Sikapi Masalah Sampah, Pemdes Lontar Inisiasi Pembangunan TPST Berkat Kolaborasi dengan PLTU 3 Lontar

Atasi Masalah Sampah, Pemerintah Desa Lontar Gandeng CSR PLTU 3 Lontar Guna Bangun TPST Atas Instruksi Bupati.

KITABARU, TANGERANG – Pemerintah Desa (Pemdes) Lontar secara resmi memulai tahapan pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) di wilayah Desa Lontar, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang. Langkah taktis ini diambil sebagai komitmen jangka panjang dalam menyikapi persoalan kedaruratan sampah di tingkat desa.

​Kepala Desa Lontar, Dodi Rissi Slamet, menyatakan bahwa realisasi pembangunan TPST ini merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi strategis Bupati Tangerang, Drs. H. Mochamad Maesyal Rasyid, M.Si., sekaligus manifestasi dari aspirasi nyata masyarakat setempat.

​”Menyikapi permasalahan sampah ini adalah komitmen seumur hidup karena kita akan terus berdampingan dengannya. Oleh karena itu, pembangunan TPST ini menjadi solusi konkret yang dinantikan oleh warga,” ujar Dodi Rissi Slamet saat memantau lokasi proyek, Rabu (20/5/2026).

Sinergi Strategis Bersama CSR PLTU 3 Lontar

​Dalam menyukseskan infrastruktur lingkungan ini, Pemdes Lontar membangun kolaborasi solid bersama program Corporate Social Responsibility (CSR) PLTU 3 Lontar yang dimotori langsung oleh Senior Manager, Bapak Ria.

​Hingga hari keempat pelaksanaan proyek berjalan, tahapan yang sedang difokuskan adalah pemerataan dan pengurugan lahan. Pemesanan material pengurugan ini memanfaatkan potensi pemanfaatan sisa pembakaran batu bara yang aman.

​”Alhamdulillah, tahapan pertama ini adalah pengurugan lahan. Kita membutuhkan alokasi kurang lebih sekitar 150 ritasi Bottom Ash atau limbah batu bara dari PLTU untuk mematangkan lahan TPST ini,” tambahnya.

Harapan Minimalisir Dampak Sampah di Desa Lontar

​Dodi berharap seluruh proses pembangunan fisik infrastruktur ini dapat berjalan lancar tanpa kendala. Dukungan serta doa dari seluruh elemen masyarakat, khususnya warga Desa Lontar, sangat diharapkan agar fasilitas pengolahan sampah ini bisa segera beroperasi dan dirasakan manfaatnya.

​”Fasilitas ini diharapkan mampu meminimalisir dampak buruk sampah secara signifikan, meskipun kita tahu belum bisa mengurai seluruh persoalan sampah yang ada secara instan. Ini adalah langkah awal yang sangat krusial,” tutup Kades Lontar.