KABUPATEN BEKASI — Kesibukan menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai anggota parlemen tidak menghalangi Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, drg. H. Putih Sari, untuk tetap hadir menyapa masyarakat dan menyampaikan pesan-pesan pembangunan yang bermanfaat bagi kehidupan keluarga.
Di tengah padatnya agenda kedewanan di Jakarta, Putih Sari menyempatkan diri menyapa masyarakat Desa Cicau, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, melalui sambungan daring dalam kegiatan Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) bersama Mitra Kerja Kemendukbangga/BKKBN Komisi IX DPR RI, Senin (26/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna Desa Cicau tersebut dihadiri oleh Penjabat Kepala Desa Cicau, unsur Bhabinkamtibmas, Babinsa TNI AD, serta perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN tingkat pusat.
Kehadiran Putih Sari melalui media daring menjadi wujud komitmennya untuk tetap menjalin komunikasi dengan masyarakat sekaligus memastikan pesan-pesan edukasi mengenai pembangunan keluarga dapat tersampaikan, meskipun pada waktu bersamaan ia harus memenuhi agenda rapat pimpinan DPR RI.
Dengan pendekatan yang hangat dan komunikatif, Putih Sari tidak sekadar menyampaikan materi sosialisasi, tetapi juga mengajak masyarakat memahami pentingnya membangun keluarga yang sehat, terencana, harmonis, dan sejahtera sebagai fondasi utama kemajuan bangsa.
Kesibukan Bukan Penghalang untuk Tetap Dekat dengan Masyarakat
Bagi seorang wakil rakyat, tugas pengabdian tidak hanya dijalankan melalui rapat, pembahasan kebijakan, ataupun forum formal di gedung parlemen. Menjaga komunikasi dengan masyarakat, mendengarkan kebutuhan mereka, serta menyampaikan informasi yang bermanfaat juga merupakan bagian penting dari tanggung jawab sebagai wakil rakyat.
Hal tersebut tercermin dari langkah Putih Sari yang tetap menyempatkan diri hadir secara virtual dalam kegiatan di Desa Cicau, meskipun harus membagi waktu dengan agenda kedewanan yang tidak dapat ditinggalkan.
Melalui sambungan daring, ia menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir secara langsung. Namun, ia berharap keterbatasan tersebut tidak mengurangi makna pertemuan maupun semangat masyarakat dalam mengikuti sosialisasi.
Sikap tersebut memperlihatkan bahwa di tengah dinamika dan kesibukan menjalankan tugas di tingkat nasional, komunikasi dengan masyarakat tetap menjadi bagian penting dari pelaksanaan tanggung jawab publik.
Kehadiran secara daring juga menunjukkan bahwa perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk menjaga kesinambungan komunikasi, memperluas jangkauan edukasi, serta mendekatkan informasi pembangunan kepada masyarakat.
Lebih dari sekadar menyapa melalui layar, Putih Sari memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan pesan substantif mengenai pentingnya perencanaan keluarga, kesehatan ibu dan anak, pencegahan stunting, serta keterlibatan seluruh anggota keluarga dalam menyiapkan generasi penerus yang berkualitas.
Mengajak Masyarakat Memulai Pembangunan dari Keluarga
Dalam sambutannya, Putih Sari menegaskan bahwa keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam membentuk kualitas manusia Indonesia.
Menurutnya, pembangunan keluarga tidak cukup hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan ekonomi, tetapi juga harus mencakup kesehatan, pendidikan, pengasuhan, pembentukan karakter, dan kesiapan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Ia mengajak masyarakat untuk memulai upaya tersebut dari keluarga masing-masing dengan meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya perencanaan keluarga dan menjaga kesehatan ibu serta anak.
Program Keluarga Berencana, jelasnya, bukan semata-mata berkaitan dengan pengaturan jumlah anak, melainkan juga mencakup perencanaan kehamilan, pengaturan jarak kelahiran, serta upaya memastikan setiap anak memperoleh perhatian, kasih sayang, asupan gizi, dan pendidikan yang memadai.
Putih Sari juga memberikan perhatian khusus terhadap pencegahan stunting. Ia mengingatkan bahwa gangguan pertumbuhan anak bukan hanya persoalan fisik, melainkan dapat berdampak terhadap perkembangan kemampuan kognitif, kesiapan belajar, dan kualitas sumber daya manusia pada masa mendatang.
Karena itu, pengetahuan orang tua mengenai pemenuhan gizi, pola pengasuhan, pemantauan pertumbuhan, serta pemanfaatan layanan kesehatan menjadi bagian penting dalam menciptakan generasi yang sehat dan berdaya saing.
Ayah dan Ibu Memiliki Tanggung Jawab yang Sama
Dalam kesempatan tersebut, Putih Sari turut menekankan pentingnya keterlibatan ayah dan ibu dalam mewujudkan keluarga berkualitas.
Menurutnya, tanggung jawab merencanakan keluarga, menjaga kesehatan anak, dan mendidik generasi penerus tidak boleh dibebankan hanya kepada ibu. Ayah juga memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan keluarga, memenuhi kebutuhan anak, serta memberikan pendampingan dan pengasuhan yang optimal.
Ia mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan keluarga membutuhkan kerja sama seluruh anggota keluarga, disertai kesadaran untuk menjalankan peran masing-masing secara bertanggung jawab.
Melalui perencanaan yang baik dan keterlibatan kedua orang tua, keluarga diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak sekaligus menjaga ketahanan ekonomi rumah tangga.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keluarga yang berkualitas tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui pengetahuan, kepedulian, perencanaan, dan komitmen yang dijalankan secara konsisten.
Komunikasi yang Terjaga, Pengabdian yang Bermakna
Kegiatan sosialisasi di Desa Cicau menjadi salah satu momentum untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pembangunan keluarga sebagai bagian dari agenda pembangunan nasional.
Kehadiran unsur pemerintah desa, aparat kewilayahan, dan perwakilan Kemendukbangga/BKKBN menunjukkan bahwa keberhasilan program membutuhkan sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat hingga lingkungan masyarakat paling dekat dengan keluarga.
Dalam konteks tersebut, komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat memiliki arti penting, tidak hanya untuk menyampaikan informasi, tetapi juga untuk membangun kesadaran bersama mengenai persoalan yang berpengaruh langsung terhadap kualitas kehidupan masyarakat.
Putih Sari berharap masyarakat Desa Cicau, Kecamatan Cikarang Pusat, dan wilayah Kabupaten Bekasi secara luas dapat semakin memahami pentingnya membangun keluarga yang sehat, terencana, dan sejahtera.
Ia juga mendorong agar edukasi yang diperoleh melalui sosialisasi tidak berhenti sebagai pengetahuan semata, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari perencanaan keluarga hingga pola pengasuhan anak.
Di tengah kesibukan menjalankan amanah sebagai Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, kesediaan Putih Sari menyempatkan diri menyapa masyarakat melalui media daring menjadi pengingat bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat terus dilakukan dengan memanfaatkan berbagai sarana komunikasi yang tersedia.
Sebab, esensi pengabdian bukan semata-mata tentang kehadiran secara fisik, melainkan juga tentang kesungguhan menjaga komunikasi, menyampaikan manfaat, dan memastikan masyarakat tetap menjadi bagian penting dari perhatian seorang wakil rakyat.
Dari ruang parlemen hingga ruang pertemuan masyarakat, komitmen membangun Indonesia yang lebih baik perlu terus diwujudkan melalui komunikasi, edukasi, dan kerja nyata. Sebab, masa depan bangsa yang kuat berawal dari keluarga yang sehat, berkualitas, dan sejahtera.















