleh tanggapan dari Dije mengenai bantahan dan pernyataan yang disampaikan Andi Ulfa Umar.

(Red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *