Nagekeo — Cerita tidak biasa datang dari sejumlah nelayan Desa Nangadhero, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), saat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu (15/8/2026) pagi.
Seorang nelayan bernama Patta Daeng bersama 14 rekannya mengaku melihat seekor ikan berukuran sangat besar muncul berulang kali ke permukaan laut ketika mereka sedang berada di tengah perairan dan bersiap menebar jaring.
Menurut kesaksian Daeng yang diberitakan media, ukuran ikan tersebut terlihat hampir sebesar kapal yang mereka gunakan. Kemunculannya membuat para nelayan mengurungkan niat menebar jaring karena khawatir alat tangkap mereka rusak.
“Kami akhirnya membatalkan rencana menebar jaring karena merasa takut. Jika kami melanjutkannya, jaring pasti akan rusak,” tutur Daeng sebagaimana diberitakan.
Putuskan Kembali ke Daratan
Setelah melihat ikan tersebut muncul beberapa kali, kelompok nelayan kemudian memutuskan tidak melanjutkan aktivitas penangkapan ikan dan memilih kembali menuju daratan.
Dalam perjalanan pulang itulah mereka mengalami kejadian berikutnya. Kapal jenis lampara yang mereka tumpangi tiba-tiba berguncang cukup kuat.
Awalnya para nelayan menduga getaran berasal dari gangguan atau kerusakan mesin kapal. Namun setelah mesin dimatikan, guncangan masih tetap terasa.
Daeng juga menggambarkan kondisi permukaan laut pada saat kejadian terlihat tidak seperti biasanya, bahkan disebut seolah-olah sedang “mendidih”.
Situasi tersebut terjadi berdekatan dengan gempa kuat yang kemudian diketahui mengguncang wilayah Nagekeo dan sejumlah daerah lain di Nusa Tenggara Timur.
BMKG Catat Gempa M7,7
Berdasarkan pemutakhiran parameter Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026 sekitar pukul 04.58 WIB.
Gempa memiliki magnitudo M7,7 dengan kedalaman 15 kilometer. Episenternya berada di laut sekitar 30 kilometer arah timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.
Gempa tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami. Pengamatan muka laut BMKG kemudian mencatat perubahan tinggi muka air di sejumlah wilayah.
Di antaranya terdeteksi di Labuan Bajo, Sikka, Flores Timur, Dompu, Bulukumba, Baubau, Kolaka, serta Maurole di Ende.
BMKG selanjutnya menyatakan peringatan dini tsunami akibat gempa M7,7 tersebut telah berakhir pada pagi hari yang sama.
Kemunculan Ikan Belum Bisa Disebut Pertanda Gempa
Kesaksian nelayan mengenai kemunculan ikan berukuran besar menjadi bagian menarik dari pengalaman warga ketika bencana terjadi. Namun, kemunculan ikan tersebut tidak dapat serta-merta disimpulkan sebagai pertanda ilmiah akan terjadinya gempa bumi.
Dalam cerita para nelayan, anggapan mengenai kemunculan ikan sebagai kemungkinan “pertanda bencana” merupakan interpretasi berdasarkan pengalaman mereka saat berada di laut.
Belum ada informasi dalam laporan tersebut mengenai identifikasi jenis ikan yang muncul maupun kajian ilmiah yang membuktikan adanya hubungan langsung antara kemunculan ikan tersebut dengan gempa M7,7 Nagekeo.
Karena itu, kejadian tersebut lebih tepat ditempatkan sebagai kesaksian warga mengenai fenomena yang mereka lihat sebelum dan ketika guncangan terjadi, bukan sebagai metode untuk memprediksi gempa.
Nangadhero Salah Satu Wilayah Terdampak
Desa Nangadhero merupakan salah satu kawasan pesisir di Kecamatan Aesesa yang ikut terdampak gempa. Pascabencana, sejumlah warga meninggalkan rumah dan bertahan di beberapa lokasi pengungsian.
Gempa tersebut juga memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat pesisir dan nelayan. Sejumlah laporan menyebut adanya kerusakan rumah maupun sarana perahu di kawasan terdampak.
Kesaksian Patta Daeng dan kelompok nelayan tersebut menjadi gambaran bagaimana masyarakat yang sedang beraktivitas di tengah laut mengalami langsung situasi ketika gempa kuat mengguncang kawasan Nagekeo.
Masyarakat tetap diimbau mengandalkan informasi resmi BMKG untuk mengetahui aktivitas kegempaan, potensi tsunami, maupun gempa susulan dan tidak menjadikan fenomena alam atau perilaku satwa sebagai satu-satunya dasar memperkirakan terjadinya bencana.
(Red)



















