JAKARTA – Peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober menjadi momentum krusial bagi generasi muda untuk mengambil peran lebih dominan dalam pembangunan nasional. Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Putri Khairunnisa, menegaskan bahwa pemuda tidak boleh lagi sekadar menjadi objek atau penerima manfaat kebijakan pemerintah, melainkan harus bertransformasi menjadi subjek pengambil keputusan, pengawas program, dan penggerak ekonomi kerakyatan.
Dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (29/10/2026), Putri menyoroti sejumlah agenda strategis yang membutuhkan campur tangan aktif kaum muda. Di antaranya adalah pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan ekonomi nasional di tengah tekanan global, hingga percepatan pembangunan berbasis kerakyatan.
Menurutnya, semangat persatuan dalam Sumpah Pemuda harus diterjemahkan menjadi kontribusi nyata. Oleh karena itu, KNPI mendesak pemerintahan Prabowo-Gibran untuk membuka ruang partisipasi yang jauh lebih luas bagi pemuda dalam pelaksanaan dan pengawasan pembangunan.
Pemuda Terlibat dalam Pengawasan MBG
Putri menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan instrumen krusial dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) masa depan. Namun, ia menekankan bahwa pelaksanaannya membutuhkan pengawasan berlapis agar tepat sasaran.
Keterlibatan pemuda dinilai sangat mendesak mengingat luasnya jangkauan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh pelosok negeri. Ia mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memperkuat keterbukaan informasi publik dan tidak hanya mengandalkan mekanisme pengawasan internal.
“MBG adalah instrumen peningkatan kualitas SDM melalui asupan gizi. Pembaruan produk hukum dalam tata laksana program ini perlu melibatkan stakeholder, termasuk masyarakat dan pemuda, dalam fungsi pengawasan secara langsung,” ujar Putri.
Bagi KNPI, mengawasi program publik adalah bentuk keterlibatan riil pemuda dalam memastikan kebijakan yang menyentuh urusan rakyat terlaksana secara transparan dan akuntabel.
Kawal Ekonomi Kerakyatan dan Stabilitas Pasar
Selain urusan gizi, Putri juga menyoroti hantaman ekonomi nasional akibat tekanan global. Ia mengaitkan semangat Sumpah Pemuda dengan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha untuk memperkokoh ketahanan ekonomi bangsa.
KNPI secara khusus mendorong penguatan ekonomi mikro melalui percepatan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, pengembangan Koperasi Desa (Kopdes), serta integrasinya dengan SPPG. Langkah ini dipercaya mampu memperkuat perputaran ekonomi di tingkat akar rumput.
“KNPI mendorong seluruh elemen masyarakat, terutama para pengusaha, agar turut berperan dalam menjaga stabilitas pasar modal Indonesia dalam menghadapi tekanan global,” tutur Putri.
Di akhir keterangannya, Putri menegaskan bahwa peran generasi muda harus melampaui batas-batas kegiatan seremonial semata. KNPI menuntut agar pemerintah melibatkan pemuda secara riil dalam merumuskan kebijakan yang berorientasi pada hilirisasi dan penguatan ekonomi kerakyatan.
“Kami mendorong pemerintah untuk menjadikan pemuda sebagai salah satu stakeholder utama pembangunan. Pembangunan nasional tidak hanya soal menghadirkan program, tetapi juga memberikan kesempatan kepada pemuda untuk ikut menentukan arah kebijakan,” pungkasnya.














