Kitabaru,CIKARANG BARAT – Wargi Jati Cabang Kabupaten Bekasi menggelar rapat kerja (Raker) perdana pada Minggu (27/9/2026) di Sekretariat Wargi Jati, Kampung Rawa Banteng RT 02/RW 02, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.
Ketua Wargi Jati Cabang Kabupaten Bekasi, Raden Haji Pudin Adi Sucipto, menyampaikan terima kasih kepada Tim Pendaftaran Cagar Budaya Kabupaten Bekasi yang telah hadir.
“Terima kasih kepada seluruh yang hadir pada hari ini, semoga kegiatan ini mendapat restu dari para leluhur kita, dan keberkahan dari Allah SWT untuk kita semua,” ujar R.H. Pudin Adi Sucipto.
Ia menjelaskan, agenda raker kali ini adalah merumuskan program kerja Wargi Jati, baik jangka pendek maupun jangka panjang.
Sementara itu, Sekretaris Wargi Jati Cabang Kabupaten Bekasi, Raden Sukoco, memaparkan sejumlah program jangka pendek yang akan dijalankan.
“Program jangka pendek antara lain pendaftaran Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) seni Dutpong, pembuatan website sejarah, penelitian dan pendaftaran Makam Mbah Raden Marfu, pengajuan nama jalan, CSR, usulan gelar tradisi budaya, dan kemitraan UMKM,” jelasnya.
Untuk program jangka panjang, lanjutnya, meliputi perubahan susunan pengawas Wargi Jati Cabang Kabupaten Bekasi, penelitian sejarah sumur tua dan alat musik kecapi, sedekah bumi, penggalian potensi desa, pembentukan yayasan pendidikan, dan Rakerda setiap 5 tahun sekali.
Di tempat yang sama, Sekretaris Dewan Kebudayaan Daerah sekaligus Anggota Tim Pendaftaran Cagar Budaya Kabupaten Bekasi, Rafiek, mengapresiasi pelaksanaan raker tersebut.
“Kedatangan kami selaku perwakilan Dewan Kebudayaan dan Tim Pendaftar Cagar Budaya memenuhi undangan Raker Yayasan Al Waliyul Islam (Wargi Jati Cabang Kabupaten Bekasi). Alhamdulillah dalam raker ini terlahir gagasan dan ide yang dirangkum dalam program kerja jangka pendek dan jangka panjang,” ujarnya.
Menurutnya, prioritas program saat ini adalah pengusulan calon WBTb Dugpong atau Bedug Jaipong.
“Harapan saya selaku penggiat budaya, dengan keberadaan yayasan ini potensi Desa Mekarwangi khususnya di bidang kebudayaan dapat tergali, dan yayasan dapat membantu pembangunan desa,” pungkasnya.
*(Red/Sky)*







