Kitabaru,BANGKALAN— Penasehat PA GMNI Bangkalan sekaligus mantan Presidium GMNI, Abdul Hafid, menyayangkan adanya tudingan yang mengaitkan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).
Menurut Abdul Hafid, tudingan tersebut merupakan persoalan serius karena menyangkut nama baik organisasi, kader, dan alumni GMNI. Ia menilai, setiap tudingan yang dialamatkan kepada organisasi harus memiliki dasar fakta dan sejarah yang jelas serta dapat dipertanggungjawabkan.
“Saya pribadi sebagai alumni GMNI sangat menyayangkan adanya tudingan tersebut. Menurut saya, tudingan itu tidak berdasar dan jauh dari akar historis GMNI sebagai organisasi mahasiswa yang memiliki tradisi intelektual dan akademik,” ujar Abdul Hafid.
Ia mengatakan, tudingan tersebut juga berpotensi menimbulkan kerugian moril maupun materil bagi kader dan organisasi, terlebih apabila disampaikan di tengah momentum penerimaan anggota baru GMNI.
“Ini bukan sekadar persoalan nama organisasi, tetapi juga menyangkut kader-kader yang sedang menjalani proses pendidikan dan kaderisasi. Karena itu, pernyataan seperti ini harus dipertanggungjawabkan secara moral dan, apabila terdapat unsur pelanggaran hukum, melalui mekanisme hukum yang berlaku,” tegasnya.
Abdul Hafid menegaskan bahwa pihaknya tidak menginginkan persoalan tersebut berkembang menjadi konflik horizontal. Menurutnya, klarifikasi merupakan jalan yang lebih konstruktif untuk menjaga suasana tetap kondusif dan menjaga ukhuwah basyariyah.
“Kami memberikan waktu 2 x 24 jam kepada pihak yang menyampaikan tudingan untuk memberikan klarifikasi secara terbuka dan bertanggung jawab,” katanya.
Apabila tidak terdapat klarifikasi dalam batas waktu tersebut, Abdul Hafid menyatakan akan mempertimbangkan langkah hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Ia menambahkan bahwa langkah tersebut bukan dimaksudkan untuk memperkeruh keadaan, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab dalam menjaga nama baik GMNI dan mencegah berkembangnya informasi yang dapat memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Kami tetap mengedepankan dialog dan suasana yang kondusif. Tetapi setiap tudingan yang menyangkut nama baik organisasi harus didasarkan pada fakta, bukan prasangka. Kami berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara dewasa dan bertanggung jawab,” pungkas Abdul Hafid.
Abdul Hafid
Penasehat PA GMNI Bangkalan
Mantan Presidium GMNI








