KITABARU, JAKARTA — Aktivis 98 Resolution Network menyampaikan dukungan dan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas penunjukan Naniek Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Menurut Aktivis 98 Resolution Network, Agustin Lumban Gaol, penunjukan Naniek S. Deyang sebagai Kepala BGN merupakan langkah yang tepat dan telah sesuai dengan hasil evaluasi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah Berdasarkan Evaluasi Kinerja
“Pencopotan Kepala BGN tentu telah berdasarkan hasil evaluasi kinerja, bukan semata karena faktor kedekatan. Sehingga penunjukan Ibu Naniek S. Deyang sebagai Kepala BGN oleh Presiden Prabowo Subianto sudah sesuai hasil evaluasi,” ujar Agustin Lumban Gaol kepada awak media di Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Rekam Jejak dan Ketegasan Naniek di Lapangan
Agustin mengatakan, berdasarkan hasil pengamatan 98 Resolution Network, rekam jejak Naniek selama menjabat sebagai Wakil Kepala BGN menunjukkan kapasitasnya sebagai pemimpin yang tegas serta memiliki kepekaan tinggi dalam merespons berbagai persoalan dan laporan terkait tata kelola Program Makan Bergizi Gratis.
Menurutnya, Naniek kerap turun langsung ke lapangan untuk memastikan kebenaran berbagai laporan yang diterima. Dari hasil pengawasan tersebut, ditemukan sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak menjalankan operasional sesuai ketentuan. Terhadap pelanggaran tersebut, BGN memberikan peringatan keras hingga penghentian sementara operasional dapur yang tidak memenuhi standar.
“Langkah ketegasan dan keberanian ini harus kita dukung dan kawal bersama, mengingat sejak program MBG berjalan, berbagai kritik dan sorotan terus bermunculan,” ujarnya.
Kritik Harus Berbasis Data
Agustin menilai kritik terhadap Program MBG merupakan hal yang wajar dalam proses pengawasan publik. Namun, ia menyayangkan adanya kritik yang tidak berbasis data sehingga berpotensi menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.
“Seolah-olah Program MBG menjadi momok yang menakutkan, bahkan terkesan gagal dan hanya menjadi ladang korupsi. Padahal program ini memiliki tujuan yang sangat mulia untuk meningkatkan kualitas gizi generasi penerus bangsa,” katanya.
Harapan Pembenahan dan Prioritas Daerah 3T
Agustin berharap pergantian pejabat tinggi di BGN dapat menjadi momentum untuk melakukan pembenahan sehingga tata kelola program menjadi lebih baik, transparan, dan akuntabel.
Ia juga menyoroti masih lambatnya pembangunan dapur MBG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Menurutnya, wilayah 3T seharusnya menjadi prioritas karena masyarakat di daerah tersebut lebih rentan mengalami masalah gizi dan stunting.
“Ironic memang, pembangunan dapur MBG di daerah 3T belum secepat pembangunan di wilayah lainnya. Padahal daerah 3T merupakan skala prioritas karena masyarakat di sana rentan mengalami gizi buruk dan stunting,” ujarnya.
Visi untuk Generasi Emas Indonesia
Agustin berharap Kepala BGN yang baru dapat menjalankan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan tidak ada lagi masyarakat Indonesia yang mengalami kekurangan gizi maupun stunting. Selain itu, para siswa penerima manfaat diharapkan tumbuh menjadi generasi yang sehat, kuat, unggul, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Mereka diharapkan menjadi pemimpin masa depan bangsa yang mampu membawa kesejahteraan bagi rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote,” ujar Agustin.
Menurutnya, para siswa penerima manfaat Program MBG juga akan memiliki rasa nasionalisme dan tanggung jawab yang kuat untuk menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia karena sejak usia dini mereka telah merasakan kehadiran negara melalui pemenuhan kebutuhan gizi yang baik.
Sumber: Pernyataan Agustin Lumban Gaol, Aktivis 98 Resolution Network, 5 Juni 2026
