SUMENEP||Kitabaru.com_Kisruh pembatalan pagelaran Musicvers yang sebelumnya harusnya digelar di Kampus UNIBA Madura semakin memanas. Pasalnya, dari pihak yayasan mengeluarkan surat terbuka terdahap PT Galaxy Yakuza Pers.
Dalam keterangannya ketua yayasan Uniba menjelaskan dan menjawab Protes yang dilayangkan oleh Kurniadi selaku pihak dari PT. Galaxy Yakuza Pers.
Dalam penyampaiannya oleh pihak yayasan Uniba Madura menerangkan bahwa ;
1. Area Kampus (outdoor) tidak diperbolehkan (tidak pernah) diperuntukkan kegiatan berbayar (ber ticket).
2. Semua kegiatan di area Kampus (outdoor), diselenggarakan oleh Organisasi Kampus (bukan pihak Luar). Keputusan ini berlaku sejak UNIBA MADURA diresmikan.
3. Hal ini Untuk menghindari kerugian pihak lain dan Kerugian Kampus itu sendiri (Jika ada sesuatu yg diluar rencana).
4. Tidak diperkenankan pihak Mahasiswa bekerjasama dg pihak lain, dengan memakai area Kampus tanpa persetujuan Kampus dan Yayasan terlebih dahulu.
Menurut Informasi berimbang yg saya peroleh:
– Saya sdh menghub Sekretaris Yayasan, Internal Audit independent dan Wakil Rektor Universitas yg membidangi hal ini.
– BEM Uniba Madura seharusnya mengerti ttg hal ini. Dan utk kegiatan ini, ternyata BEM belum memiliki Perjanjian tertulis dg pihak manapun.
– Karena belum ada perikatan apapun, ditambah ijin2 belum disampaikan kpd Pihak Yayasan cq. Universitas (s/d H-5), dan rundown acara yg tidak ada, maka ini beresiko untuk Universitas.
– Untuk acara Valen, mereka menyewa Gedung Tuan Gubhe (Indoor), dan tidak memungut tiket, shg hal ini tak bisa dijadikan rujukan, mereka sdh memesan 2 bulan sebelum acara.
– BEM sudah dipanggil oleh pihak Yayasan, dan tidak bisa memberikan jawaban detail tentang hak, kewajiban, kewenangan dan resiko-nya.
– Universitas dan yayasan tidak pernah ada rapat dengan panitia Penyelenggara untuk mendiskusikan hal dimaksud. Semua Komunikasi dilakukan via BEM yang jelas jelas tidak memiliki kewenangan apapun tentang perlakuan perikatan dengan pihak luar.
– BEM hanya berwenang untuk kegiatan di internal Kampus, tanpa melibatkan pihak luar, kalaupun melibatkan pihak luar, BEM dan Organisasi internal Kampus selalu mengajukan tertulis dan mendapat persetujuan lebih dahulu sebelum berkomunikasi dengan pihak lain, apalagi kegiatan non-Akademik.
– Promosi? Siapa yg membuat promosi tentang acara Uniba tanpa Ijin tertulis dari Uniba?
Atau
Adakah kerjasama tertulis dg BEM?
Jadi, yg Mas Kurniadi sampaikan ini sebenarnya Apa? Yayasan melakukan kesalahan apa? dan siapa yg menunjuk PT ini menjadi Panitia Penyelenggara?
” Jadi, yg Mas Kurniadi sampaikan ini sebenarnya Apa? Yayasan melakukan kesalahan apa? dan siapa yg menunjuk PT ini menjadi Panitia Penyelenggara?,” Jelasnya
Mas Kurniadi memprotes terbuka tanpa mengetahui subyek dan posisi Yayasan yg samasekali tidak menerima proposal apapun.
Apakah tidak sebaiknya, jauh sebelumnya, setidaknya saat rencana ini sdh dicanangkan, Mas Kurniadi Meminta langsung utk bertemu dan menjelaskan sendiri kepada Universitas dan atau Yayasan tentang hal tersebut?
Inilah yg disebut Silaturrahim Bisnis yg baik dan benar.
Yayasan dan Universitas hanya mendapat laporan dari BEM, dan BEM hanya menyampaikan lisan, itupun karena dipanggil oleh pihak Yayasan, setelah mendapat laporan dari Wakil Rektor (H-5).
Yayasan akan Meminta Universitas Untuk menegur BEM agar tidak melampaui “Batas Gerak Maju”. Apalagi berakibat menimbulkan kerugian pihak lain.
Dari penjelasan Ketua Yayasan tersebut, Kurniadi selaku dari pihak PT. Galaxy Yakuza Pers menanggapinya terkait isi surat terbuka tersebut ;
1. Yayasan Keliru menganggap kegiatan ini diselenggarakan oleh pihak luar (galaksi) karena pelaksananya adalah KM Uniba sendiri. PT. Galaksi Yakusa Pers hanya pendukung kegiatan, meliputi menyediakan seluruh kebutuhan biaya atas kegiatan di maksud;
2. Yayasan juga keliru menentukan galaksi tidak dapat bekerja sama dengan Organisasi Kemahasiswaan (BEM). Karena galaksi selaku perusaan media sama2 pilar demokrasi sehingga wajar kalau saling bersinergi;
3. Mengenai yayasan yg menolak kegiatan karena kegiatan bertiket, kami menyatakan bahwa ketentuan tersebut harusnya dinyatakan diawal. Apalagi, alasan yang disampaikan ke penyelenggara hanya berkenaan dengan adminitrasi yg tidak lengkap. Bukan karena bertiket;
4. Yayasan juga keliru menyalahkan galaksi mempromosikan Uniba karena tanpa ijin. Mengenai ini kami jelaskan bahwa yg mempromosikan Uniba jelas mahasiswanya sendiri. Memangnya mahasiswanya sendiri harus pakai ijin untuk membanggakan kampusnya sendiri? Pula, bila kami membantu mempromosikan Uniba secara cuma2, apanya yg salah? Aneh!;
“Dari sini jelas, bahwa pendiri Yayasan Prof. Achsanul Qosasi mengakui kalau kondisi internal Uniba masih TIDAK CUKUP BAIK. Hubungan yayasan, universitas dan kemahasiswaan, tidak terjalin dengan baik”.
Lalu kepentingan protes saya apa?
Saya hanya berharap, Uniba ke depan, bisa sedikit menggeser syahwat bisnisnya, dan mulai belajar mengutamakan kepentingan mahasiswanya. Sehingga, Uniba akan terhindar dari tuduhan sbg kampus kamuflase, yaitu tempat pencucian uang yg disamarkan dg menggunakan kedok pendidikan;
Bisnis, karena konon, kampus ini tidak menyediakan anggaran untuk kegiatan kemahasiswaannya;
Jadi, dari pada yayasan menyalahkan BEM karena kerjasama dg pihak luar, bukankah lebih baik yayasan mencarikan BEM anggaran kegiatan kemahasiswaannya?
Editor : Zaitur
