Negeri Animas Plena Odite (Jiwa-jiwa Penuh Kebencian) et Animarum Detestabilis (Jiwa-jiwa Menjijikan)

Oppa Jappy

Opini119 Views
banner 468x60

Kitabaru.com – Kamar Sebelah, Tangerang Selatan | Ini adalah _Sollicitudo dan Anxietas Senex, Kegelisahan dan Kecemasan Seorang Lelaki Tua_; mungkin juga merupakan keprihatinan banyak orang, termasuk Anda.

Bagaimana Tidak? Katenye, Pancasila Rumah Kita; Rumah untuk Semua. Faktanya, Negeri Tercinta bagaikan Bahtera Bocor; penuh kebocoran yang dibuat oleh penumpangnya sendiri. Lucu; memang sangat lucu. Kata beberapa sahabat, _hanya Penumpang Berhati Menjijikan yang Membocorkan Kapal agar Semuanya Mati Tenggelam._

banner 336x280

Agaknya, analogi _Bahtera Bocor_ nyaris benar atau _mendekati._ Betapa Tidak? Negeri Pancasila dengan hampir 100% Populasi _menyatakan diri_ beragama, namun di sana-sini, sangat banyak orang, Tak Nampak Kesucian Keagamaannya.

*Lihatlah! Di tempat lain, Orang-orang berupaya _membangun kolaborasi dan interaksi_ dengan cara _meruntuhkan_ tembok-tembok perbedaan dan sentimen SARA. Namun, di Negeri Tercinta, Orang-orang menghempaskan kolaborasi dan interaksi dengan meninggikan tembok-tembok perbedaan serta kedepankan sentimen SARA, Intoleransi, dan Radikalisme.*

Pada Sikon dan Konteks seperti itu, _dalam kekinian,_ Saya ingat pada arahan para Filsuf Era Yunani Kuno dan Pax Romana, bahwa, _Kami (maksudnya para filsuf tersebut) harus menjaga Negara agar tidak muncul atau tak ada Jiwa-jiwa Penuh Kebencian, Animas Plena Odite (Jiwa-jiwa Penuh Kebencian) et Animarum Detestabilis (Jiwa-jiwa Menjijikan)._

Sebab, _Politeia_ atau Negara harus dipimpin oleh _Sanus Populus Animosus_ atau Orang-orang yang Berjiwa Sehat; sehingga memberi kesejahteraan, kedamaian, keadilan pada rakyat. Mereka harus melenyapkan Orang-orang yang _Animas Plena Odite et Animarum Detestabilis_ atau berjiwa Menjijikan dan Kebencian. (Note. Penggunaan Odite/Odium, kebencian dan Detestabilis, menjijikan, pada Orang-orang dengan Jiwa Kebencian, agaknya menyangkut _Morbus Animi Odium_ atau Sakit Jiwa karena beban Kebencian. Karena, menurut Hippocrates, Filsuf dan Tabib, _Orang-orang dengan beban atau selalu benci dan kebencian karena jiwanya sakit;_ tepatnya jiwa mereka menjijikan atau Detestabilis).

*Kembali ke Negeri Tercinta*

Saya sebut di atas Negeri _Animas Plena Odite (Jiwa-jiwa Penuh Kebencian) et Animarum Detestabilis (Jiwa-jiwa Menjijikan). Apa Iya? Kata beberapa relawan; lainnya berkata, _Sangat Tepat!_

So?

Pastinya, seturut para Filsuf, _Tak Ada Manusia atau Bayi yang Dilahirkan dengan beban benci dan kebencian._ Benci dan Kebencian ada karena diajarkan, diwariskan, ditutur-turunkan, dibuat, atau dengan satu kata _diciptakan._

Lalu, Siapa Pencipta Jiwa-jiwa Penuh Menjijikan dan Penuh Kebencian di Negeri Tercinta? Monggo, Anda Jawab dengan Jujur, Ikhlas, Cerdas, dan dengan Ketenangan Hati. Mudah khan …! Mereka antara lain

Para (Oknum) Elite Keagamaan yang Fundamentalis, Intoleran, Rasis, Radikal.
Mereka inilah Pencipta Jiwa-Jiwa-jiwa Menjijikan dan Penuh Kebencian yang terbaik dan utama di mana-mana, termasuk Indonesia. Keangkuhan dan Kesombongan Keagamaan sebagai terbesar, terbaik, terunggul, serta _ter, ter_ lainnya; menjadikan menilai dan menuding _di luar_ (Agama) mereka lebih rendah, produk kegelapan, harus dijauhi, dan seterusnya. Mereka Inilah Pencipta Utama perpecahan dan pemisahan sosial serta dekadensi kemanusiaan.

Para (Oknum) Politisi, Pejabat Sipil, Polisi, dan Militer. Mereka adalah Pengikut Setia Para (Oknum) Elite Keagamaan yang Fundamentalis, Intoleran, Rasis, Radikal.
Mereka menggunakan Agama sebagai alat untuk mencapai kuasa dan kekuasaan (misalnya, Anggota Parlemen, Kepala Daerah, dan seterusnya). Ketika sudah ada dalam cengkraman, maka praktek Intolerans, Rasis, Radikalisme sebagai andalan utama untuk memukul dan menindas rakyat (yang beda Agama).

Oknum Guru/Dosen/Pengajar. Menurut Global Survey, Public Trust, tingkat kepercayaan publik terhadap Guru (Dosen, Pengajar) tertinggi di Dunia setelah Dokter (Peringkat 1). Dengan tingkat _trust_ yang seperti itu, jika Guru Fundamentalis, Intolerans, Rasis, Radikal; maka dipastikan ia mengajar, membina, membimbing anak-anak didiknya dengan cara yang sama. Silahkan bayangkan hasilnya, jika Anak-anak Anda mendapat didikan dari Guru Pencipta Jiwa-jiwa Menjijikan dan Penuh Kebencian.

Orang Tua yang Fundamentalis, Intoleran, Rasis, Radikal. Tak perlu penjelasan; karena sudah jelas. Ingatlah, _Tak Ada Manusia atau Bayi yang Dilahirkan dengan beban benci dan kebencian. Benci dan Kebencian ada karena diajarkan, diwariskan, ditutur-turunkan, dibuat, atau dengan satu kata _diciptakan._

Mungkin Juga Saya yang Sedang Baca, sebagai Pencipta Jiwa-jiwa yang Menjijikan dan Penuh Kebencian atau _*Conditor Foedarum et Detestabilis Animarum.*_ Itu bisa terjadi karena Anda diciptakan seperti itu oleh Orang Tua, Guru, Politisi, Tokoh Agama

21 Juni 2024

Opa Jappy

Animarum Creator Benignus

Pencipta Jiwa-jiwa yang Penuh Kebajikan

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *