Kitabaru.com, Jakarta – Aliansi Relawan Prabowo-Gibran-Jokowi, yang dihadiri oleh 100 relawan, menegaskan komitmen untuk menjaga demokrasi yang sehat, termasuk menjunjung tinggi kebebasan berekspresi dan kebebasan berpendapat sebagai hak konstitusional setiap warga negara.
Aliansi Relawan Prabowo-Gibran-Jokowi yang hadir menyampaikan bahwa konferensi pers ini dilakukan sebagai respons atas tuduhan ijazah palsu yang diduga berasal dari Partai Demokrat.
Dalam pernyataannya, aliansi menyayangkan adanya langkah pelaporan hukum terhadap sejumlah youtuber dan podcaster yang selama ini menyampaikan pandangan, analisis, serta kritik secara terbuka sebagai bagian dari dinamika demokrasi.
Aliansi juga menyatakan dukungan penuh kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam menjalankan amanat rakyat serta menjaga stabilitas nasional.
Selain itu, Aliansi Relawan Prabowo-Gibran-Jokowi menyampaikan sikap hormat dan apresiasi kepada Presiden ke-7 Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo, serta menolak segala bentuk fitnah, penggiringan opini, dan upaya kriminalisasi yang tidak berdasar terhadap beliau.
Aliansi menegaskan bahwa pernyataan sikap ini tidak dimaksudkan untuk mendiskreditkan tokoh bangsa mana pun, termasuk Presiden ke-6 Republik Indonesia, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, beserta keluarga.
Terkait berbagai respons yang mungkin muncul, aliansi menyatakan kesiapan untuk menghadapi segala bentuk laporan dan proses hukum secara terbuka, konstitusional, dan bermartabat, dengan tetap menjunjung tinggi supremasi hukum serta prinsip keadilan.
Aliansi juga menegaskan bahwa seluruh relawan yang tergabung tetap solid, bersatu, dan hadir sebagai bentuk dukungan moral, sekaligus menolak segala bentuk politik adu domba yang dapat merusak persatuan bangsa.
“Demokrasi Indonesia harus tetap dijaga agar kuat, dewasa, dan berkeadilan,” demikian penegasan bersama dalam pernyataan sikap tersebut.
Dalam konferensi pers tersebut, sejumlah terlapor yang dilakukan oleh Partai Demokrat juga dihadirkan oleh Aliansi Relawan Prabowo Gibran Jokowi dan memberikan klarifikasi dan pernyataan sikapnya.
Sudiro Wi, pemilik akun TikTok Sudiro Wi Budhius M Piliang, yang merupakan ibu rumah tangga pengagum Jokowi garis keras, menyatakan keberatannya atas kecerobohan Partai Demokrat yang membuat somasi dan LP kepada dirinya dengan tuduhan penyebaran berita bohong.
Sudiro Wi menyayangkan kecerobohan Partai Demokrat yang karena kelalaiannya telah membuat suaminya dimaki-maki dan diejek oleh netizen pendukung SBY.
Ade Armando, politisi PSI dan penggiat media sosial, berpendapat bahwa tindakan Partai Demokrat seperti ini memalukan dan berpotensi menjadi melaporkan AHY untuk segera menyelesaikan blunder ini secara kekeluargaan dengan Sudiro Wi dan Budhius M Piliang.
“Demokrasi Indonesia harus tetap dijaga agar kuat, dewasa, dan berkeadilan,” demikian penegasan bersama dalam pernyataan sikap tersebut.***













