Tangerang — Memahami perasaan pasangan tidak selalu mudah. Perbedaan cara berkomunikasi, harapan yang tidak tersampaikan, hingga kebiasaan memendam persoalan kerap memicu salah paham dan membuat hubungan terasa semakin berjarak.
Menjawab kebutuhan tersebut, Mahfudz Suhaiby Albantani, S.Ag. memperkenalkan layanan Analisa Cinta, yakni konsultasi hubungan yang dirancang untuk membantu individu maupun pasangan mengenali pola cinta, kecocokan, cara berkomunikasi, serta dinamika hubungan secara lebih mendalam.
Layanan ini ditujukan bagi masyarakat yang sedang menjalani pendekatan atau PDKT, telah memiliki pasangan, sering menghadapi kesalahpahaman, maupun ingin membangun hubungan yang lebih harmonis dan saling memahami.
Melalui sesi konsultasi, klien diajak memetakan persoalan yang sedang dihadapi, memahami perbedaan karakter dan cara mengekspresikan perhatian, serta mengenali pola komunikasi yang dapat memperkuat ataupun justru menghambat hubungan.
“Banyak persoalan dalam hubungan bukan muncul karena tidak adanya rasa sayang, tetapi karena pasangan belum memahami cara berpikir, kebutuhan emosional, dan bentuk komunikasi satu sama lain,” ujar Mahfudz Suhaiby Albantani.
Menurutnya, hubungan yang sehat memerlukan keterbukaan, kesediaan mendengar, dan kemampuan menyampaikan perasaan dengan cara yang tidak menyakiti pasangan. Karena itu, analisa hubungan tidak sekadar membahas kecocokan, tetapi juga diarahkan untuk membantu klien memahami sumber persoalan dan menentukan langkah komunikasi yang lebih baik.
Layanan Analisa Cinta juga dapat dimanfaatkan oleh mereka yang masih berada dalam tahap pendekatan. Pada fase tersebut, seseorang kerap merasa ragu dalam membaca sikap, perhatian, dan keseriusan calon pasangan.
Melalui konsultasi, klien dapat mendiskusikan situasi yang dialami secara lebih terarah sehingga tidak terburu-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan asumsi, pesan singkat, atau perubahan sikap yang belum dipahami penyebabnya.
Bagi pasangan yang telah menjalani hubungan, konsultasi dapat menjadi ruang untuk mengevaluasi pola komunikasi, sumber konflik yang berulang, dan kebutuhan masing-masing pihak yang selama ini belum tersampaikan dengan baik.
“Tujuannya bukan menyalahkan salah satu pihak, melainkan membantu melihat hubungan secara lebih jernih agar pasangan dapat menentukan langkah yang sehat dan bijaksana,” katanya.
Mahfudz menekankan bahwa keharmonisan tidak dibangun hanya dengan perasaan cinta. Hubungan juga membutuhkan komunikasi yang jujur, penghargaan terhadap batas pribadi, rasa tanggung jawab, dan kesediaan kedua pihak untuk memperbaiki diri.
Karena itu, klien diharapkan menyampaikan kondisi hubungan secara terbuka selama konsultasi. Informasi yang diberikan akan menjadi dasar untuk memahami dinamika yang sedang terjadi dan merumuskan saran yang lebih relevan.
Layanan ini bersifat konsultatif dan tidak menggantikan bantuan psikolog, konselor pernikahan, tenaga kesehatan mental, maupun pendamping hukum apabila persoalan yang dihadapi berkaitan dengan kekerasan, ancaman, trauma berat, atau kondisi lain yang membutuhkan penanganan profesional.
Masyarakat yang tertarik mengikuti konsultasi Analisa Cinta dapat menghubungi Mahfudz Suhaiby Albantani melalui nomor 089643033499 untuk memperoleh informasi mengenai jadwal dan mekanisme layanan.
Melalui layanan tersebut, Mahfudz berharap masyarakat tidak hanya mencari jawaban mengenai perasaan pasangan, tetapi juga belajar membangun komunikasi yang lebih dewasa, saling menghargai, dan berorientasi pada hubungan yang sehat.
“Pahami pasangan, kenali pola hubungan, dan bangun komunikasi yang lebih harmonis,” pungkas Mahfudz.
