Dari Sebuah Bola, Tumbuh Kepedulian: PSI Karawang Hadir di MI Attohiriyah Purwadana

banner 468x60

KARAWANG — Kepedulian terkadang tidak hadir dalam bentuk yang besar. Ia bisa dimulai dari sesuatu yang sederhana, seperti sebuah bola yang kemudian menjadi sarana anak-anak untuk bermain, berolahraga, belajar bekerja sama, dan menumbuhkan mimpi. Semangat itulah yang terlihat dalam kegiatan Lapor Kang Cucu, ketika PSI Kabupaten Karawang menyalurkan bantuan sarana olahraga kepada MI Attohiriyah Purwadana, Desa Purwadana, Kecamatan Telukjambe Timur.

Bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap lingkungan pendidikan sekaligus upaya membangun silaturahmi dengan para pengurus dan keluarga besar MI Attohiriyah. Bagi penerima, sebuah sarana olahraga mungkin terlihat sederhana, namun manfaatnya dapat dirasakan dalam aktivitas keseharian para siswa.

banner 336x280

Di balik penyerahan bantuan itu terdapat cerita tentang hubungan antarmanusia. PSI Karawang menyebut kegiatan tersebut juga menjadi ungkapan rasa syukur dan terima kasih atas silaturahmi yang sebelumnya terjalin ketika mendampingi Neng Aulia. Dari pertemuan dan komunikasi tersebut, kemudian tumbuh kepedulian yang diwujudkan melalui dukungan terhadap kegiatan positif di lingkungan sekolah.

Kang Cucu, sebagai representasi PSI Karawang melalui program Lapor Kang Cucu, mengatakan bahwa kehadiran di tengah masyarakat seharusnya tidak berhenti pada komunikasi, tetapi dapat diterjemahkan menjadi tindakan yang memberikan manfaat.

«“Bantuan bola ini merupakan bagian dari program PSI Karawang. Kami ingin menjadikannya sebagai bentuk support dan kebaikan, sekaligus rasa syukur dan terima kasih atas silaturahmi tempo lalu tentang Neng Aulia. Harapan kami, kebersamaan dan silaturahmi ini dapat semakin terjalin dengan baik,” ujar Kang Cucu.»

Menurutnya, lembaga pendidikan merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, membangun komunikasi dengan sekolah dan berbagai elemen masyarakat menjadi salah satu ruang untuk menciptakan sinergi yang lebih positif.

Dukungan tersebut juga mendapat perhatian dari Ketua DPD PSI Kabupaten Karawang, M. Ilham Khamil, S.E. Ia menegaskan bahwa program Lapor Kang Cucu akan terus diarahkan pada berbagai bentuk kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

«“Kami selalu mendukung program tersebut dan senantiasa mengupayakan langkah-langkah kebaikan melalui program Lapor Kang Cucu. Kami ingin terus bersinergi dengan semua lini dan memberikan support terhadap kegiatan-kegiatan yang bernilai positif, termasuk di MI Attohiriyah Purwadana,” ungkap M. Ilham Khamil.»

Ada pesan pendidikan yang lebih besar dari sekadar bantuan sebuah bola. Olahraga dapat menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar disiplin, mengenal kerja sama, menghargai aturan, membangun sportivitas, sekaligus menjaga kesehatan. Dukungan terhadap fasilitas sederhana seperti ini pada akhirnya dapat ikut menciptakan lingkungan belajar yang lebih aktif dan menyenangkan.

Bagi masyarakat, ukuran kepedulian tentu bukan hanya terletak pada seberapa besar sesuatu yang diberikan, tetapi juga pada sejauh mana perhatian tersebut benar-benar menyentuh kebutuhan dan dilakukan dengan ketulusan. Dari sudut pandang itu, kegiatan di MI Attohiriyah menjadi contoh bahwa hubungan antara organisasi politik dan masyarakat dapat dibangun melalui interaksi sosial yang konkret dan bermanfaat.

Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa ruang pengabdian kepada masyarakat dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Sekolah, anak-anak, guru, pengurus lembaga pendidikan, dan masyarakat sekitar memiliki kebutuhan serta harapan yang layak didengar. Ketika berbagai pihak mau membuka ruang komunikasi dan kolaborasi, manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

Pada akhirnya, sebuah bola mungkin hanyalah benda sederhana. Namun ketika diberikan dengan kepedulian dan dimanfaatkan oleh anak-anak untuk belajar serta bermain bersama, nilainya menjadi jauh lebih besar. Lapor Kang Cucu dan PSI Karawang memilih menghadirkan kepedulian melalui langkah konkret, sementara masyarakat tentu memiliki ruang untuk melihat, menilai, dan menentukan sendiri makna dari setiap kerja nyata yang hadir di tengah mereka.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *