Mempererat Silaturahmi Ulama dan Umaro, MUI Sukadiri Gelar Pengajian Bulanan Penuh Berkah di Masjid Baiturrahman

Agama, Banten15 Dilihat

Tangerang – Dalam rangka memperkuat ukhuwah islamiyah dan membangun masyarakat bertakwa, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Sukadiri terus menghidupkan dakwah melalui pengajian bulanan kedua di Masjid Baiturrahman, Desa Gintung.

Kegiatan yang penuh barokah ini tidak sekadar menjadi wadah thalabul ilmi, melainkan juga sarana suci untuk mempertemukan ulama sebagai pewaris Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dengan umaro (pemerintah) dalam membangun harmoni sosial berlandaskan syariat Islam.

Pengajian yang dilaksanakan pada Kamis, 30 April 2026 itu dihadiri Camat Sukadiri Ahmad Saipul Anwar, Sekretaris Kecamatan, para Kepala Desa se-Kecamatan Sukadiri, jajaran PKK, aparatur desa, serta para pemuda dari GP Ansor, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama, dan kader NU. Kehadiran lintas elemen ini mencerminkan semangat kebersamaan dalam merajut tali ukhuwah dan meneguhkan sinergi ulama dan umaro demi kemaslahatan umat.

Acara dibuka dengan tawasulan yang dipimpin langsung oleh Ketua MUI Kecamatan Sukadiri, KH Ahmad Mahrusillah, S.Pd.I, dilanjutkan dengan penyampaian tausiyah yang sarat hikmah. Tausiyah tersebut menekankan urgensi menghayati dan mengamalkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari, khususnya menjaga kerukunan umat, memperkuat solidaritas sosial, serta membentengi masyarakat dari berbagai fitnah zaman.

KH Ahmad Mahrusillah dalam sambutannya menyampaikan:

“Pengajian ini bukan sekadar rutinitas keagamaan, melainkan ikhtiar suci untuk membangun komunikasi dan sinergi yang kokoh antara ulama dan umaro. Melalui forum ini, kami berharap fondasi masyarakat berbasis nilai-nilai Islam semakin kuat dan penuh berkah.”

Beliau menambahkan bahwa sistem pengajian bergilir di setiap desa merupakan bentuk perluasan dakwah yang inklusif, agar cahaya ilmu dan kebaikan semakin merata menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

Camat Sukadiri Ahmad Saipul Anwar menyatakan bahwa pembangunan lahir-batin harus berjalan beriringan.

“Pemerintah kecamatan sangat mendukung kegiatan keagamaan seperti ini karena merupakan bagian penting dalam membentuk masyarakat yang maju secara material dan sekaligus bertakwa serta resilien secara spiritual,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris PAC GP Ansor Kecamatan Sukadiri, Nurwidiatno, menambahkan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga kesinambungan nilai-nilai Islam.

“Pengajian ini menjadi ruang bagi pemuda untuk memperdalam ilmu, memperkuat akhlak, serta menjaga moderasi dan kohesi sosial di tengah masyarakat,” ungkapnya.


 

Foto: Suasana pengajian bulanan MUI Kecamatan Sukadiri yang dihadiri ulama, umaro, dan masyarakat Desa Gintung di Masjid Baiturrahman, Kamis (30/4/2026).

Melalui pengajian bulanan yang penuh rahmah ini, MUI Kecamatan Sukadiri terus meneguhkan komitmennya sebagai khadimul ummah dalam mempererat sinergi ulama dan umaro, demi terwujudnya masyarakat yang religius, harmonis, adil, dan penuh berkah di bawah ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala.