Site icon KITABARU

Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi

Tim PkM FIP Universitas Bani Saleh bersama peserta dan masyarakat dalam kegiatan pengembangan day care berbasis masyarakat di TK Al-Istiqomah, Aren Jaya, Bekasi Timur. Program diarahkan untuk meningkatkan kualitas pengasuhan dan tumbuh kembang anak usia dini.

Kota Bekasi — Upaya meningkatkan kualitas pengasuhan anak usia dini di tengah masyarakat terus dikembangkan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang mendapat dukungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Salah satu program tersebut dilaksanakan di TK Al-Istiqomah, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, dengan mengembangkan model day care berbasis masyarakat sebagai alternatif layanan pengasuhan bagi keluarga yang orang tuanya bekerja atau menjalankan usaha untuk memenuhi kebutuhan ekonomi.

Program PkM tersebut dilaksanakan oleh tim Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Bani Saleh yang diketuai Widi Astuti, M.Pd., dengan anggota dosen Ilham Jaya, M.Pd., serta melibatkan mahasiswa Elsa Ratu Maryam dan Anna Fitria.

Ketua Tim PkM, Widi Astuti, M.Pd., menjelaskan program tersebut diarahkan untuk membangun model layanan day care yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat penitipan anak, tetapi juga menjadi lingkungan pengasuhan yang aman, terarah, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Pengembangan day care di Aren Jaya berangkat dari kondisi sosial masyarakat, khususnya keluarga dengan kedua orang tua yang harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan ekonomi.

Dalam kondisi tersebut, pengasuhan anak usia dini tidak jarang dialihkan kepada kakek, nenek, maupun anggota keluarga lanjut usia. Situasi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena terdapat keterbatasan dalam memberikan stimulasi perkembangan, aktivitas bermain, pengawasan, serta pendampingan anak secara optimal sepanjang hari.

“Day care berbasis masyarakat ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk meringankan beban pengasuhan yang selama ini banyak dibantu oleh lansia. Orang tua tetap dapat menjalankan aktivitas pekerjaan, sementara anak memperoleh layanan pengasuhan yang lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembangnya,” ujar Widi Astuti, Rabu (19/8/2026).

Ketua Tim PkM Widi Astuti, M.Pd., berdiskusi dalam rangka pengembangan model day care berbasis masyarakat di Aren Jaya, Bekasi Timur.

Pengasuhan Tidak Sekadar Menitipkan Anak

Model day care yang dikembangkan menempatkan anak sebagai pusat layanan. Pengasuhan tidak hanya diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar seperti makan, kebersihan, istirahat, dan keamanan, tetapi juga memberikan stimulasi sesuai tahapan perkembangan anak.

Enam ranah perkembangan menjadi perhatian utama dalam layanan tersebut, yakni perkembangan sosial-emosional, kognitif, motorik, seni, nilai agama dan moral, serta bahasa.

Stimulasi diberikan melalui berbagai kegiatan bermain, pembiasaan, komunikasi, interaksi sosial, dan kegiatan kreatif yang disesuaikan dengan kebutuhan anak usia dini.

Menurut tim PkM, pendekatan tersebut penting agar keberadaan day care tidak hanya membantu orang tua dari sisi waktu pengasuhan, tetapi juga memastikan anak memperoleh lingkungan yang mendukung perkembangan fisik, emosional, sosial, kognitif, bahasa, serta pembentukan karakter.

Tim PkM FIP Universitas Bani Saleh menyerahkan bahan pendukung program pengembangan day care berbasis masyarakat di TK Al-Istiqomah, Aren Jaya, Kota Bekasi.

Bangun Sistem Pengasuhan Berbasis Masyarakat

Program PkM hibah Kemendiktisaintek tersebut pada akhirnya diarahkan bukan sekadar menghadirkan sebuah layanan penitipan anak, tetapi membangun fondasi sistem pengasuhan berbasis masyarakat yang dapat dijalankan secara berkelanjutan.

Pengelolaan layanan juga didorong agar memiliki standar operasional prosedur (SOP), administrasi, tata kelola, pembagian tugas, serta pola pengasuhan yang lebih terarah sehingga pelayanan terhadap anak dapat dilaksanakan secara konsisten dan dapat dievaluasi.

Keberadaan SOP dan administrasi yang memadai dinilai penting untuk memastikan setiap kegiatan pengasuhan memiliki standar yang jelas, mulai dari penerimaan anak, keamanan, kebersihan, waktu istirahat, kegiatan bermain hingga pemantauan perkembangan anak.

Tim PkM berharap model tersebut dapat menjadi contoh yang nantinya dikembangkan atau direplikasi di lingkungan masyarakat lain yang menghadapi persoalan pengasuhan serupa.

Keberadaan day care berbasis masyarakat juga diharapkan dapat membangun sinergi antara keluarga, satuan pendidikan, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang semakin mendukung tumbuh kembang anak.

Melalui pendampingan yang lebih terstruktur, orang tua diharapkan dapat menjalankan aktivitas pekerjaan dengan lebih tenang, sementara anak memperoleh kesempatan tumbuh dalam lingkungan yang aman serta mendapatkan stimulasi sesuai kebutuhan perkembangannya.

Pengembangan model tersebut sekaligus menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan secara langsung untuk menjawab persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.

Dengan adanya day care yang dikelola secara terarah dan didukung SOP serta administrasi yang memadai, kualitas pengasuhan anak usia dini di Aren Jaya diharapkan semakin optimal sekaligus dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan layanan serupa di wilayah lainnya.

(Red)

Exit mobile version