Di balik dinding-dinding ruang kelas yang seharusnya menjadi tempat penyemaian nurani dan pelita peradaban, terselip sebuah kisah kelam tentang sebuah pengkhianatan sunyi. Seorang pendidik yang semestinya berdiri sebagai arsitek masa depan bangsa, justru memilih jalan pengembaraan dalam kegelapan, melarikan diri dari bayang-bayang hukum dan tanggung jawab moral yang mengikat pundaknya.
Status Daftar Pencarian Orang (DPO) yang kini melekat pada dirinya bukan sekadar selembar status administratif penegak hukum, melainkan sebuah noda pekat di atas kanvas suci dunia pendidikan. Laksana nahkoda yang sengaja menenggelamkan bahtera di tengah badai demi kepentingan pribadi, ia telah mencederai esensi sejati dari seorang guru, yang digugu dan ditiru.
MENANTI HADIRNYA KEADILAN YANG TEGAS
Harapan besar kini tertumpu di pundak aparat penegak hukum. Khususnya satreskrim Polresta sumenep. Seluruh mata memandang dengan sejuta asa, menanti langkah sigap dan ketegasan tangan hukum untuk segera meringkus sang buronan.
Penyergapan dan penangkapan ini bukan sekadar penegakan aturan hukum semata, melainkan sebuah ritual pemulihan, sebuah upaya untuk menghapus duri dalam daging yang selama ini mencabik-cabik rasa keadilan publik, khususnya bagi mereka yang selama ini menaruh kepercayaan penuh pada dunia pendidikan.
Tak hanya kepada pihak kepolisian, desakan moral yang teramat kuat turut dialamatkan kepada pihak sekolah dan Kementerian Agama (Kemenag). Ruang-ruang kelas tidak boleh lagi memberi ruang bagi kompromi terhadap pelanggaran berat yang merusak integritas moral generasi muda.
Publik menuntut agar institusi terkait memberikan sangsi seberat beratnya, menjatuhkan hukuman pemecatan dengan tidak hormat serta sanksi administratif dan hukum setimpal tanpa pandang bulu.
Langkah tegas ini krusial untuk mengembalikan wibawa institusi pendidikan, agar lembaga sekolah kembali menjadi menara gading yang suci dari segala bentuk noda kebejatan moral.
”Pohon yang busuk akarnya harus segera dipangkas, agar tunas-tunas muda yang lain dapat tumbuh menjulang tinggi tanpa tertular racun kepalsuan.”
(ABIMANYO)
AHMAD bin HOSEN… DARI RUANG KELAS MENUJU KEGELAPAN DPO, JEJAK SANG PENDIDIK YANG LUNTUR












