Diluncurkan Meriah, Kini Tak Berfungsi: Website Pasar Wisata Sumenep Tuai Sorotan

Berita, Travel, Wisata192 Dilihat
banner 468x60

Kitabaru.com, Sumenep – Pemerintah Kabupaten Sumenep sebelumnya menggelar acara seremonial gala dinner sekaligus launching pasar wisata pada 14 November 2025. Kegiatan tersebut ditandai dengan peluncuran website resmi pasar pariwisata yang beralamat di

https://pasarpariwisata.sumenepkab.go.id/

banner 336x280

yang digadang-gadang menjadi pintu informasi utama sektor wisata daerah.
Acara itu berlangsung cukup meriah dan dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, SH., MH., bersama sejumlah kepala dinas terkait. Dalam sambutannya saat itu, pemerintah daerah menegaskan komitmen untuk mendorong peningkatan kunjungan wisata melalui pemanfaatan teknologi digital.

Peluncuran website tersebut sempat disambut positif oleh masyarakat, khususnya para pelaku usaha di sektor pariwisata. Kehadiran platform digital ini diharapkan mampu menjadi sarana promosi yang efektif, sekaligus memudahkan wisatawan dalam mengakses informasi destinasi, budaya, hingga potensi lokal yang dimiliki Sumenep.

Harapan itu tidak berlebihan. Mengingat Sumenep memiliki kekayaan wisata yang cukup beragam, mulai dari wisata bahari, religi, hingga budaya. Website tersebut diyakini dapat menjadi jembatan antara potensi daerah dengan pasar wisata yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.

Namun, realita yang terjadi justru jauh dari ekspektasi. Setelah berjalan lebih dari lima bulan sejak diluncurkan, website pasar pariwisata tersebut diketahui tidak berfungsi dan tidak memberikan informasi seperti yang diharapkan. Hal ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat.

Tim redaksi yang mencoba mengakses laman tersebut mendapati bahwa isi website minim informasi. Halaman yang tersedia hanya menampilkan tampilan depan, sementara menu-menu yang ada tidak berisi data atau konten yang diharapkan oleh pengunjung.

Kondisi ini tentu menjadi ironi, mengingat website tersebut sebelumnya dipromosikan sebagai salah satu inovasi digital untuk mendongkrak sektor pariwisata daerah. Alih-alih menjadi pusat informasi, platform tersebut justru terkesan terbengkalai.

Situasi ini pun memicu berbagai reaksi dari masyarakat. Banyak pihak mempertanyakan sejauh mana keseriusan Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam mengembangkan sektor pariwisata, khususnya melalui transformasi digital yang sempat digaungkan.

Tidak hanya itu, pelaksanaan gala dinner dan launching yang digelar pada November tahun lalu juga mulai disorot. Sebagian kalangan menilai kegiatan tersebut lebih bersifat seremonial semata tanpa diiringi implementasi yang nyata di lapangan.

Sorotan juga mengarah pada penggunaan anggaran daerah dalam kegiatan tersebut. Masyarakat berharap, ke depan setiap program yang diluncurkan tidak hanya berhenti pada seremoni, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi perkembangan pariwisata dan perekonomian di Kabupaten Sumenep. (red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *