Pesawat Buatan Indonesia Dilibatkan dalam Operasi Penangkapan Presiden Nicolas Maduro

Tekhnologi38 Views
banner 468x60

Kitabaru.com  Jakarta – Pesawat CN-235 yang identik dengan kebanggaan industri dirgantara Indonesia turut menjadi perhatian utama dunia di tengah pemberitaan operasi penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, oleh militer AS dengan tajuk “Absoluter Resolve.”

Lebih dari 150 pesawat dari berbagai jenis diterbangkan untuk memastikan “dominasi udara penuh”, membuka jalur masuk pasukan, hingga mengevakuasi “target” dari jantung Caracas.

banner 336x280

Dalam operasi tersebut, pesawat CN-235 milik Skuadron Operasi Khusus ke-427 Angkatan Udara AS (AFSOC) memegang peranan penting sebagai bagian dari kelompok pesawat pendukung yang bertugas memberikan perlindungan dan pengawasan bagi pasukan ekstraksi US Delta Force.

Kemampuan terbang senyap dan stabil di ketinggian rendah menjadikannya platform ideal untuk misi penyusupan (infiltrasi) maupun evakuasi (eksfiltrasi) yang membutuhkan kerahasiaan tinggi, bersanding dengan drone canggih RQ-170.

Meskipun unit yang digunakan dalam Operasi Absolute Resolve merupakan varian produksi CASA (mitra awal pengembangan), namun setiap lekuk bodi dan sayapnya membawa “identitas” rekayasa teknologi tinggi bahwa pesawat ini didesain dan dikembangkan di Bandung, Jawa Barat.

Penggunaan platform ini oleh pasukan “elite” sekelas AS adalah bentuk pengakuan internasional tertinggi terhadap keandalan desain asli hasil kerja keras insinyur Indonesia.

Ya, CN-235 memang memiliki ‘DNA’-nya Indonesia. Lahir dari visi besar B.J. Habibie. Pesawat ini merupakan hasil rancangan bersama (50:50) antara IPTN (kini PT Dirgantara Indonesia) dan CASA Spanyol dalam konsorsium Airtech.

Setelah CASA menjadi bagian dari Airbus pada awal 2000-an, PT Dirgantara Indonesia menjadi produsen utama dan satu-satunya yang masih memproduksi CN-235, termasuk varian CN 235-220 yang terus diproduksi untuk kebutuhan domestik dan ekspor.

 

Laris Manis Diborong Banyak Negara

Selain Amerika Serikat yang menggunakan varian khususnya, pesawat karya anak bangsa ini telah dipesan oleh deretan negara dari berbagai benua, mulai dari tetangga dekat seperti Malaysia dan Brunei Darussalam, hingga Filipina, Korea Selatan, Pakistan, Uni Emirat Arab, serta negara-negara Afrika seperti Burkina Faso dan Senegal.

 

Menjadi Perhatian Dunia

Selain Indonesia, Malaysia rupanya menjadi negara yang paling banyak menyoroti
keterlibatan pesawat CN-235 dalam operasi penangkapan Presiden Venezuela tersebut.

Berikut ini beragam komentar positif yang dikutip dari berbagai laman besar negeri jiran seperti Siakap Keli dan Sinar Harian.

“Kita cadangkan ATM kita gunakan pesawat ini yang terbukti berjaya menangkap presiden Venezuela…Indonesia mendunia… Tumpang berbangga sebagai satu rumpun..,” usul seorang netizen.

“Hebat juga Indonesia, pesawatnya digunakan oleh AS utk perang… Malaysiaku takat ni juara carut sumpan seranah orang di sosmed je…,” tulis netizen itu dengan kagum sambil mengkritik negaranya.

“Dah lama pun Indonesia boleh buat produk kapal terbang sendiri. Orang Malaysia lambat dapat informasi, selalu kutuk saja kerjanya,” tulis seorang netizen menyindir negaranya.

Bagi Indonesia, kemunculan CN-235 dalam operasi militer berskala global menjadi kebanggaan tersendiri. Sebab hal itu membuktikan bahwa kualitas produk dirgantara yang dirintis Indonesia memiliki standar “Battle Proven”, selain itu PT Dirgantara Indonesia berpeluang diuntungkan secara finansial dan strategis.

Ke depan dengan managemen produksi yang tepat dan pengembangan berkelanjutan, CN-235 berpeluang besar bisa menjadi rajanya pesawat angkut taktis kelas menengah.***

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *