BEKASI — Menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Bekasi 2026, dinamika politik di Desa Kedungwaringin, Kecamatan Kedungwaringin, semakin hangat. Sejumlah tokoh masyarakat mulai menyampaikan pandangan dan pilihan politiknya terhadap figur yang dinilai memiliki kapasitas untuk membawa desa menuju masa depan yang lebih baik.
Di tengah momentum tersebut, H. Apud Syaepudin, Ketua Umum Forum Komunikasi Warga Bekasi (FKWB), Ketua DPC Warga Bumiputera Indonesia (WBI) Kabupaten Bekasi, sekaligus unsur Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Bekasi, secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Hj. Tita Komala, S.Pd., calon Kepala Desa Kedungwaringin nomor urut 3.
Dukungan itu diberikan bukan sekadar karena Hj. Tita Komala merupakan calon petahana, tetapi juga karena menurut H. Apud, pengalaman memimpin pemerintahan desa merupakan modal penting dalam menjaga kesinambungan pembangunan sekaligus mempercepat penyelesaian berbagai kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, kepemimpinan desa membutuhkan lebih dari sekadar janji. Seorang kepala desa harus memahami karakter wilayah, mengenal masyarakatnya, mengetahui persoalan yang dihadapi warga, sekaligus mampu menerjemahkan potensi desa menjadi program yang memberikan manfaat nyata.
“Pengalaman adalah modal yang sangat berharga dalam pemerintahan. Seorang petahana sudah mengetahui bagaimana kondisi masyarakat, apa yang menjadi kebutuhan desa, apa yang harus dipertahankan, dan apa yang masih perlu diperbaiki. Karena itu, saya melihat Hj. Tita Komala memiliki modal tersebut,” ujar H. Apud.
Ia menegaskan, dukungan terhadap Hj. Tita Komala bukan berarti pembangunan Desa Kedungwaringin harus berhenti pada apa yang telah dicapai. Justru sebaliknya, keberlanjutan kepemimpinan harus menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi, pembenahan dan akselerasi pembangunan.
“Yang baik kita lanjutkan, yang masih kurang kita sempurnakan, dan yang belum tercapai harus kita perjuangkan. Itulah makna keberlanjutan yang sesungguhnya,” tegasnya.
H. Apud berpandangan bahwa pembangunan desa ke depan harus memiliki orientasi yang lebih luas. Infrastruktur tetap penting, namun kesejahteraan masyarakat harus menjadi tujuan utama. Penguatan ekonomi warga, pemberdayaan UMKM, peningkatan kualitas pelayanan publik, pembangunan sumber daya manusia, perhatian terhadap generasi muda, serta penguatan kehidupan sosial masyarakat merupakan bagian yang tidak boleh diabaikan.
Menurutnya, desa yang maju bukan hanya desa yang memiliki pembangunan fisik yang baik, tetapi desa yang masyarakatnya merasa dilayani, diberdayakan, mendapatkan kesempatan untuk berkembang, dan mampu meningkatkan kualitas kehidupannya.
Karena itu, H. Apud mengajak masyarakat Kedungwaringin menjadikan Pilkades sebagai momentum memilih pemimpin berdasarkan pengalaman, kapasitas, integritas, rekam kerja dan visi masa depan, bukan semata-mata karena popularitas atau kepentingan sesaat.
“Masyarakat Kedungwaringin tentu sudah cerdas dalam menentukan pilihannya. Saya hanya mengajak, lihat siapa yang sudah bekerja, siapa yang memahami persoalan desa, dan siapa yang memiliki kesiapan untuk melanjutkan sekaligus meningkatkan pembangunan,” katanya.
Lebih jauh, H. Apud mengingatkan bahwa Pilkades bukanlah akhir dari perjalanan masyarakat, melainkan awal dari tanggung jawab bersama untuk membangun desa. Karena itu, ia meminta seluruh elemen masyarakat menjaga persaudaraan dan tidak menjadikan perbedaan pilihan sebagai alasan untuk saling bermusuhan.
“Berbeda pilihan adalah hal yang biasa dalam demokrasi. Tetapi setelah Pilkades selesai, kita semua tetap warga Kedungwaringin. Persatuan masyarakat jauh lebih penting daripada kepentingan politik sesaat,” tuturnya.
H. Apud juga berharap para pendukung Hj. Tita Komala dapat mengedepankan politik yang santun, sejuk dan bermartabat. Baginya, kemenangan dalam demokrasi akan jauh lebih bermakna apabila diraih dengan cara yang baik dan tetap menjaga keharmonisan masyarakat.
Dengan penuh keyakinan, H. Apud pun menyampaikan pilihannya kepada Hj. Tita Komala, S.Pd., nomor urut 3, sebagai figur yang dinilainya memiliki pengalaman dan kesiapan untuk melanjutkan kepemimpinan Desa Kedungwaringin.
“Saya mendukung Hj. Tita Komala nomor urut 3. Harapannya sederhana, Desa Kedungwaringin semakin maju, pelayanan kepada masyarakat semakin baik, pembangunan semakin merata dan kesejahteraan warga semakin meningkat,” ungkapnya.
Baginya, memilih pemimpin bukan sekadar menentukan siapa yang akan duduk di kursi kepala desa selama satu periode. Lebih dari itu, pilihan masyarakat akan menentukan arah perjalanan Desa Kedungwaringin dalam beberapa tahun ke depan.
“Mari kita jadikan Pilkades ini sebagai pilihan untuk masa depan. Jika yang sudah baik dapat dilanjutkan dan yang masih kurang dapat diperbaiki, maka keberlanjutan kepemimpinan dapat menjadi kekuatan untuk membawa Kedungwaringin semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera. Untuk itu, saya memilih nomor 3, Hj. Tita Komala,” pungkas H. Apud.













