Putera Sukarno : Bangsa Ini Butuh Keteladanan, Bukan Sekadar Jabatan

Opini18 Views
banner 468x60

Kitabaru.com, Jakarta – Muhammad Putera Sukarno Al Haddad atau yang akrab disapa Putera Sukarno, melaksanakan takziah ke rumah duka mantan Wakil Presiden RI ke-6, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, di kawasan Menteng, Senin (2/3/2026).

Dalam wawancara khusus usai melayat, cucu Sukarno itu menekankan pentingnya meneladani sosok Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno sebagai figur yang dikenal sabar, teguh, dan penuh pengabdian kepada bangsa.

banner 336x280

Menurutnya, di tengah dinamika kehidupan berbangsa yang semakin kompleks, masyarakat Indonesia membutuhkan keteladanan yang lahir dari karakter, bukan sekadar jabatan.

“Kesabaran adalah kekuatan yang sunyi. Dari kesabaran lahir kebijaksanaan, dan dari pengabdian lahir ketulusan,” ujarnya.

Sosok Pengabdian dalam Sejarah Bangsa

Try Sutrisno dikenal sebagai tokoh militer yang kemudian dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia periode 1993–1998. Namun lebih dari itu, ia dinilai sebagai figur yang konsisten menjaga nilai disiplin, loyalitas, serta pengabdian terhadap negara.

Putera Sukarno menyampaikan bahwa dalam perjalanan sejarah Indonesia, selalu ada figur-figur yang bekerja dalam senyap, namun kontribusinya begitu besar bagi stabilitas dan keberlangsungan bangsa.

“Bangsa ini dibangun bukan hanya oleh mereka yang berdiri di depan mimbar, tetapi juga oleh mereka yang bekerja dengan ketulusan dan kesabaran,” tuturnya.

Ia juga mengajak generasi muda untuk melihat sejarah secara utuh dan adil, serta mengambil nilai-nilai positif yang dapat diteruskan.

Kesabaran sebagai Kekuatan Moral

Dalam pandangannya, kesabaran bukanlah sikap pasif, melainkan kekuatan moral yang menjaga seseorang tetap teguh di tengah tekanan dan perubahan.

Try Sutrisno dinilai menunjukkan karakter tersebut dalam perjalanan pengabdiannya, baik ketika berada di lingkungan militer maupun saat mengemban tugas kenegaraan sebagai Wakil Presiden.

Nilai kesetiaan pada bangsa dan komitmen menjaga persatuan menjadi pelajaran penting yang patut diwariskan.
“Pengorbanan dan budi pekerti adalah fondasi kepemimpinan. Tanpa itu, kekuasaan tidak memiliki makna,” tambahnya.

Mewariskan Cita-cita Kebangsaan

Putera Sukarno berharap semangat pengabdian yang ditunjukkan oleh para tokoh bangsa, termasuk Try Sutrisno, dapat menjadi inspirasi bagi generasi penerus.

Menurutnya, cita-cita Indonesia yang berdaulat, adil, dan bermartabat hanya dapat dicapai jika setiap anak bangsa menanamkan nilai integritas, kesabaran, serta ketulusan dalam kehidupan sehari-hari. “Keteladanan adalah warisan paling berharga. Ia tidak lekang oleh waktu,” ujarnya lembut.***

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed