Kitabaru.com, Suriah – Kekuasaan 61 tahun Partai Baath di Suriah tumbang pada Minggu (8/12) setelah ibu kota Damaskus lepas dari kendali rezim Assad.
Sejak bentrokan yang memuncak pada 27 November, rezim Assad kehilangan kendali atas banyak wilayah di negara itu, dimulai dari Aleppo, Idlib, dan Hama.
Dengan rakyat yang turun ke jalan di Damaskus, pasukan rezim mulai mundur dari institusi publik dan jalan-jalan kota, sementara kelompok anti-rezim memperkuat cengkeraman mereka atas pusat kota.
Runtuhnya kekuatan pasukan Assad di ibu kota mengakhiri 61 tahun pemerintahan Partai Baath yang penuh kekerasan dan 53 tahun kekuasaan keluarga Assad sebagaimana dilansir Antara News.
Hari ini Republik Arab Suriah telah jatuh, negara yang diperintah keluarga Assad dinyatakan jatuh ketangan para pemberontak. Negara yang semula didirikan kaum nasionalis dari partai Baath dan memilih menjadi negara Republik ini telah mengalami konflik berkepanjangan sejak tahun 2011 yang dipicu munculnya Arab Spring di Tunisia setelah seorang demonstran membakar dirinya di jalanan.
Arab spring terus menyebar ke Mesir, Libya, Sudan dan beberapa negara di Timur Tengah.
Jatuhnya rezim Assad telah menambah panjang rezim yang jatuh seperti baru-baru terjadi di Afganistan, Bangladesh. Kita masih menunggu hasil dari Pakistan, Myanmar, Iran dan beberapa negara lain. Hampir saja akhir tahun ini korea Selatan menjatuhkan rezim yang berkuasa.
Bashar Al Assad, presiden Suriah yang telah diperangi kaum pemberontak sejak 2011 lalu adalah suksesor dari Hafez Al Assad ayahnya setelah kejadian tak terduga menimpa kakaknya yang semula telah direncanakan menjadi suksesor, ia yang adalah dokter di Inggris dipanggil pulang untuk memerintah Suriah.
Ketika presiden Libya digulingkan oleh pemberontakan rakyat, dua orang anak SMP di Suriah menulis ditembok sekolah mereka,
“Sekarang giliranmu, Dokter”.
Dinas intelijen Suriah melihat itu ancaman, tindakan keras mereka pada kedua murid itu memicu demonstrasi besar di kota Daraa. Konflik menyebar menjadi berdarah-darah.
Faksi-faksi pemberontakan terbentuk secara cepat dan sulit dibendung, kelompok pro demokrasi, kaum Islamis dan kelompok Kurdi adalah tiga fraksi utama yang menentukan jalannya konflik di Suriah.
Setelah beberapa hari lalu kelompok pemberontak yang di dukung Turki menyerang beberapa kota dan jatuh ke tangan pemberontak, Tentara Suriah mengalami krisis kepercayaan diri yang dalam. Aleppo, Hama dan terakhir Damaskus kini dalam kekuasaan tentara pemberontak.
Assad akhirnya meninggalkan Damaskus, ibukota Suriah dan menandai jatuhnya Republik Arab Suriah. Dibalik perayaan kemenangan kaum pemberontak terselip tangis haru para pendukung Assad, bagi mereka yang mampu akan meninggalkan Suriah dan meminta suaka, untuk mereka yang miskin pilihannya adalah; menyerah pada nasib dan kemurahan hati para pemberontak.
Kedepan kita mungkin akan lihat bendera Suriah berubah. Nama resmi negara juga belum diumumkan, kita harap saja mereka tidak memilih nama Republik Konoha atau kerajaan Agus Sedunia. (red)
#solidaritasnusANTARA87 #suriah #rezimbaath #pemberontak #antaranewscom
Penerjemah: Primayanti
Grafis: Indita