KITABARU, JAKARTA – Sorotan publik terkait alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pengadaan 1.098 ekor sapi kurban oleh Presiden Prabowo Subianto menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah memantik respons dari berbagai kalangan. Kelompok relawan Logis 08 meminta masyarakat untuk melihat isu ini secara objektif dan proporsional.
Ketua Umum Logis 08, Anshar Ilo, menyayangkan adanya pihak-pihak yang dinilai memelintir kebijakan tersebut menjadi komoditas serangan politik terhadap kepala negara. Menurutnya, bantuan sapi kurban tersebut murni merupakan bagian dari program Bantuan Kemasyarakatan Presiden (Banmaspres) yang memiliki payung hukum jelas dan terencana dalam sistem keuangan negara.
“Ini jangan digiring seolah-olah Presiden memakai uang negara untuk kepentingan pribadi. Bantuan sapi kurban ini adalah bagian dari program kemasyarakatan negara yang memang dianggarkan secara resmi melalui APBN.”
— Anshar Ilo, Ketua Umum Logis 08
Bukan Hal Baru dan Berdayakan Ekonomi Desa
Anshar mengingatkan publik untuk memahami perbedaan mendasar antara mekanisme bantuan resmi negara dengan manuver pencitraan pribadi. Ia menegaskan bahwa program bantuan sosial dan kemasyarakatan yang melekat pada institusi kepresidenan sudah menjadi tradisi yang diwariskan sejak era pemerintahan sebelumnya.
“Di era Presiden sebelumnya juga ada bantuan sapi kurban melalui negara. Jadi jangan seolah-olah baru sekarang dipersoalkan. Kalau dulu dianggap wajar, maka hari ini publik juga harus objektif dalam menilainya,” tegas Anshar di Jakarta, Rabu (27/5/2026).
Lebih jauh, ia menyoroti bahwa pengadaan massal 1.098 ekor sapi kurban ini membawa multiplier effect (efek ganda) yang sangat positif bagi perekonomian daerah. Langkah pemerintah membeli sapi langsung dari berbagai wilayah di Indonesia menjadi stimulus konkret bagi sektor peternakan.
“Ini bukan hanya sekadar soal ibadah kurban, tetapi juga strategi menggerakkan ekonomi peternak rakyat. Ada perputaran uang di desa, ada peternak lokal yang terbantu, dan pastinya ada masyarakat kecil di pelosok yang menerima manfaat dari daging kurban tersebut,” paparnya.
Penjelasan Resmi Pihak Istana
Polemik ini bermula ketika pihak Istana, melalui Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro, merilis keterangan bahwa bantuan ribuan sapi kurban Presiden Prabowo tersebut bersumber dari APBN. Total anggaran yang dialokasikan mencapai sekitar Rp100 miliar untuk 1.098 ekor sapi yang didistribusikan secara merata ke seluruh pelosok Tanah Air.
Menutup pernyataannya, Anshar Ilo mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi sumbang yang sengaja dibangun untuk mendiskreditkan pemerintah di tengah momentum suci Idul Adha.
“Kalau ada kritik silakan, itu bagian dari demokrasi. Tapi jangan memecah belah masyarakat dengan narasi seolah Presiden melanggar aturan. Semua ada mekanismenya dan menggunakan sistem resmi negara yang dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.
