Bongkar Dalang Haus Kekuasaan Dibalik BEM UGM

pernyataan sikap ksti

Opini42 Views
banner 468x60

OPINI KEBANGSAAN

banner 336x280

Agitasi Elite Gelap, Bongkar Dalang Haus Kekuasaan di Balik BEM UGM!

Pernyataan Ketua BEM UGM di podcast Pojok Keramat tidak bisa dibaca sebagai kritik mahasiswa yang murni dan steril dari kepentingan. Aroma politiknya terlalu pekat. Narasinya terlalu sistematis. Momentumnya terlalu presisi.

Empat tuntutan yang digelorakan, copot Kapolri, reformasi Polri tanpa peta jalan, usir militer dari ruang politik, hingga serangan terhadap arah diplomasi negara bukan sekadar evaluasi. Ini pola. Ini orkestrasi. Ini agitasi.

Dan publik berhak bertanya siapa yang meniup peluitnya?

Di balik mimbar kampus yang terhormat, kita mencium bayang-bayang kekuasaan. Ada birahi dini berkuasa yang tak sabar menunggu momentum konstitusional. Ada capres gagal yang belum berdamai dengan kekalahan. Ada oligarki hitam yang kehilangan akses, ada koruptor yang terdesak, ada mantan kuasa yang ingin panggungnya kembali.

Jika kepingan ini disusun, terbentuklah potensi koalisi gelap yang bertaruh pada instabilitas.

 

Kritik? Itu hak suci dalam demokrasi.

Tetapi kritik yang dibajak menjadi alat percepatan ambisi kekuasaan adalah pengkhianatan terhadap etika gerakan.

“Reformasi jilid dua” bukan slogan kosong. Ia bisa menjadi kode mobilisasi. Sejarah 1998 memberi pelajaran, instabilitas adalah celah emas bagi mereka yang tak sabar menunggu proses.

Copot Kapolri?

Jika ada problem, mari bicarakan regulasi. Perkuat pengawasan. Susun roadmap reformasi. Bukan lempar tuntutan populis yang berpotensi melemahkan tulang punggung keamanan nasional di tengah badai global.

Narasi militer masuk politik?

Reformasi telah mengubur dwifungsi. Jangan bangkitkan hantu sejarah untuk membakar emosi publik demi keuntungan elite yang ingin panggungnya kembali terang.

 

Bangsa ini sedang menghadapi tekanan ekonomi global, geopolitik yang panas, serta konsolidasi nasional yang belum sepenuhnya matang. Stabilitas bukan kemewahan ia kebutuhan.

UGM adalah raksasa moral republik. Sejarahnya berdarah-darah dalam perjuangan intelektual bangsa. Karena itu, suara dari sana harus menjadi cahaya, bukan corong birahi dini berkuasa atau kepentingan oligarki hitam.

Demokrasi bukan panggung konspirasi elite.

Demokrasi adalah adu gagasan, data, dan solusi. bukan panggung dramaturgi kemarahan yang diarahkan.

Jika ada agenda, buka terang-terangan.

Publik berhak tahu siapa berdiri di belakang siapa.

Yang dipertaruhkan bukan sekadar jabatan.

Yang dipertaruhkan adalah persatuan nasional.

PERNYATAAN SIKAP

Kabeh Sedulur Tamansiswa Indonesia

Kami mendukung hak kritik sebagai pilar demokrasi.

Kami menolak keras kritik yang dijadikan kendaraan birahi dini berkuasa, capres gagal, dan oligarki hitam.

Kami menolak narasi krisis yang dibangun tanpa data, tanpa solusi, hanya untuk menciptakan instabilitas.

Kami mendesak adu gagasan terbuka, transparan, dan konstitusional.

Kami menyerukan seluruh elemen bangsa untuk waspada terhadap provokasi yang dapat merusak konsolidasi nasional.

Setiap perubahan harus melalui jalan konstitusi.

Setiap koreksi harus berbasis rasionalitas.

Bukan jalan pintas kekuasaan.

Bangsa ini terlalu besar untuk dijadikan alat tawar-menawar elite.

Rakyat terlalu mulia untuk dijadikan pion permainan gelap.

Demokrasi harus memukul balik manipulasi.

Stabilitas adalah fondasi kehidupan bangsa.

Persatuan adalah darah republik.

Merdeka.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *