Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data positif perekonomian Indonesia. Pertumbuhan ekonomi triwulan I-2026 mencapai 5,61 persen (year on year), naik dari 5,39 persen pada triwulan IV-2025. Besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku tercatat sebesar Rp6.187,2 triliun.
Tokoh relawan Prabowo-Gibran sekaligus Koordinator Aliansi Relawan Prabowo-Gibran (ARPG), Syafrudin Budiman (Gus Din), menyambut baik capaian ini. Menurutnya, kenaikan ini menjadi bukti nyata bahwa visi-misi Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mulai dirasakan masyarakat.
“Visi-Misi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming semakin nyata dirasakan masyarakat. Kenaikan dari Triwulan IV 2025 sebesar 5,39% menjadi 5,61% pada Triwulan I 2026 adalah prestasi keberhasilan Presiden Prabowo,” kata Gus Din kepada media, Kamis (7/5/2026) di Jakarta.
Foto 1: Syafrudin Budiman (Gus Din) saat menyampaikan keterangan pers terkait pertumbuhan ekonomi.
Gus Din, yang juga Ketua Umum DPP Perhimpunan UKM Indonesia dan Ketua Barisan Pembaharuan 08 (BP-08), sangat optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus meningkat dan melampaui 6 persen sepanjang tahun 2026.
“Indonesia akan keluar dari kutukan pertumbuhan ekonomi 5% dari tahun ke tahun. Hari ini sudah 5,61% dan sedikit lagi akan terus tumbuh di atas 6% pada 2026. Ini berkat serapan lapangan kerja yang baik, masuknya investasi asing, program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, Kampung Nelayan, dan berbagai program lainnya,” tegasnya.
Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 13,14 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) tumbuh paling tinggi hingga 21,81 persen.
Infografis BPS: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan I-2026.
Pada triwulan I-2026, Pulau Jawa masih mendominasi struktur perekonomian nasional dengan kontribusi 57,24 persen dan pertumbuhan 5,79 persen (y-on-y).
Catatan Positif Sepanjang 2025
Gus Din juga menyampaikan bahwa ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025 tumbuh 5,11 persen, lebih tinggi dibandingkan 5,03 persen pada 2024. PDB atas dasar harga berlaku sepanjang 2025 mencapai Rp23.821,1 triliun dengan PDB per kapita Rp83,7 juta atau setara USD 5.083,4.
“Data ini menunjukkan dari tahun ke tahun pertumbuhan ekonomi terus meningkat. Ini bukti kepemimpinan Presiden Prabowo yang berhasil membawa Indonesia ke arah yang lebih baik,” pungkas Gus Din.
Dengan tren positif ini, Syafrudin Budiman meyakini momentum kebangkitan ekonomi Indonesia akan terus berlanjut, membawa harapan baru bagi masyarakat dan pelaku usaha di seluruh Tanah Air.
