BEKASI — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bekasi memasuki fase baru pengabdian kemanusiaan. Pelantikan Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Kabupaten Bekasi masa bakti 2026–2031 di Meeting Room Kawasan Industri MM2100, Senin (14/9/2026), tidak sekadar menjadi seremoni pergantian kepengurusan, tetapi menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen PMI sebagai institusi kemanusiaan yang hadir, responsif dan senantiasa berpihak pada keselamatan serta martabat manusia.

Di bawah kepemimpinan Drs. H. Akhmad Kosasih, PMI Kabupaten Bekasi membawa semangat baru untuk memperkuat pelayanan kemanusiaan melalui kolaborasi lintas sektor, peningkatan kapasitas relawan, kesiapsiagaan menghadapi bencana, penguatan layanan kesehatan serta pemenuhan kebutuhan darah bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Akhmad Kosasih menyampaikan rasa syukur sekaligus penghargaan atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk mengemban amanah sebagai Ketua PMI Kabupaten Bekasi masa bakti 2026–2031.
Ia menegaskan, kepemimpinan di PMI bukanlah tentang kedudukan, melainkan tentang pengabdian.
“Kami menyadari bahwa ini adalah amanah besar dan tanggung jawab yang mulia. Tanpa dukungan dan kebersamaan seluruh pihak, tentu kami tidak akan mampu menjalankan amanah ini dengan baik,” ujarnya.
Akhmad Kosasih juga memberikan penghormatan dan apresiasi kepada jajaran pengurus, staf serta relawan PMI Kabupaten Bekasi masa bakti 2021–2026 yang telah mencurahkan tenaga, pikiran dan waktunya dalam berbagai misi kemanusiaan.
Menurutnya, Kabupaten Bekasi memiliki tantangan kemanusiaan yang tidak sederhana. Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat menghadapi pandemi COVID-19, banjir, kekeringan, angin kencang dan berbagai kondisi kedaruratan lainnya.
Dalam situasi tersebut, PMI Kabupaten Bekasi terus berupaya hadir melalui pengerahan relawan terlatih, pemberian pertolongan, pelayanan kesehatan, bantuan kepada masyarakat terdampak bencana, hingga pemenuhan kebutuhan darah.
“PMI Kabupaten Bekasi telah menunjukkan komitmennya untuk selalu hadir dan merespons dengan mengerahkan relawan terlatih serta memberikan pertolongan dan bantuan kepada masyarakat yang terdampak,” katanya.
Memasuki masa bakti 2026–2031, Akhmad Kosasih menegaskan bahwa kepengurusan baru tidak ingin hanya mempertahankan berbagai capaian yang telah diraih. Lebih dari itu, PMI harus mampu meningkatkan kualitas pelayanan agar semakin cepat, profesional dan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.
“Insyaallah, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan percepatan respons bencana, kedaulatan darah yang memadai dan berkualitas, memperkuat pelayanan di 23 kecamatan, sekaligus meningkatkan kompetensi PMI kecamatan dan kesiapsiagaan berbasis masyarakat,” tegasnya.
Kolaborasi Menjadi Kekuatan Kemanusiaan
Akhmad Kosasih memandang tantangan kemanusiaan ke depan akan semakin kompleks. Perubahan iklim, potensi bencana, persoalan kesehatan serta berbagai dinamika sosial membutuhkan respons yang terencana dan kolaboratif.
Karena itu, PMI Kabupaten Bekasi akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, Pramuka, komunitas, relawan dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
PMI Kabupaten Bekasi juga telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk mitra dari luar negeri. Jejaring tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas organisasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kemanusiaan.
Menurut Akhmad Kosasih, kemanusiaan tidak dapat dikerjakan oleh satu pihak saja. Pemerintah, dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat dan relawan memiliki peran masing-masing yang dapat disatukan dalam sebuah gerakan bersama.
Ketika seluruh potensi tersebut dipertemukan dalam satu tujuan, maka gerakan kemanusiaan akan memiliki kekuatan yang jauh lebih besar untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Keras Bergerak Bersama untuk Membantu Sesama”
Di penghujung sambutannya, Akhmad Kosasih menyampaikan pesan yang sekaligus menjadi semangat kepengurusan PMI Kabupaten Bekasi lima tahun ke depan.
“Keras bergerak bersama untuk membantu sesama demi kemanusiaan.”
Ajakan tersebut ditujukan kepada seluruh jajaran PMI, relawan, mitra dan masyarakat Kabupaten Bekasi untuk menjadikan kepedulian sebagai gerakan nyata.
Menurutnya, kerja kemanusiaan tidak selalu membutuhkan sesuatu yang besar. Pertolongan sederhana yang diberikan pada saat yang tepat dapat memiliki arti luar biasa bagi kehidupan seseorang.
Karena itu, PMI harus terus bergerak. Bukan hanya ketika bencana datang, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan darah, pelayanan kesehatan, edukasi, pendampingan maupun bantuan dalam menghadapi situasi sulit.
“Mari kita keras bergerak bersama untuk membantu sesama demi kemanusiaan,” ajaknya.
Menutup sambutannya, Akhmad Kosasih menyampaikan permohonan doa dan dukungan kepada seluruh pihak agar kepengurusan PMI Kabupaten Bekasi masa bakti 2026–2031 dapat menjalankan amanah dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab.
«“Akhir kata, mohon doa dan dukungannya agar kami dapat menjalankan amanah ini dengan ikhlas dan bernilai ibadah. Demikian sambutan yang dapat kami sampaikan. Mohon maaf apabila terdapat kekurangan,” tuturnya.»
Pelantikan tersebut menjadi titik awal bagi PMI Kabupaten Bekasi untuk melanjutkan pengabdian dengan semangat baru. Dengan mengedepankan profesionalisme, kerelawanan, kolaborasi dan kepedulian, PMI diharapkan semakin mampu hadir di tengah masyarakat, terutama ketika bencana, krisis kesehatan maupun kondisi darurat kemanusiaan terjadi.
Sebab, ukuran keberhasilan sebuah gerakan kemanusiaan bukanlah seberapa besar organisasi berdiri, melainkan seberapa besar manfaat yang mampu diberikan dan seberapa banyak sesama yang dapat ditolong.













