DELI SERDANG — Komitmen PT Propernas Nusa Dua (PND) dalam memperkuat tata kelola perusahaan, efektivitas pengawasan, serta akselerasi pengembangan kawasan kembali ditegaskan melalui kunjungan kerja Dewan Komisaris dan Direksi ke Kota Mandiri Bekala, Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (8/10/2026).
Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda peninjauan proyek. Lebih dari itu, kehadiran langsung jajaran pimpinan PND di kawasan pengembangan menjadi bagian dari langkah strategis perusahaan untuk memastikan setiap proses pembangunan berjalan selaras dengan target korporasi, prinsip tata kelola yang baik, serta visi pengembangan kawasan hunian yang memiliki nilai jangka panjang.
Agenda lapangan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan rapat gabungan Dewan Komisaris dan Direksi. Forum strategis ini menjadi ruang untuk mengevaluasi perkembangan proyek, mencermati kondisi faktual di lapangan, mengidentifikasi berbagai tantangan, sekaligus merumuskan langkah-langkah penguatan yang diperlukan perusahaan.
Jajaran Direksi PND hadir lengkap, terdiri atas Direktur Utama Rizqi Aswaransyah P., Direktur Keuangan Ibnu Maulana I. Arief, dan Direktur Prima Ramadian M.
Sementara dari jajaran Dewan Komisaris hadir Komisaris Utama Giuseppe Kapoyos, bersama Komisaris Anshar dan Khadafi Dwi Anugrah, didampingi Sekretaris Perusahaan dan Sekretaris Dewan Komisaris.
Pengawasan Berbasis Fakta Lapangan
Komisaris Utama PND Giuseppe Kapoyos menegaskan bahwa kunjungan langsung ke proyek memiliki arti penting dalam memastikan fungsi pengawasan perusahaan berjalan secara substantif.
Menurutnya, pengawasan korporasi tidak semestinya hanya bertumpu pada laporan administratif. Pemahaman terhadap kondisi aktual proyek menjadi bagian penting agar setiap evaluasi dan rekomendasi yang diberikan benar-benar memiliki dasar yang kuat.
«“Kunjungan lapangan ini penting agar kami tidak hanya menerima laporan di atas kertas, tetapi bisa melihat langsung perkembangan proyek, kondisi lapangan, serta berbagai hal yang menjadi perhatian dalam pengembangan Kota Mandiri Bekala,” ujar Giuseppe.»
Menurut Giuseppe, interaksi langsung dengan kondisi proyek memberikan perspektif yang lebih komprehensif bagi Dewan Komisaris dalam menjalankan fungsi pengawasan sekaligus memberikan masukan strategis kepada Direksi.
Dalam konteks tersebut, kunjungan lapangan menjadi bagian dari upaya membangun keselarasan antara perencanaan korporasi dan realitas implementasi di lapangan.
Ia juga menilai rapat gabungan antara Dewan Komisaris dan Direksi memiliki posisi strategis dalam menjaga kesinambungan komunikasi serta menyatukan perspektif mengenai arah pengembangan perusahaan.
Sinergi Direksi dan Komisaris Jadi Fondasi
Komisaris PND Anshar menambahkan bahwa turun langsung ke lapangan merupakan bentuk keseriusan Dewan Komisaris dalam menjalankan mandat pengawasan.
Ia menilai, pemahaman terhadap kondisi faktual proyek diperlukan agar masukan kepada Direksi tidak sekadar bersifat administratif, tetapi mampu menjawab kebutuhan nyata dalam pengembangan kawasan.
«“Bagi kami di Dewan Komisaris, turun langsung ke lapangan itu penting. Kita ingin melihat secara nyata bagaimana progresnya, apa yang sudah berjalan, apa yang masih menjadi tantangan, dan apa yang perlu diperkuat,” ujar Anshar.»
Menurut Anshar, kekuatan sebuah korporasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menjalankan proyek, tetapi juga oleh kualitas tata kelola, koordinasi, pengambilan keputusan, serta konsistensi dalam melakukan evaluasi.
Karena itu, rapat gabungan Direksi dan Komisaris dipandang sebagai bagian penting dalam membangun kesamaan persepsi dan memastikan setiap keputusan strategis memiliki landasan yang kuat.
“Harapan kita tentu sederhana, apa yang kita lihat dan bahas hari ini tidak berhenti sebagai rapat. Harus ada tindak lanjut, ada langkah konkret, sehingga kinerja perusahaan semakin baik dan proyek Kota Mandiri Bekala terus berkembang,” tegas Anshar.
Dari Kawasan Hunian Menuju Agenda Strategis Nasional
Pengembangan Kota Mandiri Bekala memiliki dimensi strategis yang lebih luas. Kawasan tersebut merupakan salah satu proyek yang dikembangkan PT Propernas Nusa Dua melalui sinergi Perumnas dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan kawasan hunian terintegrasi di Deli Serdang, sekaligus mengoptimalkan aset dan kekuatan antar-BUMN untuk menghasilkan manfaat ekonomi dan sosial yang lebih besar.
Dalam perspektif pembangunan nasional, pengembangan kawasan hunian terintegrasi juga memiliki relevansi dengan kebutuhan penyediaan rumah bagi masyarakat.
Karena itu, penguatan kinerja proyek diharapkan dapat ikut memberikan kontribusi terhadap agenda strategis Pemerintah Presiden Prabowo Subianto dalam memenuhi kebutuhan tiga juta unit rumah.
Bagi PND, tantangan tersebut sekaligus menjadi peluang untuk memperkuat kapasitas perusahaan sebagai bagian dari ekosistem pembangunan perumahan nasional.
Kunjungan Dewan Komisaris dan Direksi ke Kota Mandiri Bekala pada akhirnya memperlihatkan satu pesan penting: pengawasan, pengelolaan dan eksekusi harus berjalan dalam satu orkestrasi strategis.
Dengan tata kelola yang kuat, komunikasi yang solid, serta keputusan yang berpijak pada kondisi nyata di lapangan, pengembangan Kota Mandiri Bekala diharapkan mampu terus bergerak menjadi kawasan hunian terintegrasi yang memberikan nilai bagi masyarakat, perusahaan, dan pembangunan nasional.
Langkah tersebut sekaligus menegaskan posisi PND untuk terus memperkuat profesionalisme korporasi, mengoptimalkan sinergi antar-BUMN, dan menghadirkan kontribusi nyata dalam menjawab tantangan besar sektor perumahan Indonesia.


















