Sufmi Dasco Ahmad : Center of Gravity dan Benteng Stabilitas Prabowo

Opini35 Views
banner 468x60

Oleh : Surya Fermana

(Observer Intelijen)

banner 336x280

 

Kitabaru.com, Jakarta – Memasuki fase krusial konsolidasi pemerintahan pada tahun 2026 ini, dinamika politik nasional tidak lagi sekadar diwarnai oleh dialektika kebijakan publik yang lazim, melainkan telah bergeser ke arah benturan kepentingan yang melibatkan instrumen operasi asimetris yang dirancang secara sistematis untuk mendisrupsi kepemimpinan nasional.

Serangan verbal yang dilancarkan oleh figur seperti Gatot Nurmantyo, yang dengan gegabah menyebarkan narasi anakronistik mengenai adanya “cara-cara komunis” di jantung kekuasaan, sejatinya merupakan sebuah bentuk deception operation (operasi penyesatan) yang bertujuan menciptakan instabilitas melalui isu sensitif tanpa basis bukti empiris maupun relevansi faktual yang nyata.

Dalam perspektif intelijen strategis, serangan ini bukanlah ditujukan kepada individu Sufmi Dasco Ahmad (SDA) secara personal, melainkan merupakan upaya deligitimasi terstruktur terhadap sosok yang kini menjadi Center of Gravity atau titik berat kekuatan politik Presiden Prabowo Subianto, mengingat SDA adalah integrator utama yang memastikan seluruh elemen kekuatan pendukung pemerintah tetap solid, kohesif, dan satu komando.

Upaya melemahkan SDA dengan tuduhan yang tidak beralasan tersebut merupakan manifestasi dari ketakutan para aktor politik lama terhadap efektivitas kerja pemerintahan yang kian tak tertandingi berkat kepiawaian SDA dalam melakukan sinkronisasi antara kepentingan partai, parlemen, dan eksekutif secara harmonis.

Jika kita membedah lebih dalam melalui kacamata intelijen siber, narasi negatif ini memiliki korelasi linear dengan indikasi adanya operasi digital masif yang diduga kuat digerakkan oleh jejaring logistik besar tertentu melalui mobilisasi pasukan buzzer untuk melakukan pembunuhan karakter (character assassination) secara beruntun.

Operasi informasi ini bekerja dengan pola Social Engineering yang sangat halus, mencoba menciptakan keretakan antara Presiden dan SDA, karena para aktor balik layar ini menyadari sepenuhnya bahwa selama SDA berdiri kokoh sebagai penjaga pintu gerbang kebijakan dan konsolidator kekuatan, maka celah bagi kepentingan rente maupun oligarki predatoris untuk mengintervensi agenda strategis nasional akan tertutup rapat secara permanen.

Peran luar biasa Sufmi Dasco Ahmad dalam menjaga ritme stabilitas pemerintahan Prabowo bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari kecakapan manajerial politik tingkat tinggi yang melampaui standar rata-rata politisi nasional saat ini, di mana ia mampu bertindak sebagai mentor politik sekaligus arsitek di balik layar yang berhasil menyatukan faksi-faksi besar dalam koalisi pemerintahan yang kompleks.

Kehadiran SDA yang selalu berada di sisi Presiden, termasuk posisi strategisnya dalam berbagai momentum kenegaraan, merupakan bentuk apresiasi tulus Presiden atas dedikasi dan loyalitas panjang (long-term loyalty) yang telah teruji dalam berbagai palagan politik, mulai dari pemenangan pemilu hingga penyusunan kabinet yang inklusif.

SDA memiliki kemampuan unik untuk menerjemahkan visi besar Presiden ke dalam langkah-langkah taktis di tingkat legislasi dan kebijakan publik, sehingga hambatan birokrasi maupun potensi pembangkangan politik dapat diredam sejak dini melalui diplomasi tingkat tinggi yang elegan dan substantif.

Penghormatan yang ditunjukkan oleh lingkaran dalam Presiden kepada SDA bukanlah sebuah anomali protokoler, melainkan pengakuan kolektif atas senioritas dan kapasitas intelektualnya dalam menjaga marwah kepemimpinan nasional agar tetap berwibawa di tengah tantangan geopolitik global yang kian dinamis.

Melemahkan Sufmi Dasco Ahmad secara langsung berarti mencoba meruntuhkan fondasi stabilitas yang sedang dibangun oleh Presiden Prabowo, sebuah manuver yang jika dibiarkan hanya akan menguntungkan para pemain lama dan aktor oportunis yang menginginkan terjadinya disrupsi politik demi kepentingan kelompok yang sempit.

Oleh karena itu, publik harus menyadari bahwa soliditas antara Presiden dan SDA adalah kunci utama keberlanjutan agenda pembangunan nasional, dan segala bentuk fitnah serta operasi informasi yang ditujukan kepada SDA hanyalah upaya naif dari pihak-pihak yang kehilangan relevansi politik di era baru ini.***

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *