KARAWANG — Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada 28 Oktober 2026 menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat persatuan, nasionalisme, dan pengabdian kepada bangsa. Bagi masyarakat Kabupaten Karawang, momentum ini memiliki makna istimewa karena daerah yang dikenal sebagai Kota Pangkal Perjuangan menyimpan warisan sejarah penting dalam perjalanan menuju kemerdekaan Republik Indonesia.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Karawang sekaligus Sekretaris DPC Partai Demokrat Kabupaten Karawang, H. Oma Mihardja Rizki, S.H., M.H., mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan semangat Sumpah Pemuda sebagai inspirasi dalam melanjutkan perjuangan melalui karya, integritas, dan pengabdian nyata. Menurutnya, kebanggaan terhadap sejarah harus diwujudkan melalui kontribusi konkret bagi kemajuan daerah dan bangsa.
Identitas Pangkal Perjuangan bukan sekadar kebanggaan historis, melainkan amanah untuk menjaga nilai keberanian, persatuan, dan pengorbanan yang diwariskan para pendahulu. Peristiwa Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945 menjadi salah satu bagian penting sejarah perjuangan kemerdekaan yang mengingatkan bahwa pemuda memiliki peran strategis dalam menentukan arah perjalanan bangsa.
Dalam perspektif nasionalisme religius, H. Oma Mihardja Rizki memandang bahwa kecintaan terhadap Tanah Air harus berjalan seiring dengan penguatan moralitas dan nilai-nilai keagamaan. Nasionalisme memperkokoh persatuan, sementara religiusitas menuntun manusia untuk menjunjung kejujuran, keadilan, amanah, toleransi, dan kepedulian terhadap sesama. Keduanya menjadi fondasi penting bagi kehidupan masyarakat yang harmonis dan bermartabat.
Ia menegaskan bahwa semangat perjuangan masa kini tidak lagi semata-mata diwujudkan melalui perlawanan fisik, tetapi melalui peningkatan kualitas pendidikan, penguasaan teknologi, pengembangan kreativitas, penguatan ekonomi, serta keberanian melawan ketidakadilan. Generasi muda Karawang diharapkan mampu menjadi pelopor perubahan yang berkarakter, berdaya saing, dan tetap berpegang pada nilai-nilai kebangsaan.
Sebagai daerah dengan potensi besar di sektor industri, pertanian, dan perdagangan, Karawang membutuhkan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pemerataan kesejahteraan. Kemajuan harus dirasakan masyarakat melalui kesempatan kerja yang layak, pendidikan berkualitas, pelayanan publik yang baik, serta penguatan ekonomi masyarakat. Semangat Pangkal Perjuangan harus tercermin dalam komitmen membangun daerah yang maju tanpa meninggalkan kepentingan rakyat.
H. Oma Mihardja Rizki juga mengajak masyarakat untuk merawat persatuan di tengah perbedaan pandangan sosial maupun politik. Menurutnya, kedewasaan berbangsa tercermin dari kemampuan menghormati perbedaan, mengedepankan dialog, dan mengutamakan kepentingan bersama. Nilai-nilai religius hendaknya memperkuat persaudaraan, sedangkan nasionalisme menjadi perekat yang menyatukan seluruh elemen masyarakat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Baginya, melanjutkan perjuangan berarti menjaga amanah kemerdekaan melalui integritas, keteladanan, dan pengabdian yang memberikan manfaat nyata. Karawang sebagai Kota Pangkal Perjuangan harus mampu menjadikan sejarah sebagai sumber inspirasi untuk melahirkan generasi unggul sekaligus membangun masyarakat yang adil, sejahtera, religius, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
“Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98. Mari kita rawat semangat Pangkal Perjuangan dengan menjaga persatuan, memperkuat nasionalisme, dan meneguhkan nilai-nilai religius dalam kehidupan bermasyarakat. Kebanggaan terhadap sejarah harus kita buktikan melalui karya, integritas, dan pengabdian. Dari Karawang, mari kita lanjutkan perjuangan para pendahulu dengan membangun daerah yang maju, masyarakat yang sejahtera, serta Indonesia yang adil dan bermartabat,” ungkapnya.
H. OMA MIHARDJA RIZKI, S.H., M.H.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Karawang
Sekretaris DPC Partai Demokrat Kabupaten Karawang
SELAMAT HARI SUMPAH PEMUDA KE-98
28 Oktober 2026
Karawang, Kota Pangkal Perjuangan.
Merawat Sejarah, Menguatkan Nasionalisme, Meneguhkan Religiusitas, Melanjutkan Perjuangan untuk Indonesia Bermartabat.

