BEKASI — Konsistensi anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dalam turun langsung ke tengah masyarakat dinilai menjadi salah satu indikator penting dalam memastikan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Ketua Garda Bangsa Reformasi (GBR) Kabupaten Bekasi, Idhay Sumirat, dalam agenda Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Desa Sukahurip, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Minggu (4/10/2026).
Idhay memberikan apresiasi terhadap kinerja H. Akhmad Marjuki, S.M., M.M., yang saat ini menjabat sebagai Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat. Menurutnya, H. Akhmad Marjuki merupakan sosok wakil rakyat yang amanah dan memiliki konsistensi dalam menjalankan fungsi representasi masyarakat.
“Bagi kami, H. Akhmad Marjuki adalah anggota dewan yang amanah. Beliau konsisten turun langsung ke masyarakat, mendengarkan aspirasi dan melihat secara nyata berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di lapangan,” ujar Idhay.
Ia menyebut, komitmen tersebut tercermin dari intensitas kunjungan H. Akhmad Marjuki ke berbagai wilayah Kabupaten Bekasi. Hingga saat ini, H. Akhmad Marjuki disebut telah mendatangi 116 desa se-Kabupaten Bekasi dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat.
Menurut Idhay, angka tersebut bukan sekadar catatan administratif, melainkan menunjukkan adanya upaya membangun komunikasi langsung antara masyarakat dengan wakilnya di lembaga legislatif. Dengan turun ke desa-desa, berbagai kebutuhan masyarakat dapat dipahami secara lebih utuh dan kemudian diperjuangkan melalui kewenangan pemerintah provinsi.
“Yang paling penting adalah bagaimana aspirasi yang disampaikan masyarakat tidak berhenti sebagai bahan pembicaraan. Aspirasi itu harus dikawal dan diperjuangkan agar dapat diterjemahkan menjadi program pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Idhay menilai, pembangunan yang baik harus berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat. Karena itu, sinergi antara pemerintah, DPRD, masyarakat, serta berbagai elemen sosial menjadi penting agar pembangunan dapat berlangsung secara inklusif dan memberikan manfaat yang luas.
Ia berharap berbagai aspirasi yang dihimpun dari masyarakat Kabupaten Bekasi dapat terus diperjuangkan di tingkat Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya menyangkut pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, penguatan ekonomi masyarakat, serta berbagai kebutuhan dasar lainnya.
“Harapan kita sederhana, pembangunan harus benar-benar hadir di tengah masyarakat. Tidak hanya membangun secara fisik, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas hidup, membuka peluang ekonomi dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutur Idhay.
Lebih lanjut, Idhay menegaskan bahwa keberadaan wakil rakyat di tengah masyarakat merupakan bagian penting dari demokrasi yang substantif. Menurutnya, semakin sering anggota dewan turun langsung ke lapangan, semakin besar peluang kebijakan yang dihasilkan dapat sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
GBR Kabupaten Bekasi, lanjut Idhay, juga mendorong agar budaya menyerap aspirasi secara langsung terus diperkuat. Masyarakat harus diberikan ruang yang luas untuk menyampaikan kebutuhan, kritik maupun gagasan pembangunan kepada para pemangku kebijakan.
“Kami berharap konsistensi seperti ini terus dipertahankan. Karena pada akhirnya ukuran keberhasilan seorang wakil rakyat bukan hanya seberapa sering hadir dalam forum resmi, tetapi sejauh mana aspirasi masyarakat diperjuangkan dan menghasilkan perubahan yang nyata,” pungkas Idhay Sumirat.


















