KemenP2MI dan IOM Gelar Dialog Multi-Pemangku Kepentingan Perekrutan Etis PMI Sektor Kelapa Sawit

Jakarta, 7 Mei 2026 – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI/BP2MI) bekerja sama dengan International Organization for Migration (IOM) Indonesia menggelar Dialog Multi-Pemangku Kepentingan tentang Perekrutan Etis dalam kerangka People Positive Palm (P3) Project di Hotel Grand Mansion Menteng, Jakarta Pusat.

Dialog ini bertujuan memperkuat mekanisme perekrutan etis dan perlindungan pekerja migran Indonesia (PMI) di sektor kelapa sawit, khususnya koridor Indonesia-Malaysia, untuk mencegah eksploitasi, kerja paksa, dan tindak pidana perdagangan orang.

Foto: Suasana Dialog Multi-Pemangku Kepentingan Perekrutan Etis PMI sektor kelapa sawit di Jakarta, 7 Mei 2026.

Halili Priyadi, Humas Perkumpulan Pengusaha Pekerja Migran Indonesia (PERPEMINDO), dalam kesempatan tersebut menyampaikan pentingnya kolaborasi antar pemangku kepentingan.

“Perekrutan etis bukan hanya kewajiban, tapi investasi jangka panjang bagi martabat dan kesejahteraan pekerja migran kita,” ujar Halili Priyadi.

Sementara itu, Jeffrey Labovitz, Chief of Mission IOM Indonesia, menekankan bahwa People Positive Palm Project bertujuan memitigasi risiko kerja paksa dalam rantai pasok kelapa sawit global.

“Kolaborasi dengan pemerintah Indonesia dan asosiasi seperti APJATI serta PERPEMINDO sangat strategis untuk menciptakan model perekrutan yang adil dan berkelanjutan,” katanya.

Foto: Suasana diskusi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Perwakilan APJATI dan PERPEMINDO menyambut baik penyelenggaraan dialog ini. Kedua asosiasi menyatakan komitmen penuh mendukung implementasi standar IRIS IOM, termasuk prinsip zero recruitment fee, serta siap berkolaborasi dalam meningkatkan kualitas penempatan PMI di sektor kelapa sawit.

Dialog ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan People Positive Palm (P3) Project yang didukung oleh Consumer Goods Forum – Human Rights Coalition (CGF-HRC). KemenP2MI, IOM, APJATI, dan PERPEMINDO akan terus memperkuat kerja sama melalui pelatihan dan pemantauan implementasi di lapangan.


Kegiatan ini menegaskan komitmen bersama untuk mewujudkan perekrutan pekerja migran yang etis, transparan, dan menghormati hak asasi manusia.