CIKARANG TIMUR — Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 menjadi momentum penting bagi kalangan pemuda untuk memperkuat persatuan, membangun komunikasi, serta menyatukan gagasan demi kemajuan daerah. Semangat tersebut tercermin dalam kegiatan dialog publik yang diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Cikarang Timur dengan melibatkan berbagai organisasi kepemudaan (OKP) dan elemen pemuda setempat.
Ketua DPK KNPI Kecamatan Cikarang Timur, Muhammad Padli Fauzi, S.Ip., menegaskan bahwa persatuan pemuda menjadi salah satu tujuan utama yang ingin diwujudkan melalui keberadaan KNPI di tingkat kecamatan.
Dalam sambutannya, Muhammad Padli Fauzi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tamu undangan, perwakilan OKP, para senior, serta berbagai elemen kepemudaan yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri kegiatan tersebut.
Menurutnya, dialog publik ini merupakan langkah awal untuk membangun ruang komunikasi yang terbuka bagi pemuda di Kecamatan Cikarang Timur. Melalui forum tersebut, setiap organisasi diharapkan dapat saling bertukar pandangan, menyampaikan aspirasi, serta merumuskan gagasan konstruktif bagi pembangunan wilayah.
“Alhamdulillah, pada malam hari ini kita dapat berkumpul dalam agenda dialog publik yang menjadi kegiatan perdana KNPI Cikarang Timur bersama organisasi-organisasi kepemudaan. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan mendukung terselenggaranya kegiatan ini,” ungkap Muhammad Padli Fauzi.
Ia menjelaskan bahwa KNPI merupakan wadah yang menaungi beragam organisasi kepemudaan dengan latar belakang, karakter, dan warna perjuangan yang berbeda. Namun, perbedaan tersebut seharusnya menjadi kekuatan untuk membangun kebersamaan, bukan menjadi alasan untuk terpecah belah.
Menurutnya, keberagaman organisasi yang ada di lingkungan KNPI justru menjadi modal sosial yang berharga untuk memperkuat solidaritas dan memperluas kontribusi pemuda bagi masyarakat.
“Sejak awal saya mengemban amanah ini, salah satu tujuan utama saya adalah bagaimana mempersatukan pemuda di Kecamatan Cikarang Timur. Kita memiliki berbagai organisasi dengan warna dan karakter masing-masing. Namun, melalui KNPI, kita berharap semua bisa duduk bersama, saling menghargai, dan menyatukan pemikiran untuk kemajuan wilayah kita,” tegasnya.
Dialog Publik sebagai Ruang Kolaborasi Pemuda
Lebih lanjut, Muhammad Padli Fauzi berharap dialog publik tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi awal dari gerakan kolaboratif yang melibatkan seluruh elemen kepemudaan.
Ia mengajak para pengurus OKP, aktivis, serta generasi muda di Kecamatan Cikarang Timur untuk berani menyampaikan gagasan, memberikan masukan, dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah.
Baginya, kemajuan suatu wilayah tidak hanya bergantung pada peran pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, khususnya generasi muda yang memiliki energi, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman.
Karena itu, KNPI diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi antara berbagai organisasi kepemudaan sekaligus menjadi ruang bertemunya ide-ide yang dapat dikembangkan menjadi program nyata.
Ia juga menekankan bahwa pemuda perlu mengambil peran strategis dalam menjawab berbagai tantangan sosial, ekonomi, pendidikan, dan pembangunan di tingkat lokal.
“Harapan saya, melalui KNPI ini, seluruh pemuda di Kecamatan Cikarang Timur dapat berkontribusi dengan pemikiran dan kemampuan masing-masing. Mari kita bersama-sama memberikan sumbangsih terbaik untuk kemajuan Kecamatan Cikarang Timur,” ujarnya.
Memaknai Sumpah Pemuda sebagai Semangat Persatuan
Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 juga menjadi alasan penting diselenggarakannya dialog publik tersebut.
Muhammad Padli Fauzi mengingatkan bahwa Sumpah Pemuda bukan sekadar peristiwa sejarah yang diperingati setiap tahun, melainkan tonggak persatuan bangsa yang harus terus dihidupkan melalui tindakan nyata.
Semangat yang diperjuangkan para pemuda pada 28 Oktober 1928, menurutnya, tetap relevan untuk menjawab tantangan generasi muda saat ini.
Di tengah keberagaman organisasi, perbedaan pandangan, dan dinamika sosial, pemuda dituntut untuk tetap menjaga persaudaraan serta menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan kelompok.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, para peserta juga dijadwalkan mengikuti pembacaan ikrar Sumpah Pemuda bersama sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan bangsa sekaligus peneguhan komitmen untuk menjaga persatuan.
Ia berharap semangat tersebut dapat menjadi landasan bagi seluruh organisasi kepemudaan untuk memperkuat sinergi dan menghadirkan kontribusi yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Pada dasarnya, Sumpah Pemuda mengajarkan kita tentang pentingnya persatuan. Karena itu, mari kita jadikan momentum ini untuk mempererat hubungan antarpemuda, menghilangkan sekat-sekat perbedaan, dan bersama-sama memikirkan masa depan Kecamatan Cikarang Timur yang lebih baik,” tambahnya.
Pemuda Harus Hadir dengan Gagasan dan Tindakan Nyata
Menutup sambutannya, Ketua DPK KNPI Kecamatan Cikarang Timur, Muhammad Padli Fauzi, mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan dialog publik sebagai ruang bertukar gagasan secara terbuka dan konstruktif.
Ia berharap diskusi yang berlangsung dapat melahirkan pemikiran-pemikiran baru yang dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama antarorganisasi kepemudaan.
Baginya, kekuatan pemuda tidak hanya terletak pada jumlah dan semangat yang dimiliki, tetapi juga pada kemampuan membangun komunikasi, menjaga persatuan, serta menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.
Ia pun menyampaikan permohonan maaf apabila dalam penyelenggaraan kegiatan maupun sambutannya terdapat kekurangan yang kurang berkenan bagi para tamu undangan.
Dialog publik tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi KNPI Cikarang Timur untuk membangun ekosistem kepemudaan yang lebih solid, inklusif, dan produktif.
Di bawah semangat kebersamaan yang digaungkan Muhammad Padli Fauzi, KNPI Cikarang Timur diharapkan tidak sekadar menjadi wadah berhimpunnya berbagai organisasi, tetapi juga menjadi rumah bersama bagi generasi muda untuk menyatukan visi, memperkuat kolaborasi, dan mengambil peran nyata dalam pembangunan daerah.
Sebab, ketika pemuda mampu mengesampingkan perbedaan dan menyatukan tujuan, di situlah kekuatan kolektif tumbuh menjadi energi perubahan bagi masa depan Kecamatan Cikarang Timur.

















