KM Genius Angkut Logistik MBG Tenggelam, SPPG Minta Solusi

Enam awak KM Genius berhasil diselamatkan Tim SAR, tetapi bahan pangan untuk pelayanan MBG di Pagerungan Kecil dilaporkan tidak dapat diselamatkan.

Program MBG21 Dilihat

Sumenep — Distribusi bahan pangan Program Makan Bergizi Gratis atau MBG ke Desa Pagerungan Kecil, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, terancam terganggu setelah Kapal Motor Genius mengalami kecelakaan laut di perairan utara Bali, Sabtu (25/7/2026).

Kapal yang membawa beras, telur, sayuran, buah-buahan, dan sejumlah kebutuhan pokok tersebut mengalami kerusakan teknis di tengah pelayaran dari Banyuwangi menuju wilayah Kepulauan Sapeken. Seluruh enam awak kapal berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat oleh Tim SAR gabungan.

Perwakilan Pemerintah Desa Pagerungan Kecil, Abdul Rahim, mengatakan KM Genius bertolak dari Pelabuhan Pantai Boom, Banyuwangi, sekitar pukul 04.00 WIB dengan tujuan Desa Pagerungan Kecil.

Di tengah perjalanan, kapal mengalami kerusakan berupa patahnya as mesin atau poros baling-baling. Kondisi tersebut menyebabkan mesin tidak dapat berfungsi secara normal, sementara kapal mulai dihantam gelombang dan kemasukan air.

Lokasi kejadian dilaporkan berada di perairan utara Bali, sekitar 19,48 mil laut dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi. Dalam kondisi darurat tersebut, awak kapal meminta pertolongan sebelum akhirnya dievakuasi oleh petugas.

“Keenam awak kapal berhasil diselamatkan oleh Tim SAR Banyuwangi dan telah dievakuasi ke lokasi yang aman,” ujar Abdul Rahim.

Berdasarkan dokumen pengesahan awak kapal yang diterbitkan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas III Tanjung Wangi, enam awak KM Genius terdiri atas Panji Mukhtar, Heru Herlambang, Fabiayyi, Mamat, Maksum, dan Sahril.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, mengatakan laporan mengenai kondisi KM Genius diterima dari Polairud Banyuwangi sekitar pukul 10.48 WIB.

Setelah menerima informasi tersebut, Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi diberangkatkan menuju lokasi menggunakan Rigid Inflatable Boat atau RIB 02 Banyuwangi dengan membawa perlengkapan penyelamatan air serta perangkat komunikasi.

“Setelah menerima laporan, tim rescue langsung diberangkatkan menggunakan RIB 02 Banyuwangi dengan membawa peralatan water rescue dan perangkat komunikasi untuk melakukan operasi penyelamatan,” kata I Made Oka Astawa.

Operasi penyelamatan melibatkan unsur Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, Pos SAR Buleleng, Polairud Banyuwangi, Syahbandar Tanjung Wangi, BPTD Pantai Boom, serta nelayan setempat.

Selain membawa berbagai kebutuhan masyarakat seperti semen dan bata ringan, KM Genius mengangkut bahan pangan untuk operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG Pagerungan Kecil.

Muatan untuk pelayanan MBG tersebut terdiri atas beras, telur, sayuran, buah-buahan, dan sejumlah bahan kebutuhan dapur lainnya. Berdasarkan keterangan pihak setempat, bahan pangan tersebut ikut terendam dan tidak dapat diselamatkan akibat kecelakaan kapal.

Kondisi itu berpotensi mengganggu kegiatan pelayanan MBG di Pagerungan Kecil. Wilayah tersebut berada di kawasan kepulauan dengan akses distribusi yang bergantung pada transportasi laut sehingga pengiriman ulang membutuhkan penanganan dan waktu tersendiri.

Kepala SPPG Pagerungan Kecil berharap Badan Gizi Nasional dapat memberikan perhatian serta kebijakan khusus atas hilangnya bahan pangan akibat musibah yang berada di luar kendali pengelola.

“Kami berharap BGN memberikan perhatian dan kebijakan atas musibah yang terjadi di luar kendali kami. Alhamdulillah seluruh awak kapal selamat, tetapi seluruh bahan baku MBG ikut tenggelam,” ujarnya.

SPPG Pagerungan Kecil berharap pemerintah dapat membantu mempercepat pengadaan dan pengiriman kembali bahan pangan agar pelayanan kepada penerima manfaat tidak terhenti dalam waktu lama.

Menurut pihak SPPG, solusi yang cepat diperlukan karena bahan pangan yang hilang telah disiapkan untuk mendukung operasional program dan memenuhi kebutuhan penerima manfaat di wilayah tersebut.

“Kami berharap ada solusi terbaik agar pelayanan kepada para penerima manfaat tetap dapat berlangsung dan hak mereka tidak berkurang akibat musibah ini,” katanya.

Musibah tersebut juga menunjukkan besarnya tantangan distribusi bahan pangan ke wilayah kepulauan. Selain mempertimbangkan jadwal pelayaran, proses pengiriman harus menghadapi risiko cuaca, gelombang, kondisi teknis kapal, serta keterbatasan pilihan moda transportasi.

Pihak SPPG berharap Badan Gizi Nasional bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait dapat menyusun langkah darurat untuk menjamin ketersediaan bahan pangan, termasuk kemungkinan pengiriman pengganti melalui kapal lain yang dinyatakan laik berlayar.

Evaluasi terhadap kondisi kapal dan prosedur pengangkutan juga dinilai penting untuk memperkuat keselamatan distribusi logistik MBG ke wilayah terpencil dan kepulauan pada masa mendatang.

Keselamatan seluruh awak kapal menjadi kabar baik di tengah musibah tersebut. Namun, tindak lanjut pemerintah tetap dibutuhkan agar hilangnya muatan tidak berdampak berkepanjangan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Desa Pagerungan Kecil.