Mbah Raden Marfu, Penyebar Islam di Bekasi yang Dimakamkan di Pemakaman Keramat Mede Mekarwangi

Kitabaru, Bekasi – Mbah Raden Marfu atau Mbah Guru adalah tokoh penyebar Agama Islam di wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Makam beliau berada di Pemakaman Keramat Mede, Kampung Rawa Banteng, RT 02 RW 02, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, Indonesia.

Menurut juru kunci sekaligus salah satu keturunan Mbah Raden Marfu, Raden H. Pudin Adi Sucipto, Mbah Guru merupakan keturunan ulama dan bangsawan.

*Silsilah dari Garis Ayah*

Dari garis ayah, Mbah Guru adalah keturunan dari Mbah Raden Syekh Muhammad Yusuf bin Mbah Raden Syekh Moh. Alim Panungulan Banten bin Mbah Raden Syekh Abdul Karim Banten bin Mbah Raden Natadimanggala bin Mbah Raden Sawidak Reana, hingga ke Mbah Raden Susunan Giri Laya bin Mbah Raden Malaya bin Mbah Raden Tumenggung Singa Ratu Ing Mataram bin Mbah Raden Pangeran Haris Baya bin Mbah Raden Pangeran Sumedang atau Pangeran Gesanulung bin Mbah Raden Tapas Watun bin Mbah Raden Singa Manggala bin Mbah Raden Susunan Ronggolawe, sampai ke Mbah Raden Singa Bangsa atau Singa Perbangsa. Garis ini masih terkait dengan Mbah Raden Nurman Ing Batu Wangi Garut, hingga ke Mbah Raden Kudalanjar bin Mbah Ratu Buhun atau Ratu Puhun bin Mbah Raden Ratu Galuh Pakuan Bogor.

*Silsilah dari Garis Ibu*

Sedangkan dari garis ibu, Mbah Guru adalah putra dari Mbah Raden Nyai Murtasiah binti Mbah Raden Kartawidjaya bin Mbah Raden Simbar Djaya bin Mbah Raden Demang Tameng Laga, hingga ke Mbah Raden Tumenggung Wira Saba bin Mbah Raden Tumenggung Dongkol, yang merupakan keturunan Sayyidina Gedeng Mataram atau Ki Ageng Pemanahan (DIY), garis keturunan Sayyidina Husain bin Sayyidina Ali beristri Siti Fatimah Az-Zahra, cucu Nabi Muhammad SAW.

*Peran dan Keturunan*

“Mbah Guru adalah pendakwah dan pejuang kemerdekaan Negara Republik Indonesia,” kata Raden H. Pudin A.S., di kediamannya, Senin, 20 Juli 2026.

Raden Haji Pudin Adi Sucipto menambahkan, Mbah Guru merupakan anak pertama dari lima bersaudara. Empat adiknya adalah Raden Bakrie, Raden Mustofa yang merupakan Pendiri Masjid Agung Al-Falah Setu, Raden Mansyur, dan Raden Isa yang merupakan Pendiri Masjid Al-Masyur Muqorobin Cileungsi Kaum, Bogor.

“Garis keturunan Mbah Guru tersebar sampai ke wilayah Bogor, seluruh Nusantara, bahkan dunia,” ungkap Raden H. Pudin.

Menjaga Sejarah untuk Generasi Mendatang

“Kami membuka sejarah Mbah Raden Marfu sesuai silsilah yang tertulis dari keturunan kami. Tujuannya agar generasi yang akan datang, terutama para pelaku sejarah dan keturunan beliau, mengerti sejarah yang sebenarnya dan tidak tercerai-berai. Intinya berbeda-beda tetapi satu tujuan untuk kemaslahatan umat,” pungkasnya. (red)