Kitabaru,Jakarta — Industri aesthetic, dermatology, anti-aging, dan regenerative medicine di Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap personal appearance, skin health, preventive treatment, dan healthy aging.
Menjadi salah satu rangkaian perayaan 25th Anniversary Beauty World Indonesia, summit menghadirkan global experts dan leading aesthetic practitioners untuk membahas masa depan clinical innovation, regenerative aesthetics, patient engagement, dan pertumbuhan bisnis klinik di era AI.
Namun, di tengah pertumbuhan tersebut, persaingan industri juga semakin kompleks. Klinik tidak lagi cukup hanya menawarkan teknologi atau treatment terbaru. Clinical excellence, patient engagement, treatment innovation, operational efficiency, hingga strategi bisnis dan marketing menjadi faktor penting untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Menjawab tantangan tersebut sekaligus menjadi bagian dari perjalanan 25 tahun Beauty World Indonesia, Beauty World Indonesia menghadirkan BEAUTY WORLD EXECUTIVE CLINIC GROWTH SUMMIT 2026, sebuah executive gathering dan knowledge-sharing forum yang mempertemukan aesthetic doctors, dermatologists, clinic owners, business leaders, dan key decision makers.
Beauty World Executive Clinic Growth Summit 2026 menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang dihadirkan Beauty World Indonesia dalam rangka merayakan 25th Anniversary, sekaligus menjadi momentum untuk mempertemukan para pelaku industri, berbagi knowledge, dan melihat lebih jauh arah perkembangan industri aesthetic di masa depan.
Mengusung tema “Scale Your Clinic, Increase Revenue, Learn from Global Experts,” acara ini dirancang sebagai platform untuk mendapatkan insight yang lebih mendalam mengenai perkembangan clinical innovation, regenerative aesthetics, patient engagement, serta business growth di era artificial intelligence.
“Tahun ini menjadi momentum yang sangat spesial bagi Beauty World karena kami merayakan 25 tahun perjalanan Beauty World Indonesia. Selama 25 tahun, kami telah menyaksikan bagaimana industri aesthetic berkembang, dari sisi teknologi, treatment, hingga kebutuhan dan ekspektasi pasien yang terus berubah.”
“Karena itu, perayaan 25 tahun ini tidak hanya kami maknai sebagai sebuah perjalanan ke belakang, tetapi juga sebagai momentum untuk melihat ke depan. Beauty World Executive Clinic Growth Summit 2026 menjadi salah satu rangkaian kegiatan kami untuk berbagi knowledge, mempertemukan para pelaku industri, dan bersama-sama membangun masa depan industri aesthetic yang lebih maju dan berkelanjutan.” — Bapak Efendi, CEO Beauty World Indonesia
Menurut Bapak Efendi, pertumbuhan klinik ke depan tidak hanya ditentukan oleh seberapa canggih teknologi yang dimiliki, tetapi bagaimana teknologi, clinical excellence, patient experience, dan business strategy dapat terintegrasi menjadi sebuah sistem pertumbuhan yang sustainable.
Salah satu pembahasan utama dalam summit ini adalah bagaimana teknologi dapat mengubah cara dokter melakukan konsultasi dan membangun patient trust. Dr. Lau Kian Hong (Edmond) akan membawakan sesi “Clinical Integration of Three-Dimensional Skin Analysis for Patient-Engaged Dermatology and Aesthetic Care”, yang membahas perkembangan teknologi 3D Skin Analysis dan bagaimana visual data dapat membantu dokter memahami kondisi kulit pasien secara lebih komprehensif.
“The future of aesthetic consultation is moving from subjective assessment toward a more data-driven and patient-engaged approach. When patients can clearly see and understand their skin condition through visual data, the consultation becomes more transparent, personalized, and meaningful.” — Dr. Lau Kian Hong (Edmond), Representative Meicet
Integrasi skin analysis dengan treatment recommendation juga dapat membantu dokter membangun komunikasi yang lebih evidence-based sekaligus meningkatkan patient engagement, treatment compliance, dan kepercayaan pasien.
*Perkembangan regenerative aesthetics menjadi salah satu tema besar dalam summit.*
Dr. Samuel Stemi akan membawakan sesi “The Future of Regenerative Aesthetic: Precision Microneedling & Smart Skin Regeneration”, termasuk membahas evolusi regenerative aesthetics, precision microneedling, personalized treatment, clinical protocol, patient selection, hingga pentingnya safety dan clinical consistency.
“Regenerative aesthetics bukan sekadar memperkenalkan treatment baru. Ini tentang memahami bagaimana kulit merespons treatment, bagaimana kita mengontrol proses treatment tersebut, serta bagaimana menciptakan pendekatan regenerasi yang lebih presisi dan personal sesuai kebutuhan setiap pasien.” — Dr. Samuel Stemi, Representative Re:H Curiosis
“Precision dan consistency akan menjadi semakin penting dalam perkembangan regenerative aesthetics. Teknologi harus berjalan bersama clinical protocol yang tepat agar inovasi benar-benar memberikan value bagi pasien maupun bagi praktik klinik,” lanjutnya.
Selain regenerative aesthetics, Beauty World Executive Clinic Growth Summit juga akan membahas perkembangan stem cell science dalam konteks regenerative medicine.
Dr. Adi Wijayanto membawakan sesi “Stem Cell Science, Safety & Regenerative Beauty”. Sesi ini akan mengangkat potensi regenerative medicine, skin regeneration, dan healthy aging, sekaligus membahas perbedaan antara evidence-based regenerative medicine dengan marketing claims.
“Regenerative beauty harus dibangun di atas science, evidence, safety, dan responsible clinical practice. Ketika kita berbicara mengenai stem cell dan regenerative medicine, edukasi menjadi sangat penting agar inovasi tidak berjalan lebih cepat daripada pemahaman klinis dan aspek keselamatan pasien.” — Dr. Adi Wijayanto, Founder Biothera Stem Cell Clinic, Jakarta
Ia juga menekankan pentingnya patient selection, clinical considerations, serta pemahaman terhadap aspek regulatory dan ethical dalam pengembangan regenerative treatment.
Salah satu sesi utama dalam executive summit adalah Executive Talk Show “Mastering Hair & Facial Regeneration”, yang menghadirkan:
● Dr. Andreas Widiansyah, Sp.DVE, FINSDV, FAADV, Dermatologist dan Chief of Indonesian Laser Dermatology Study Group
● Dr. Chen Ik Cen, M. Biomed (AAM), Aesthetic & Anti-Aging Doctor serta Founder, Chen Group
● Dr. Vincentius Fabriyanti, M. Biomed (AAM), Aesthetic Doctor dan Founder
Diskusi akan membahas bagaimana membangun high-performance aesthetic clinic, menentukan positioning, mengembangkan differentiated treatment portfolio, mengadopsi teknologi secara tepat, hingga meningkatkan patient acquisition, conversion, retention, dan lifetime value.
Dr. Andreas Widiansyah
“Klinik yang mampu bertahan dan berkembang bukan hanya klinik yang memiliki teknologi terbaru, tetapi klinik yang mampu mengintegrasikan clinical excellence dengan kebutuhan pasien dan sistem pelayanan yang konsisten.” — Dr. Andreas Widiansyah, Sp.DVE, FINSDV, FAADV
Dr. Chen Ik Cen
“Technology should create clinical value and business value at the same time. Bagi kami di Chen Group, Re:H menjadi salah satu contoh teknologi yang memberikan kontribusi nyata, bukan hanya dari sisi treatment, tetapi juga dari sisi pengembangan bisnis klinik. Re:H telah menjadi salah satu produk unggulan dalam treatment portfolio kami karena mampu mendukung kebutuhan pasien sekaligus membuka peluang pertumbuhan revenue.”
“Jadi, tantangannya bukan sekadar memilih teknologi yang paling baru, tetapi bagaimana memilih dan mengoptimalkan teknologi yang benar-benar memberikan value bagi pasien dan bagi sustainability bisnis klinik.” — Dr. Chen Ik Cen, CEO Chen Group
Dr. Vincentius Fabriyanti
“Dari pengalaman saya menjalankan Dr. Vincentius Clinic di Palembang, saya melihat bahwa patient retention dimulai dari pengalaman yang baik sejak konsultasi pertama. Pasien tidak hanya membutuhkan treatment, tetapi juga membutuhkan pemahaman yang jelas mengenai kondisi mereka, treatment plan yang personalized, serta journey yang terarah.”
“Ketika hal tersebut dapat diberikan secara konsisten, hubungan antara klinik dan pasien tidak berhenti pada satu kali treatment, tetapi dapat berkembang menjadi long-term relationship yang memberikan value bagi pasien sekaligus mendukung pertumbuhan klinik.” — Dr. Vincentius Fabriyanti, CEO Dr. Vincentius Clinic
Ketiga narasumber juga akan membahas bagaimana klinik dapat meningkatkan Average Transaction Value, melakukan cross-treatment strategy, mengoptimalkan treatment room utilization, serta membangun recurring revenue.
Jika clinical innovation menjadi salah satu fondasi pertumbuhan klinik, maka AI dan digital transformation menjadi faktor yang semakin menentukan bagaimana klinik membangun awareness, mendapatkan pasien, dan mempertahankan hubungan dengan customer.
Pada sesi “Growth Hack in AI Era”, Adythia Pratama akan membahas perubahan consumer behavior di era AI, AI-powered marketing, content creation, customer insight, personalization, organic patient acquisition, hingga bagaimana klinik dapat membangun lean but high-impact marketing systems.
“AI bukan hanya tentang membuat konten lebih cepat. Perubahan yang lebih besar terjadi ketika AI digunakan untuk memahami customer, menemukan growth opportunity, membangun personalized journey, dan membuat keputusan marketing berdasarkan business outcomes.” — Adythia Pratama, Narasumber
“Di era AI, klinik tidak selalu harus memiliki marketing budget terbesar untuk memenangkan persaingan. Yang lebih penting adalah bagaimana mereka membangun sistem marketing yang lean, relevan, measurable, dan mampu menghasilkan pertumbuhan,” tambahnya.
*25 Tahun Beauty World: Celebrating the Journey, Shaping the Future*
Beauty World Executive Clinic Growth Summit 2026 pada akhirnya bukan hanya menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan mengenai perkembangan clinical innovation dan business growth, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan 25 tahun Beauty World Indonesia dalam mendukung perkembangan industri aesthetic dan beauty di Indonesia.
Selama 25 tahun, Beauty World telah menjadi bagian dari perkembangan industri yang terus mengalami perubahan, mulai dari teknologi, treatment innovation, hingga kebutuhan dan ekspektasi pasien.
Momentum 25th Anniversary Beauty World menjadi kesempatan untuk merayakan perjalanan tersebut sekaligus melihat ke depan—mendorong kolaborasi, inovasi, knowledge sharing, dan pertumbuhan yang dapat memberikan value lebih besar bagi para pelaku industri.
Melalui kombinasi expert monologue sessions, clinical & technology knowledge sharing, executive talk show, business & marketing growth session, serta networking and business engagement, summit ini diharapkan dapat memberikan insight yang tidak berhenti pada teori, tetapi dapat diterapkan dalam pengembangan klinik masing-masing.
Dengan mempertemukan dokter, clinic owners, medical directors, business leaders, industry professionals, dan business partners, kegiatan ini juga diharapkan dapat membuka peluang strategic networking, partnership, collaboration, dan business opportunities di industri aesthetic Indonesia.












