Kitabaru.com, Jakarta – Pengamat ekonomi Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Sididiq Jember, Ach. Barocky Zaimina, mengatakan pentingnya memperkuat resiliensi ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global yang semakin kompleks. Ia menjelaskan bahwa perekonomian dunia saat ini masih dibayangi berbagai tantangan, mulai dari konflik geopolitik, fluktuasi harga energi dan pangan, hingga perubahan rantai pasok global.
Menurutnya, Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang relatif kuat, ditopang oleh pasar domestik yang besar, kekayaan sumber daya alam, serta bonus demografi yang dapat menjadi modal penting bagi pertumbuhan ekonomi. Namun demikian, ia menegaskan bahwa untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen, diperlukan langkah strategis yang terukur, seperti peningkatan produktivitas sektor industri, penguatan hilirisasi sumber daya alam, serta percepatan transformasi digital.
“Indonesia memiliki peluang besar untuk tumbuh lebih tinggi, tetapi hal itu harus diiringi dengan kebijakan yang konsisten, penguatan investasi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia,” Kata Ach. Barocky Zaimina dalam sebuah Seminar Nasional bertajuk “Navigasi Arah Ekonomi Indonesia 2026: Relisiensi, Peluang, dan Tantangan Menuju Pertumbuhan 8%” yang diadakan Jaringan Santri Nusantara (JSN) di Jember, Kamis (12/3/2026).
Ia juga menekankan bahwa stabilitas politik dan kepastian regulasi menjadi faktor kunci yang akan menentukan tingkat kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia. Menurutnya, investor pada dasarnya membutuhkan iklim usaha yang stabil, transparan, serta kebijakan yang konsisten, sehingga mereka dapat merencanakan investasi jangka panjang dengan tingkat risiko yang lebih terukur.
“Stabilitas politik yang terjaga serta regulasi yang jelas dan tidak berubah-ubah akan memberikan sinyal positif bagi investor. Ketika kepastian hukum dan kebijakan ekonomi terjamin, maka arus investasi akan lebih mudah masuk dan berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” Imbuhnya.
Sementara itu, Robby Hablil Huda yang notabene pelaku usaha UMKM memberikan pandangan dari perspektif praktis dunia bisnis. Ia menilai bahwa sektor swasta memiliki peran vital sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tidak dapat dilepaskan dari aktivitas investasi, produksi, dan inovasi yang dilakukan oleh para pelaku usaha. Oleh karena itu, ia mendorong terciptanya iklim usaha yang lebih kondusif, terutama melalui penyederhanaan regulasi, kemudahan perizinan, serta akses pembiayaan yang lebih luas bagi pelaku usaha.
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan sektor UMKM, yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Dengan jumlah yang sangat besar, UMKM memiliki potensi besar untuk meningkatkan daya serap tenaga kerja sekaligus memperluas basis ekonomi nasional. Selain itu, sektor ekonomi digital, industri kreatif, serta pengembangan industri berbasis teknologi dinilai sebagai peluang besar yang dapat mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha sangat penting. Jika regulasi mendukung dan ekosistem bisnis semakin sehat, maka sektor swasta akan mampu berkontribusi lebih besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi,” Ujarnya
Di sisi lain, Ketua Bidang Ekonomi & Kewirausahaan Jaringan Santri Nusantara, Ibnul Mu’ad menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam membangun kekuatan ekonomi bangsa. Ia menilai bahwa Indonesia membutuhkan semakin banyak wirausahawan baru untuk memperkuat struktur ekonomi nasional. Menurutnya, keberadaan pengusaha muda tidak hanya berperan dalam menciptakan inovasi, tetapi juga dalam membuka lapangan pekerjaan serta memperluas sektor-sektor ekonomi baru yang berbasis kreativitas dan teknologi. Ia menegaskan bahwa organisasi pengusaha muda memiliki tanggung jawab untuk mendorong lahirnya generasi entrepreneur yang berdaya saing dan mampu menghadapi tantangan global.
“Jika Indonesia ingin mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi, maka kita harus memperbanyak jumlah pengusaha. Negara maju biasanya memiliki persentase pengusaha yang tinggi dalam struktur ekonominya,” Ucapnya.
Ia juga menambahkan bahwa generasi muda Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi masa depan, terutama di era transformasi digital yang membuka berbagai peluang usaha baru. Perkembangan teknologi telah menciptakan ruang ekonomi yang lebih luas bagi anak muda untuk berinovasi dan menciptakan model bisnis yang kreatif serta adaptif terhadap perubahan zaman.
Ibnul Mu’ad menilai, ekosistem kewirausahaan di Indonesia perlu terus diperkuat melalui dukungan pendidikan kewirausahaan, akses permodalan, serta pembinaan yang berkelanjutan bagi para pelaku usaha muda. Dengan dukungan tersebut, generasi muda tidak hanya menjadi konsumen ekonomi, tetapi juga mampu menjadi pelaku utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Generasi muda harus berani mengambil peran sebagai pelaku usaha. Karena dengan kreativitas, inovasi, dan pemanfaatan teknologi digital, mereka memiliki peluang besar untuk menciptakan usaha-usaha baru yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” tambahnya.
Ia juga mengajak berbagai pihak, baik pemerintah, dunia usaha, maupun organisasi kepemudaan untuk bersama-sama membangun ekosistem yang kondusif bagi lahirnya wirausahawan muda. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk mempercepat lahirnya generasi entrepreneur yang tangguh dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi Indonesia di masa depan.
“Jika semakin banyak anak muda yang berani berwirausaha, maka bukan hanya pertumbuhan ekonomi yang meningkat, tetapi juga kesejahteraan masyarakat akan ikut terangkat melalui terciptanya lapangan kerja baru,” Pungkasnya.***












