BEKASI — Perdamaian di tengah dinamika Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Jatibaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, mendapat apresiasi dari Sugia Bin Abdul Rosyid. Ia menilai sikap H. Apudin Asnawi, S.E., yang memilih menerima permintaan maaf dan tidak memperpanjang persoalan, merupakan cerminan kebesaran hati seorang calon pemimpin.
Menurut Sugia, H. Apudin menunjukkan karakter pemimpin yang bijaksana, pemaaf, dan mampu mengendalikan diri di tengah situasi politik yang memanas. Baginya, keputusan untuk mengedepankan perdamaian jauh lebih bernilai daripada mempertahankan ego dan memperbesar persoalan.
“Menurut saya, H. Apudin Asnawi merupakan sosok yang sangat bijaksana. Ketika ada persoalan, beliau tidak membalas dengan persoalan baru. Ketika ada yang meminta maaf, beliau membuka pintu maaf. Sikap seperti ini patut menjadi teladan,” ujar Sugia.
Sugia menilai kehadiran figur yang mampu memberikan kesejukan sangat dibutuhkan dalam kontestasi Pilkades. Perbedaan pilihan, menurutnya, merupakan hal yang wajar dalam demokrasi, tetapi jangan sampai berkembang menjadi permusuhan yang merusak persaudaraan masyarakat Jatibaru.
“Di tengah panasnya suhu politik, kita membutuhkan sosok yang mampu memberikan hawa kedamaian. Saya melihat karakter itu ada pada diri H. Apudin. Beliau mampu menunjukkan bahwa politik tidak harus selalu diwarnai pertentangan,” katanya.
Lebih jauh, Sugia menyebut H. Apudin Asnawi sebagai pribadi yang luar biasa karena mampu memadukan ketegasan dengan sikap pemaaf. Menurutnya, seorang pemimpin bukan hanya diuji ketika keadaan tenang, tetapi justru ketika menghadapi tekanan, perbedaan, dan persoalan.
Sugia juga menilai kepantasan H. Apudin untuk memimpin tidak semata-mata karena kapasitasnya dalam kontestasi Pilkades. “Kalau memimpin Jatibaru, menurut saya beliau sangat pantas. Bahkan dengan karakter dan kapasitas yang dimiliki, saya melihat kepantasan H. Apudin bukan hanya untuk Jatibaru. Lebih dari itu pun, beliau sangat pantas,” tegasnya.
Sugia berharap sikap H. Apudin dapat menjadi teladan bagi seluruh kandidat, tim sukses, dan masyarakat agar Pilkades Jatibaru berlangsung damai dan bermartabat. Baginya, kemenangan sejati bukan hanya soal memperoleh suara terbanyak, tetapi juga mampu menjaga persaudaraan. “Menang tidak harus merendahkan, dan memaafkan bukan berarti kalah. H. Apudin telah menunjukkan bahwa kedamaian juga merupakan bagian dari kemenangan seorang pemimpin,” pungkasnya.

