KABUPATEN BEKASI — Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, berlangsung dengan nuansa kebangsaan sekaligus pelestarian budaya lokal. Melalui kegiatan diskusi publik yang dipadukan dengan penampilan seni Tari Jaipongan, semangat persatuan generasi muda diwujudkan tidak hanya melalui dialog, tetapi juga melalui upaya menjaga warisan budaya bangsa.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pengurus Kecamatan (PK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Cikarang Timur tersebut berlangsung di Sate Maranggi Mbah Goen (Kawung 3), Cikarang Timur, Rabu (28/10/2026).
Ketua PK KNPI Kecamatan Cikarang Timur, Muhammad Padli Fauzi, S.Ip., menjadi salah satu tokoh pemuda yang hadir dalam momentum tersebut. Kegiatan ini turut dihadiri Camat Cikarang Timur, H. Ropi, S.T., Kapolsek Cikarang Timur yang diwakili oleh Kanit Intel, Ketua DPD KNPI Kabupaten Bekasi, H. Nawawi Al-Aksi, serta Ketua KPU Kabupaten Bekasi, Muhammad Ali Ridho.
Salah satu daya tarik kegiatan tersebut adalah penampilan Tari Jaipongan yang dibawakan oleh Sanggar Tari Dedeh Nusantara. Kesenian tradisional khas Jawa Barat itu menghadirkan suasana budaya yang kental sekaligus menjadi pengingat bahwa identitas bangsa perlu dirawat melalui keterlibatan aktif generasi muda.
Jaipongan bukan sekadar pertunjukan seni. Di dalamnya terdapat nilai kreativitas, keberanian berekspresi, dan kekayaan tradisi yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Sunda. Kehadiran sanggar tari dalam kegiatan kepemudaan juga menunjukkan bahwa ruang publik dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan dan mewariskan kesenian daerah kepada generasi berikutnya.
Diskusi Publik sebagai Ruang Gagasan dan Kolaborasi Pemuda
Selain menghadirkan pertunjukan budaya, diskusi publik menjadi bagian penting dalam rangkaian peringatan Sumpah Pemuda tersebut. Forum ini menjadi ruang pertemuan berbagai unsur untuk memperkuat komunikasi, bertukar gagasan, serta mendorong kontribusi pemuda dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah.
Kehadiran unsur pemerintah kecamatan, kepolisian, KNPI Kabupaten Bekasi, dan KPU Kabupaten Bekasi memberikan dimensi kolaboratif bagi kegiatan tersebut. Sinergi lintas unsur diharapkan dapat memperkuat peran generasi muda dalam membangun masyarakat yang demokratis, berdaya saing, dan tetap menjunjung tinggi nilai persatuan.
Momentum Hari Sumpah Pemuda ke-98 juga menjadi pengingat bahwa tantangan generasi muda saat ini tidak hanya berkaitan dengan kemajuan teknologi dan perubahan sosial, tetapi juga bagaimana menjaga jati diri bangsa di tengah arus modernisasi.
Semangat persatuan yang diwariskan para pemuda pada 28 Oktober 1928 perlu diterjemahkan dalam tindakan nyata melalui pendidikan, kreativitas, kepedulian sosial, pelestarian budaya, serta partisipasi aktif dalam pembangunan.
Merawat Budaya, Menguatkan Identitas Bangsa
Keterlibatan Sanggar Tari Dedeh Nusantara dalam kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan penguatan organisasi kepemudaan. Seni tradisional menjadi jembatan yang menghubungkan generasi muda dengan akar sejarah dan identitas daerahnya.
Di tengah perkembangan zaman, kesenian lokal membutuhkan ruang tampil, dukungan masyarakat, serta kesempatan untuk terus berkembang. Kegiatan kepemudaan seperti ini dapat menjadi salah satu wadah untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap warisan leluhur.
Peringatan Sumpah Pemuda pada akhirnya bukan hanya seremoni tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keberagaman Indonesia.
Melalui perpaduan diskusi publik dan Tari Jaipongan, KNPI Kecamatan Cikarang Timur menghadirkan pesan bahwa pemuda yang berkemajuan adalah pemuda yang mampu berdialog tentang masa depan tanpa melupakan akar budayanya.
Bersatu dalam gagasan, bergerak dalam karya, dan berakar pada budaya. Semangat itulah yang menjadi bagian penting dari upaya mewujudkan generasi muda yang berkarakter, berdaya saing, serta bangga terhadap identitas bangsa Indonesia.

