BEKASI — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada 5 Oktober 2026 menjadi momentum untuk memberikan penghormatan kepada seluruh prajurit TNI sekaligus mengajak generasi muda merefleksikan nilai disiplin, keberanian, solidaritas dan pengabdian kepada bangsa.
Semangat tersebut disampaikan Avelino Aleksander Saldi, S.T., Ketua Laskar Gibran Kota Bekasi, organisasi yang merupakan underbouw DPD PSI Kota Bekasi. Menurutnya, nilai-nilai perjuangan TNI perlu diterjemahkan generasi muda ke dalam karya, kreativitas dan aksi nyata yang relevan dengan tantangan zaman.
“Selamat HUT ke-81 TNI. Buat kami anak muda, TNI bukan hanya tentang seragam dan senjata, tetapi tentang mental, disiplin, keberanian, loyalitas dan semangat memberikan yang terbaik untuk bangsa,” ujar Avelino.
Menurut Avelino, generasi muda tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah perubahan zaman yang berlangsung begitu cepat. Kemajuan teknologi digital, ekonomi kreatif, kewirausahaan, olahraga, pendidikan hingga gerakan sosial justru membuka ruang luas bagi anak muda untuk mengambil peran.
“Anak muda jangan cuma rebahan, jangan cuma komentar dan jangan cuma viral-viralan. Kita harus bergerak. Kalau punya ide, eksekusi. Kalau punya kemampuan, kembangkan. Kalau melihat masalah, cari solusi,” tegasnya.
Ia menilai karakter berani mencoba, berani menghadapi kegagalan dan mampu bangkit kembali merupakan modal penting bagi generasi muda untuk ikut membawa Indonesia semakin maju. Semangat tersebut, kata dia, selaras dengan nilai ketangguhan dan pantang menyerah yang selama ini menjadi bagian dari pengabdian TNI.
TNI Menginspirasi, Pemuda Beraksi
Avelino menegaskan, pengabdian kepada Indonesia tidak selalu harus diwujudkan dengan menjadi prajurit. Setiap anak muda memiliki medan perjuangannya masing-masing, baik melalui pendidikan, dunia usaha, olahraga, teknologi, ekonomi kreatif maupun kegiatan sosial.
“Tidak harus memakai seragam untuk mengabdi kepada negara. Anak muda yang belajar sungguh-sungguh, bekerja keras, menciptakan lapangan pekerjaan, membantu masyarakat dan menghasilkan karya positif juga sedang berjuang untuk Indonesia,” katanya.
Sebagai Ketua Laskar Gibran Kota Bekasi, Avelino juga menekankan pentingnya organisasi kepemudaan menjadi ruang untuk belajar, berdiskusi, berkolaborasi dan melahirkan gagasan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Anak muda jangan cuma dijadikan objek. Anak muda harus menjadi subjek. Kita harus diberi ruang untuk bicara, berkarya dan ikut menentukan arah masa depan,” ungkapnya.
Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak menjadikan perbedaan pilihan politik sebagai alasan memutuskan persahabatan maupun persaudaraan. Menurutnya, demokrasi membutuhkan anak muda yang mampu berdiskusi secara sehat, menghormati perbedaan dan tetap menjaga persatuan.
“Boleh beda pilihan, boleh beda pandangan, bahkan boleh debat. Tapi setelah itu kita tetap teman, tetap saudara dan tetap satu Indonesia,” ujarnya.
Avelino turut mengingatkan pentingnya kecerdasan digital di kalangan generasi muda. Menurutnya, media sosial harus menjadi sarana menyebarkan gagasan dan karya positif, bukan ruang untuk memperbesar konflik maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Jangan sampai jempol kita lebih cepat daripada pikiran kita. Sebelum membagikan sesuatu, cek dulu. Sebelum menyerang orang, pahami dulu persoalannya. Anak muda harus cerdas secara digital,” katanya.
Bekasi Butuh Anak Muda yang Berani Bergerak
Avelino melihat Kota Bekasi memiliki potensi besar karena dihuni masyarakat dengan latar belakang yang beragam, termasuk pelajar, mahasiswa, pekerja, pelaku UMKM, komunitas kreatif dan berbagai organisasi kepemudaan.
Menurutnya, potensi tersebut harus dipertemukan melalui kolaborasi dan kegiatan produktif. Energi besar anak muda Bekasi, kata dia, jangan sampai hanya berhenti di ruang digital.
“Bekasi ini kota besar. Potensi anak mudanya luar biasa. Jangan sampai energi sebesar ini hanya habis di media sosial. Kita harus mengubah energi digital menjadi energi produktif,” tuturnya.
Ia berharap momentum HUT ke-81 TNI dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk memperkuat nasionalisme melalui tindakan nyata, mulai dari belajar dengan sungguh-sungguh, bekerja keras, menjaga persatuan, membantu sesama hingga menciptakan karya yang bermanfaat.
“Selamat HUT ke-81 TNI. Terima kasih kepada seluruh prajurit TNI atas pengabdian dan perjuangannya menjaga Indonesia. Sekarang giliran kami anak muda meneruskan semangat itu melalui karya, kreativitas, keberanian dan kepedulian,” pungkas Avelino.
Ia menegaskan bahwa masa depan Indonesia membutuhkan generasi muda yang tidak hanya memiliki mimpi, tetapi juga keberanian untuk bergerak dan mengambil tanggung jawab.
“Anak muda harus berani bermimpi, berani bergerak dan berani mengambil tanggung jawab. Jangan hanya menunggu Indonesia berubah. Kita adalah generasi yang harus ikut membuat perubahan itu terjadi,” tegasnya.
















