Mau Melihat dan Membeli Rumah Prabowo

Opini191 Views
banner 468x60

Oleh : Salamuddin Daeng

 

banner 336x280

Kitabaru.com, Jakarta – Dalam pertemuan dengan para pengembang perumahan di Kabupaten Bogor beberapa saat lalu, ada keluhan yang menarik dari para marketing rumah pada saat menjual rumah subsidi. Apa itu keluhannya? Konsumen banyak yang membatalkan pembelian rumah subsidi karena mereka mau melihat rumah dan membeli rumah yang dibuat Presiden Prabowo.

“Kami mau ke Cilengsi dulu melihat rumah Pak Prabowo” demikian kata kata calon pembeli rumah subsidi tersebut. Maksudnya adalah rumah subsidi yang dikunjungi Presiden Prabowo yang menjadi lokasi akad massal rumah pada 29 September 2025. Rumah yang dimaksud adalah rumah yang dibangun oleh pengembang Pesona Kahuripan di daerah Cilengsi Bogor. Masyarakat atau calon pembeli menyebutnya sebagai rumah Prabowo.

Kegiatan akad massal rumah subsidi yang diselenggarakan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman memiliki arti penting dan membekas kuat dalam hati masyarakat. Kegiatan akad massal pembelian rumah yang dihadiri oleh Presiden Prabowo dan para menteri Kabinet Merah Putih, telah membuat masyarakat yakin bahwa Presiden Prabowo telah membuat 3 juta rumah setahun untuk rakyat. Selain itu masyarakat juga yakin bahwa rumah Pak Prabowo itu bagus bagus.

Selama massa pemerintahanya Presiden Prabowo sudah dua kali menghadiri akad massal rumah subsidi yang diselenggarakan oleh kementerian PKP yakni akad massal 26 ribu rumah di komplek perumahan pesona Kahuripan di Bogor dan Akad Massal 50.030 rumah di Perumahan Pondok Banten Indah Kota Serang Banten. Menurut rencana akan massal kembali akan diselenggarakan pada juli 2026 di Jawa Tengah.

Para pengembang rumah subsidi memiliki harapan yang sama, yakni rumah rumah yang mereka bangun dikunjungi oleh pak Menteri PKP dan oleh Presiden Prabowo atau sekaligus menjadi tempat lokasi akad massal berikutnya. Karena ini semua memang rumah Pak Prabowo yang dibangun dalam program strategis nasional 3 juta rumah. Selain itu pengembang juga berharap kalau bisa akad massal lebih sering dilakukan sehingga masyarakat yakin bahwa Pemerintah serius membangun rumah dan ingin memastikan 3 juta rumah terbangun dalam setahun.

Metode turun ke bawah (turba) dan turun ke Lapangan (turla) yang dilakukan segenap komponen Pementerian PKP dapat dilakukan secara lebih aktif dan lebih masif. Setiap lokasi pengembang perumahan dengan jejak kaki Pak Menteri, para Dirjen, Sekjen, Irjen para Staf Ahli, semua akan menjadi rumah Prabowo yang akan diserbu oleh para MBR.***

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *