Site icon KITABARU

Forda Kabupaten Bekasi Dorong Aparat Penegak Hukum Berikan Penjelasan Sesuai Koridor Hukum

0-0x0-1-0-{}-0-0#

BEKASI — Penanganan perkara yang melibatkan seorang anggota DPRD Kabupaten Bekasi berinisial J.N. kembali menjadi perhatian masyarakat. Pasalnya, hingga kini proses hukum terhadap yang bersangkutan disebut masih belum memperoleh kepastian, meski status tersangka telah berlangsung hampir dua tahun.

Sejumlah mahasiswa dan masyarakat Kabupaten Bekasi pun mulai mempertanyakan perkembangan perkara tersebut. Mereka berharap proses hukum dapat berjalan secara transparan, profesional, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pertanyaan utama yang muncul bukan mengenai apakah J.N. bersalah atau tidak, melainkan sudah sejauh mana proses hukum perkara tersebut berjalan.

Informasi yang berkembang menyebutkan berkas perkara telah beberapa kali disampaikan penyidik kepada pihak kejaksaan untuk dilakukan penelitian. Berkas tersebut disebut sempat dikembalikan untuk dilengkapi.

Apabila informasi tersebut benar, publik tentu berkepentingan mengetahui secara umum mengenai perkembangan proses tersebut, sepanjang informasi tersebut memang dapat disampaikan sesuai ketentuan hukum.

Forda: Jangan Biarkan Masyarakat Berspekulasi

Sekretaris Forum Organisasi Daerah (Forda) Kabupaten Bekasi, Ahmad Syahbana, mengatakan pihaknya tidak ingin mendahului proses hukum ataupun memberikan penilaian terhadap status hukum J.N.

Menurutnya, persoalan utama yang perlu dijaga adalah kepastian hukum dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.

«“Kami tidak ingin berburuk sangka. Yang kami dorong adalah kepastian. Kalau memang masih ada yang harus dilengkapi, tentu harus diselesaikan sesuai mekanisme. Kalau sudah lengkap, prosesnya juga diharapkan dapat berjalan sesuai ketentuan,” ujar Ahmad.»

Ia menilai penjelasan yang proporsional dari aparat penegak hukum penting untuk mencegah berkembangnya spekulasi di tengah masyarakat.

Menurut Ahmad, masyarakat tidak selalu membutuhkan informasi mengenai seluruh materi perkara, tetapi setidaknya perlu mengetahui bahwa proses hukum berjalan sesuai prosedur.

«“Jangan sampai masyarakat hanya mendengar bahwa berkas belum lengkap, tetapi tidak memahami bagaimana perkembangannya. Tentu ada batas informasi yang tidak bisa dibuka, tetapi kepastian proses tetap penting,” katanya.»

Bolak-Balik Berkas Perlu Mendapat Kejelasan

Salah satu hal yang menjadi perhatian masyarakat adalah informasi mengenai berkas perkara yang disebut telah beberapa kali dikembalikan untuk dilengkapi.

Namun, Ahmad menegaskan bahwa informasi tersebut tetap perlu dikonfirmasi kepada institusi yang berwenang agar tidak berkembang menjadi asumsi.

Menurutnya, apabila memang terdapat petunjuk yang harus dipenuhi penyidik, proses pelengkapan sebaiknya dilakukan melalui koordinasi yang efektif antara penyidik dan penuntut umum.

«“Kalau memang ada kekurangan, mari diselesaikan. Kalau ada petunjuk dari jaksa, tentu penyidik dapat menindaklanjutinya. Yang penting prosesnya berjalan dan masyarakat memperoleh kepastian,” ujarnya.»

Status sebagai Anggota DPRD Tidak Boleh Memengaruhi Proses Hukum

J.N. diketahui merupakan anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari salah satu partai politik.

Namun, Forda menilai status politik maupun jabatan seseorang semestinya tidak menjadi faktor yang memengaruhi proses hukum.

Sebaliknya, setiap perkara harus ditangani berdasarkan fakta, alat bukti, prosedur, dan ketentuan hukum yang berlaku.

«“Bagi kami, siapa pun yang sedang menghadapi proses hukum harus mendapatkan perlakuan yang sama. Tidak boleh ada perlakuan khusus, tetapi juga tidak boleh ada perlakuan yang berbeda,” kata Ahmad.»

Menurutnya, prinsip kesetaraan di hadapan hukum penting untuk terus dijaga demi mempertahankan kepercayaan publik.

Bukan Meminta Hukuman, Tetapi Kepastian

Ahmad kembali menegaskan bahwa pihaknya tidak meminta aparat penegak hukum menjatuhkan hukuman kepada seseorang.

Menurutnya, persoalan bersalah atau tidak bersalah merupakan ranah proses hukum dan pengadilan.

Yang menjadi perhatian adalah bagaimana proses tersebut dapat berjalan secara profesional dan memperoleh kejelasan.

«“Yang kami minta bukan seseorang dihukum. Kami hanya ingin proses hukumnya jelas. Kalau memang memenuhi syarat untuk dilanjutkan, silakan dilanjutkan sesuai aturan. Kalau belum, tentu ada mekanisme yang harus ditempuh,” ujarnya.»

Forda Minta Polres dan Kejari Perkuat Koordinasi

Forda Kabupaten Bekasi juga mendorong adanya koordinasi yang lebih kuat antara penyidik Polres Metro Bekasi dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi dalam menangani perkara tersebut.

Menurut Ahmad, koordinasi yang baik antara aparat penegak hukum sangat diperlukan agar setiap kendala dalam proses pemberkasan dapat segera diselesaikan.

Ia berharap proses hukum tidak berlarut-larut tanpa kejelasan, sekaligus tetap memberikan ruang bagi aparat untuk menjalankan seluruh tahapan penyidikan dan penuntutan sesuai ketentuan.

Dugaan Intimidasi Harus Dibuktikan

Terkait adanya informasi mengenai dugaan intimidasi terhadap pihak-pihak yang menyampaikan aspirasi, Ahmad mengingatkan agar setiap tudingan harus didukung bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

«“Kalau memang ada bukti, tentu bisa dilaporkan melalui mekanisme yang tersedia. Tetapi jangan sampai muncul tuduhan tanpa dasar. Kita ingin semuanya tetap berada dalam koridor hukum,” katanya.»

Ia juga mengingatkan masyarakat agar menyampaikan aspirasi secara tertib dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Menjaga Kepercayaan Publik

Menurut Ahmad, perkara ini seharusnya menjadi momentum bagi semua pihak untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum.

Tidak hanya kepolisian dan kejaksaan, tetapi juga masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menghormati proses hukum dan tidak menghakimi seseorang sebelum terdapat putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Karena itu, Forda berharap semua pihak dapat menahan diri dan menyerahkan proses hukum kepada institusi yang memiliki kewenangan.

Pada saat yang sama, aparat penegak hukum diharapkan memberikan kepastian mengenai perkembangan perkara sesuai informasi yang memang dapat disampaikan kepada publik.

«“Kami berharap semuanya berjalan secara profesional, transparan sesuai kewenangan, dan tidak ada intervensi dari pihak mana pun. Pada akhirnya masyarakat hanya ingin melihat hukum berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Ahmad.»

Publik Menunggu Kepastian

Perkara yang melibatkan J.N. pada akhirnya bukan hanya menjadi persoalan antara pihak yang berperkara dan aparat penegak hukum.

Proses tersebut juga menjadi perhatian publik karena menyangkut kepercayaan terhadap penegakan hukum.

Masyarakat berharap setiap tahapan berjalan sesuai prosedur, baik ketika perkara dinyatakan belum lengkap maupun ketika nantinya telah memenuhi persyaratan untuk diproses ke tahap berikutnya.

Tidak ada tuntutan untuk mempercepat proses secara serampangan.

Tidak pula ada permintaan agar seseorang diperlakukan berbeda.

Yang diharapkan adalah kepastian, profesionalisme, dan kesetaraan di hadapan hukum.

Sebab, dalam proses hukum, keadilan bukan hanya mengenai hasil akhir, tetapi juga mengenai bagaimana setiap tahapan dijalankan secara profesional, transparan sesuai kewenangan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Publik Kabupaten Bekasi kini menunggu perkembangan selanjutnya—bukan untuk menghakimi, melainkan untuk memastikan bahwa proses hukum tetap berjalan sesuai koridor yang berlaku.

Exit mobile version