Ketum Relawan All Cipayung Nusantara Apresiasi Presiden Prabowo Tidak Naikkan Harga BBM Subsidi

Jakarta, Politik90 Dilihat
banner 468x60

Kitabaru.com, Jakarta –  Di tengah guncangan krisis BBM dunia akibat konflik di Selat Hormuz, banyak negara yang mengambil langkah menaikkan harga BBM dalam negeri mereka. Bagi negara-negara yang bergantung suplai minyak kawasan timur tengah tak berdaya dan sudah kalangkabut dengan di tengah perang AS – Israel vs Iran.

Ketua Umum Relawan All Cipayung Nusantara David Pajung mengapresiasi dan memuji langkah pemerintah, yang tetap tidak menaikkan harga di BBM Subsidi. David sapaan akrabnya mengatakan, Indonesia juga ikut mengalami imbas yang berat. Namun Pemerintahan Prabowo-Gibran punya cara yang cerdas dan taktis dalam menangani dampak krisis minyak dunia.

banner 336x280

“Pemerintah berhasil mencari pasokan suplai dari negara lain. Baik dari Amerika Serikat, Rusia maupun mengoptimalkan sumberdaya dalam negeri. Ini yang perlu apresiasi,” ujar David Pajung dalam rilisnya, Senin (20/4/2026) di Jakarta.

Menurut David, Presiden Prabowo tidak hanya serta merta menaikkan harga BBM, khususnya BBM Subsidi. Dimana menjadi nafas kehidupan, sebagian besar masyarakat Indonesia kelas menengah ke bawah.

“Ini adalah komitmen Bapak Presiden sebagai proteksi negara bagi masyarakat kecil. Langkah ini juga sesungguhnya membuktikan bahwa ditengah krisis minyak dunia, Indonesia membuktikan ketahanan energi nasional kita masih kuat,” ucap David.

Sebagaimana diketahui bahwa pada tanggal 18 Apri 2026 PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi seperti Pertamax Turbo (RON 98), Dexlite, dan Pertamina Dex. Kenaikan ini didorong oleh penyesuaian harga pasar, sementara BBM subsidi (Pertalite dan Solar) dipastikan tetap stabil.

Berikut Rincian Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi (18 April 2026):

Pertamax Turbo (RON 98): Naik menjadi sekitar Rp19.400 per liter.

Dexlite: Naik menjadi sekitar Rp23.600 per liter.

Pertamina DEX: Naik menjadi sekitar Rp23.900 per liter.

“Alasan menaikkan harga adalah penyesuaian mengikuti harga pasar.
Sementara BBM Subsidi pemeintah menjamin tidak akan dinaikkan hingga akhir tahun 2026,” pungkas David. (red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *