Perampingan BUMN Didukung LOGIS 08, Ciptakan Efisiensi Ekonomi Nasional

Ketua Umum LOGIS 08 Anshar Ilo menilai pengelompokan BUMN menjadi 20 klaster bisnis di bawah Danantara akan menghapus tumpang tindih usaha.

JAKARTA, 23 Juli 2026 – Perampingan BUMN melalui skema streamlining serta konsolidasi berbasis klaster usaha yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto mendapatkan apresiasi dan dukungan penuh dari elemen masyarakat.Kelompok relawan Prabowo-Gibran yang tergabung dalam LOGIS 08 menyatakan bahwa langkah restrukturisasi massal ini merupakan keputusan geopolitik dan finansial yang krusial guna memacu efisiensi ekonomi nasional secara menyeluruh.

Ketua Umum LOGIS 08, Anshar Ilo, menegaskan bahwa esensi utama dari kebijakan ini bukan sekadar memangkas kuantitas atau jumlah entitas perusahaan pelat merah semata.Transformasi ini difokuskan pada pengelompokan korporasi negara secara rigid berdasarkan bidang lini bisnisnya masing-masing.Pola ini dirancang untuk menghapus tumpang tindih portofolio bisnis, memperkokoh integrasi rantai pasok antarperusahaan, serta mengoptimalkan peran strategis holding besar di bawah payung Danantara.

“Perampingan ini merupakan langkah taktis dan strategis untuk menciptakan ekosistem BUMN yang jauh lebih sehat, transparan, profesional, dan berdaya saing global.Dengan begitu, perusahaan-perusahaan milik negara ini mampu memberikan kontribusi dividen serta pendapatan yang jauh lebih masif terhadap kurva pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Anshar Ilo dalam keterangan tertulisnya kepada media, Kamis (23/7/2026).

Menurut mantan Wakil Ketua Umum DPP KNPI ini, arah peta jalan transformasi korporasi negara tersebut akan bermuara pada konsolidasi terpadu yang membagi BUMN ke dalam sekitar 20 klaster bisnis strategis.Pembagian sektor utama tersebut meliputi klaster energi, ketenagalistrikan, pertambangan, ketahanan pangan, kehutanan, infrastruktur publik, konstruksi, transportasi, logistik, telekomunikasi, perbankan, asuransi, farmasi, industri strategis pertahanan, hingga pengelolaan properti dan kawasan industri.

LOGIS 08 menilai integrasi klaster ini sangat selaras dengan komitmen jangka panjang agenda reformasi birokrasi dan korporasi yang dicanangkan pemerintah.Penataan tata kelola yang ramping dan adaptif diyakini menjadi modalitas utama bagi Indonesia untuk menghadapi disrupsi ekonomi global, sekaligus memastikan seluruh aset kekayaan negara dikelola secara optimal demi kemakmuran masyarakat luas.


Catatan Redaksi (Backgrounder): Organisasi LOGIS 08 aktif bergerak sebagai wadah relawan nasional yang mengawal implementasi visi-misi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.Fokus dukungan diarahkan pada penguatan stabilitas ekonomi, akselerasi industri nasional, serta reformasi tata kelola kelembagaan negara menuju Indonesia Emas 2045.