Perang Tiket Pesawat

Opini53 Views
banner 468x60

Oleh : Salamuddin Daeng

 

banner 336x280

Kitabaru.com, Jakarta – Kalau di Timur Tengah ada perang menggunakan senjata beneran, pesawat beneran, rudal beneran, bom beneran, drone palsu dan drone asli, berbeda dengan di Indonesia terutama di Lombok NTB yang terjadi adalah perang tiket pesawat. Perang ini lebih seru dengan istilah di kalangan gen z tiket war.

Memang ada yang sama dengan perang Timur Tengah, tiket war ini umumnya berlangsung tengah malam atau dini hari saat orang tertidur lelap maka perburuan tiket mulai berlangsung seru. Mirip seperti perang di Timur tengah bom, rudal, pesawat menderu di saat orang sedang tertidur lelap. Para pemburu tiket mulai berburu mangsa.

Kalau di Timur Tengah perang mengakibatkan 2 hal yakni pasokan minyak menjadi langka di pasar dan harga minyak naik tidak kari karuan. Sama dengan tiket war dari Lombok ke jakarta harga tiket naik tidak karu-karuan sementara tiket antara ada dan tiada. Namun kedua perang ini menciptakan ketidak pastikan dan kepanikan. Dalam hal ini kedua perang ini sama bahayanya.

Sama dengan minyak disaat perang Timur Tengah berada pada situasi ada dan tiada. Dibilang ada namun faktanya banyak negara mengalami kesulitan memperoleh minyak padahal sebenarnya pasokan minyak ke pasar global melimpah. Sudah lama pasokan minyak ke pasar ini mengalami over supply. Makanya ada logika pembatasan kuota produksi minyak terutama kepada negara penghasil minyak besar.

Begitu pula dengan tiket berada pada posisi ada dan tiada. Di flatform penjualan tiket onlen semua jenis tiket pesawat Lombok Jakarta tersedia, namun ketika mau dibeli habis, ada yang bisa dibeli tapi kemudian uang di refund atau dikembalikan ke akun medsos.

Perang tiket ini memang sulit ditebak dari mana asal usulnya. Apakah ini adalah perang diantara maskapai penerbangan, perang diantara flatform medsos yang menjual tiket atau perang diantara calon penumpang pesawat?

Padahal sudah lama diketahui bahwa jumlah pesawat di Indonesia cukup untuk mengangkut semua penumpang dalam arus mudik lebaran, semua sudah di hitung oleh pemerintah. Pemerintah sudah jauh jauh hari persiapkan semua modal transportasi darat laut dan udara.

Namun yang paling sulit diatur adalah transportasi udara. Sehingga akibat perang tiket, harga tiket bisa naik ugal ugalan dan tidak terkendali. Walaupun sudah diserukan oleh pemerintah bahwa harus melayani masyarakat dengan baik, namun faktanya perang tiket lebih membuat kepanikan dan asam lambung naik. Semua calon penumpang pusing memikirkannnya.***

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *