Kitabaru.com, Jakarta – Ketua Yayasan 78, dr. Relly Reagen, menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas pejabat eselon I dan II di tingkat provinsi serta kabupaten/kota melalui pelatihan mitigasi bencana yang terstandar dan terintegrasi dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing jabatan.
Hal ini disampaikan Reagen sapaan akrabnya dalam wawancara media, Rabu (4/2/2026) di Jakarta.
Menurutnya, lemahnya respons dan koordinasi pejabat daerah yang kerap terlihat setiap kali terjadi bencana menjadi indikator serius perlunya kebijakan yang lebih tegas dan sistematis dalam pengelolaan kebencanaan.
“Kita berulang kali melihat saat bencana terjadi, banyak pejabat daerah gagap, tidak siap, dan tidak memahami peran strategisnya. Ini tidak boleh terus berulang,” tegas Reagen.
Yayasan 78 mendorong agar kepemilikan sertifikat pelatihan kebencanaan dijadikan syarat dan ketentuan bagi pejabat kepala dinas dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sertifikasi tersebut diharapkan berasal dari lembaga yang kompeten dan diakui, baik melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) maupun Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), serta melibatkan elemen kebencanaan yang berpengalaman.
Selain peningkatan kapasitas pejabat, Relly Reagen juga menekankan pentingnya penguatan kesiapsiagaan masyarakat di daerah-daerah yang telah terpetakan dan termitigasi risiko bencananya. Pemerintah daerah diusulkan untuk menyediakan tas siaga bencana bagi masyarakat serta melibatkan berbagai organisasi relawan dan komunitas.
“Organisasi seperti Pramuka, Wanadri, komunitas pecinta alam, organisasi mobil offroad, dan motor trail memiliki peran strategis dalam respons cepat dan distribusi bantuan di medan sulit. Mereka harus dilibatkan secara terstruktur,” tambahnya.
Lebih lanjut, Yayasan 78 mendorong agar langkah-langkah strategis ini dikonsolidasikan dan dikoordinasikan oleh Kementerian Dalam Negeri agar menjadi kebijakan nasional yang mengikat pemerintah daerah.
“Dengan adanya standar kompetensi, sertifikasi, dan pelibatan lintas elemen, diharapkan penanganan bencana di Indonesia dapat berjalan lebih cepat, terkoordinasi, dan berdampak nyata dalam menyelamatkan masyarakat,’ pungkas dr. Relly Reagen. (red)



















